Kekuatan karena marah

Jika ada sesuatu yang memacetkan pikiran dan menyebabkan kebingungan maupun serba salah dalam melakukan aktivitas apa saja. Lagipula jika anda hendak beraktivitas, tiba-tiba peralatan yang hendak anda gunakan tidak ada pada tempatnya ditambah lagi jika anda mengetahui bahwa peralatan tersebut tengah dipinjam orang lain dan saat kita akan memakainya kembali alat tadi dikembalikan tidak utuh dengan beberapa bagian yang sudah tidak lagi sempurna.



Mau menyalahkan orang lain sepertinya mereka juga tidak mau disalahkan, mau menyalahkan diri sendiri apa boleh buat bahwa peralatan tersebut sudah terlanjur kembali dalam keadaan yang tidak sempurna. Maka jalan keluar dari gundah gulana dan kegalauan anda tadi adalah dengan meledakkan amarah atau meletupkan rasa marah.

Rasa marah yang tersalur akan menghasilkan energi pembuka yang kemudian perlahan-lahan dengan tetap menjaga kewaspadaan dan berusaha terus mengendalikan diri energi untuk berbuat kreatif dan terus menerima masukan maupun kritik setelah ledakan marah tadi akan mendorong Anda untuk melakukan inovasi yang tiada henti.

Energi amarah memaksa jantung untuk memompa darah sedemikian kuat dan mengejutkan. Jika ini anda lakukan dan anda mengetahui kelemahan jantung anda sebaiknya berhati-hati dan jika perlu jangan dilakukan ledakan amarah ini yang dalam bahasa Inggrisnya adalah rage of anger karena sudah tidak sesuai lagi dengan kapabilitas jantung. Ledakan amarah hanya berlaku bagi yang belum mengalami gangguan pada jantung dan memerlukan energi kreatif untuk melakukan inovasi demi mencapai suatu tujuan atau melakukan suatu keinginan yang terbendung. Perujudan dari energi kreatif dalam berinovasi dengan terciptanya metode atau alat atau cara pandang yang lebih segar sebelum rage of anger ini dilepaskan keluar dari tubuh manusia. 

Semestinya dalam menghadapi Bahrain nanti di GBK, tim Garuda harus meletupkan rage of anger ini agar menang dan bisa memperbaiki posisinya dalam klasemen penyisihan piala dunia tingkat Asia.

Walaupun akhirnya Indonesia harus mengakui kehebatan tim Bahrain !

Pengalaman ini sinergis dengan kejadian tiga tahun lalu !

Kekuatan karena marah

Pelajaran Kamis, 3 April 2008

Tadi siang saya sempat mengajukan pertanyaan kepada siswa,
Mengapa kodok kalo bertelur telurnya buanyak sekali ? Kepada tidak sedikit sahaja ?

Rupanya karena sangat terintimidasi palagi habis tes yang bener-bener membuat males dan mengkeret, para siswa ini cuma diam juga, menunggu jawaban yang tak terduga dari bapak gurunya. Guru itu lalu menjawab, dahulu kala ada katak “adam” untuk seterusnya dinamakan katak A dan katak “hawa” selanjutnya sebagai Katak H , keduanya diciptakan untuk memenuhi dunia ini. Kemudian keduanya berkopulasi (eits sensor dolo kata yang menjurus ke arah s*x), katak A lalu main genjot-genjotan sementara katak H mengeluarkan telurnya, waktu itu cuma satu telur saja .. setelah lama ditunggu belom menetas juga, beberapa waktu kemudian muncul hasrat libido si katak A lalu melakukan repetisi fenomena yang intuitif serupa, katak H melanjutkan repetisi serupa yang telah ia lakukan sebelumnya dengan mengeraskan hati dan bertekad bulat mengeluarkan telur dan kali ini dua telur berhasil dimunculkannya, setelah dibiarkan beberapa lama belum menetas juga, begitu seterusnya terjadi hingga lebih dari 10 kali (sebagaimana catatan resmi yang diperbolehkan oleh Guinness Book of Records untuk pencobaan pemenuhan rekor), nah setelah 10 kali mencoba itu rupanya Yang Maha Kuasa memberikan restu kepada telur-telur yang bertambah dua kali semula untuk menetas. Jadilah berudu, kecebong, katak berekor, lalu katak dewasa. Kemudian muncullah istilah “AH” (baca : ‘a-ha’) atas usaha kedua katak pionir tadi, maka kepandaian ini lalu diturunkan turun-temurun terus-menerus hingga katak sekarang mampu bertelur mencapai ribuan kali.

Lanjutkan membaca “Pelajaran Kamis, 3 April 2008”

Pelajaran Kamis, 3 April 2008