MANAJEMEN PEMBERDAYAAN

Sebagai seorang pemimpin atau manajer di suatu instansi atau institusi atau lembaga, sebelum mengaku sebagai pimpinan. Sudahkah yang bersangkutan memperhatikan bawahan atau pengikutnya dalam menjalankan roda organisasi?

Pemberdayaan bawahan oleh atasan atau oleh pimpinan pun jangan sembarang dengan tidak memperhatikan kebutuhan mereka dalam sandang pangan atau eksistensi mereka dalam kehidupan sosial dan keluarganya.

Kebanyakan pimpinan itu lebih mengeksploitasi bawahan atau suruhannya hanya untuk kepentingan bahkan keuntungan sendiri, he will take credit for he never done, ia akan ambil keuntungan dan mengaku bahwa karena ialah suatu pekerjaan besar atau suatu kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan melupakan orang-orang yang telah mendukung pekerjaan itu.

Habis manis sepah dibuang, kebanyakan begitu yang saya alami dan saya perhatikan. Bukan menghakimi namun ini fakta atau kenyataan. Saya berani memastikan, bahwa atasan pun tidak akan bisa melakukan seperti yang bawahannya lakukan.

Contoh saat menampilkan powerpoint saja, masa harus selalu bilang next next sementara membuat tayangan pun ia dengan gampang menugaskan bawahannya. Jika bawahan itu menolak, maka akan ia tendang dan ia akan pilih bawahan lain yang mau menurut tanpa menolak dan tentu saja ini memberi keuntungan baginya. Apakah ini pemberdayaan? Bisa juga ya dilihat dari kata-katanya.

Maka, seyogianya seorang atasan yang biasa dijual lebih mahal dari bawahan harus lebih superior segala pengetahuan dan kemampuannya, bisa mengerjakan sendiri yang hanya sekedar powerpoint karena pada akhirnya membuat powerpoint semacam itu tinggal jiplak saja dari internet.

Pemberdayaan dengan memperhatikan bawahan tanpa menugaskannya seperti seorang tuan atas budaknya merupakan penghargaan atas hakikat manusia. Tugas manajemen atau tugas memimpin adalah Memanusiakan manusia bukan memperdaya manusia lain, Memberdaya dan Memperdaya suatu kata yang perbedaannya tipis semata.

Pemberdayaan dengan memiliki tujuan dan tekad yang sama pada suatu organisasi akan membawa organisasi itu maju setingkat lebih tinggi dari keadaan sekarang.

Salam Literasi

MANAJEMEN PEMBERDAYAAN

Strategi Keunggulan

Strategi menyiratkan bahwa ada kaitan dengan keputusan besar sebuah organisasi, baik dalam melakukan bisnis, pekerjaan, mencapai main goal (tujuan utama), mewujudkan impian atau tekad sebagaimana kampanye. Keputusan ini memungkinkan adanya kegagalan maupun keberhasilan.
Penekanan akan kemungkinan tersebut terletak pada pola tujuan dan kerangka kerja.
Sehingga strategi atau siasat adalah perilaku yang konsisten.

Keputusan strategis yang dihasilkan pemimpin organisasi, pemimpin lembaga, pemimpin partai, pemimpin negara, pemimpin bangsa seharusnya mampu menciptakan keunggulan. Keunggulan ini nantinya menentukan apakah organisasi, lembaga, partai, negara atau bangsa sukses atau tidak dalam lingkungan yang serba penuh persaingan ini.

Dengan demikian sebuah strategi ….

Strategi Keunggulan

Kriteria Kepemimpinan ala Gadjah Mada

Disarikan dari 18 jurus rahasia sukses Pemimpin Besar Nusantara karangan Bhre Tandes)

  1. Pemimpin harus tampil simpatik, berorientasi ke akar rumput, mengutamakan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi maupun golongannya.
  2. Pemimpin harus mampu bersikap arif dan bijak, menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan religi serta menjadi panutan rakyat (orang yang dipimpinnya).
  3. Pemimpin mampu proaktif, berinisiatif, kreatif, inovatif (memelopori pembaharuan), serta rela mengabdi tanpa pamrih untuk kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya.
  4. Pemimpin memiliki kepribadian yang kuat, berintegritas tinggi, bermoral luhur, obyektif, memiliki wawasan yang jauh ke masa depan (visioner) untuk kemajuan bangsanya.
  5. Pemimpin memiliki memiliki fungsi kontrol, mampu mengawasi bawahan secara efektif, efisien, produktif, berani menindak secara adil yang bersalah tanpa pilih kasih.
  6. Pemimpin harus akomodatif, mampu memadukan perbedaan dengan permusyawaratan, pandai berdiplomasi, mampu menyerap aspirasi dari akar rumput (stakeholder).

Untuk memenuhi kriteria di atas

Kriteria Kepemimpinan ala Gadjah Mada

Gadjah Mada, Sang Leadership Legendaris

Gadjah Mada, Sosok Leadership Kuno
(disarikan dari 18 rahasia sukses pemimpin besar Nusantara karangan Bhre Tandes)

Di era demokrasi sekarang ini, semakin banyak berhamburan janji-janji yang seakan diobral demi penjualan harga diri sehingga akhirnya para konstituen akan memilihnya sebagai wakil dari mereka dan kemudian dilupakan.
Berabad-abad sebelumnya, kondisi serupa juga terjadi di Negara Majapahit.
Puncak kejayaan Majapahit saat dipimpin seorang Mahapatih Agung yang bernama Gadjah Mada.

Seakan berabad-abad lampau, pola-pola manajemen sebenarnya sudah tertanam dan berakar kuat di bumi Nusantara ini. Mahapatih Agung telah menerapkan konsep tersebut dengan mewujudkan Negara Majapahit yang memiliki kekuasaan hingga semenanjung Asia Selatan dan terkenal hingga daratan Tiongkok dan sekitarnya.
Para CEO modern saat ini

Gadjah Mada, Sang Leadership Legendaris