petani-apel

Ada seorang petani apel yang miskin, ia tidak mempunyai uang banyak, tapi ia memiliki lahan kebun seluas satu hektar. Kebunnya berada di kaki bukit. Entah apa alasannya ia menanami semua ladangnya dengan apel, hari demi hari ditungguinya, disemainya, hingga akhirnya semua tanaman apelnya berbuah. Semua buah apel dijual dan ia mendapatkan uang, dalam ketidakberdayaan uang tadi dibelikannya tanah dan bibit apel untuk ditanami lagi. Begitu seterusnya, hingga bertahun-tahun kemudian ia memiliki banyak lahan apel dan menghasilkan buah apel setiap tahun. Lama kelamaan ia menjadi kaya.

Apakah dengan bertanam apel semakin banyak akan terjadi penurunan harga? Berarti apel semakin murah harganya ? Benar, tetapi memang begitu tujuan hidup manusia, mutu hidup semakin tinggi tetapi harganya semakin murah karena manusia menghendaki kualitas bukan kuantitas.

Bagaimana dengan ketugian petani, ada pencuri, ada hama, ada gangguan yang lain, adanya gangguan stabilitas perdagangan? Petani yang baik akan selalu memperhitungkan segala kerugian tersebut dalam biaya-biaya tak terduga dan tentu akan diperhitung kembali sebagai alokasi dana jaminan resiko.

Menjadi kaya bukan sekejab, namun karena proses. Proses memakan waktu, supaya waktu tidak ditunggu dan menjadi lama. Maka carilah proses yang ANDA SENANGI, ANDA SUKAI, ANDA CINTAI, maka waktu itu berharga karena semua dikerjakan KARENA CINTA bukan KARENA SEDIH HATI ATAU KARENA PAKSAAN, TETAPI KARENA HATI KITA YANG MEMINTANYA DENGAN IKHLAS.

♥kembali ke asal.