Delapan Jurus Mengarang Dashyat

  1. Sebelum menentukan judul, buat kerangka tulisan seperi gambar sketsa. Dapatkan tubuh tulisan terlebih dahulu minimal 100 kata.
  2. Ide yang disimpulkan dari sketsa dapat dibuat sebagai Judul, beri penamaan judul yang mengejutkan, heboh, bombastis, eye catching
  3. Sketsa dibaca ulang untuk ditambah atau dikurangi, bisa juga berkembang atau malah menyusut tergantung keinginan penulis
  4. Perhatikan sasaran penulisan, segmentasi untuk pentingnya pengembangan
  5. Dahulukan ide moral keingintahuan, karena penulis menyebarkan agar pembaca menjadi “tahu” melalui pemberitahuan dan memantik rasa ingin tahu dengan membaca dari judulnya
  6. Kembangkan pemasaran tulisan melalui twitter, facebook, atau media sosial lainnya agar dikunjungi pembaca
  7. Berdoa dan berharap ada yang membaca tulisan anda
  8. Amin
Delapan Jurus Mengarang Dashyat

Di Perjalanan

Pas tadi siang pukul 09.00 disaat disambar tugas tambahan yaitu mengisi jurnal kerja karena hari ini adalah hari terakhir mengumpulkan jurnal sebab senin mendatang akan diserahkan sebagai bukti kerja seorang abdi negara, tiba-tiba telepon kesayanganku berdering nyaring sambil berdentang pedas. Di seberang sana seorang bapak dengan suara tenor campur bariton dengan logat medok arus hulu sungai barito melaporkan berita bahwa pada hari Minggu besok, kami selaku asuhan magister urusan persekolahan diwajibkan mengikuti sebuah acara temu wicara dan dengar-dengaran saja dari khotbah-khotbah hebat para dosen mancanegara.

Ceritanya besok ini kami harus hadir dari pukul 7 kali hingga bunyi-bunyian selesai diperdengarkan dan nantinya sebuah surat sakti akan ditelorkan guna dipakai membuktikan kehadiran kami dan menyatakan kami boleh atau dibolehkan mengikuti ritual penting pelulusan calon magister urusan persekolahan. Karena kalo tidak wah bakal lama menunggu terkantuk-kantuk sampai katung-katung tak selesai-selesai tiada berujung pangkal di negara tetangga.

Surat sakti tersebut akan dipergunakan sebagai selembar syarat selain prasayarat yang cukup banyak dan beberapa sudah kami lalui bersama rekan-rekan angkatan 2009 dan 2010.

Nah, sementara menunggu acara temu wicara diselingi dengan pemutaran video musik ini … kami berkesempatan menginap di hotel sederhana tidak bayar sambil membawa anak-anak kami yang manis, centil, imut-imut dan rajin bicara. Anggaplah weekend (terpaksa) begitu ujar istri saya berkali-kali seolah-olah membenarkan perjalanan yang (tidak hendak) kami inginkan.

Kondisi dunia di sini cukup stabil dengan awan berarak pelan dan berangsur-angsur meredup karena sudah mulai gelap. Flash pun tidak macet semacet hati yang menderu-deru yang berkehendak tidak ingin menghadiri ritual resmi ini. Dan saya bersyukur karena selain sudah bayar pulsa bulanan ternyata jalur 3G di kota kecil mungil dan sering dilingkupi aroma terapi karet asap lumayan kencang dan bisa membuat blog ini terisi selalu. Walau kadang harus bertepuk sebelah tangan sambil mengusir nyamuk yang hinggap di daerah-daerah sensitif dan menggelikan. 😆

Sengaja dipotong supaya tidak keliatan panjang aja … enggak percaya ?

Di Perjalanan

Belajar Menulis

Bagi anda yang ingin mendalami hal penulisan terutama menulis blog yang baik dan asyik silakan berselancar menuju :

Biasa Menulis dan Menulis itu Mudah

Rumah Konten

Jika Blog Sepi Pengunjung

Jika Blog Sepi, Jangan Kuatir

Belajar Menulis

Apa yang mau diumumkan ?

Konspirasi ? conspiracy ? SEO problems ? download ebooks ? download movie ? download comics ?

Lanjutkan membaca “Apa yang mau diumumkan ?”

Apa yang mau diumumkan ?

Menulis Indah atau ….. ?

Pelajaran ini paling tidak saya senangi sejak di SD tahun 1980-an, menyebalkan dan tulisan yang menjadi contoh sepertinya cocok untuk Anak kelas I SMP dibandingkan kelas 3 SD saat itu. Saya masuk SD tahun 1979 lulus tahun 1985 dengan tampang dekil, karena jarman (jarang mandi!! malu ). keliatan nggak ?

Menulis Indah atau ….. ?