Dashyatnya Keserakahan

Saat masih di tempat kering kerontang dirinya berlaku bak malaikat<
segala tutur katanya adalah berkat dan kesabaran
memberikan ilham dan menyebarkan kesegaran
semua insan takluk dan sujud menghormati bahkan mengultuskannya
sebagai orangnya hebat dan sederhana

Setelah roda kekuasaan datang menghampiri
pengaruh kroni yang erat dengan aroma kekayaan
perlahan dan senyap tutur kata berkat dan kesabaran
telah berubah menjadi menggelap dan jauh lebih pekat
pikir dan tindak tak lagi berada pada nasehat lurus
malah menyebarkan ide busuk korup sesat
tak lagi ada kesabaran melainkan permainan mamon
Monster keserakahan merajalela demi trilyunan anggaran
Satu persatu rekanan diciduk dan harus mempertanggungjawabkan
bagi-bagi bonus dan hasil belah duren yang merongrong keuangan negara
merugikan para kontraktor dan pekerja
harapan mendapatkan dewan perwakilan yang bersih dan jujur pun sirna
karena hati nurani bisa digadaikan dengan rupiah

Dashyatnya Keserakahan

Realistis Sosialita

Tipe Realis Sosial adalah orang-orang populer yang penuh energi. Mereka dapat diandalkan, terorganisir dengan baik, dan senang menolong. Nilai-nilai tradisional penting bagi mereka. Pembentukan keluarga juga memegang peran utama dalam kehidupan mereka. Tipe Realis Sosial memiliki sifat sosial yang menonjol. Mereka selalu siap mendengarkan kegelisahan dan masalah orang lain dan tidak pikir panjang ketika dimintai bantuan. Dengan empati dan pengertian, mereka dapat merasakan apa yang dibutuhkan orang lain. Tipe Realis Sosial selalu bersedia menghargai sifat-sifat baik orang lain dan memaafkan kelemahan orang itu. Mereka yang paling mudah bergaul dari seluruh tipe kepribadian. Kontak sosial sangat penting bagi mereka.

Tipe Realis Sosial sangat sulit menerima konflik dan kritik – keharmonisan adalah ramuan mujarab bagi hidup mereka. Pengakuan dan harga diri sangat penting bagi tipe ini. Di sisi lain, diferensiasi bukan salah satu kekuatan mereka. Dalam pekerjaan dan kemitraan, mereka setia, berkomitmen, dan selalu siap jika dibutuhkan. Mereka mudah berteman karena keterbukaan dan kehangatan mereka, dan mereka memiliki lingkaran besar pertemanan. Dalam asmara, mereka bisa dipercaya, penuh perhatian, dan menyayangi pasangan mereka dengan imajinasi dan kepekaan besar. Tipe Realis Sosial menunjukkan perasaan mereka dengan terbuka dan jujur. Jika hubungan mereka putus, mereka cenderung menyalahkan diri sendiri. Itulah sebabnya mereka sulit mengakhiri hubungan sekalipun hubungan itu sudah tidak berhasil memenuhi kebutuhan mereka.

Tipe Realis Sosial adalah tipe yang lebih konservatif. Mereka memiliki tata nilai dan aturan yang kaku yang berorientasi pada tradisi yang tak lekang oleh waktu. Mereka lebih menyukai lingkungan dan proses kerja yang jelas dan terstruktur; mereka tidak menyukai terlalu banyak perubahan dan gejolak. Kekuatan mereka terletak pada diri mereka yang teliti dan dapat diandalkan dan bukan pada keluwesan dan spontanitas mereka. Tipe Realis Sosial hanya terbuka hingga batas tertentu terhadap hal-hal baru. Namun, jika Anda mencari orang untuk menyelesaikan tugas dengan dapat diandalkan dan tepat, merekalah orangnya.

Sumber : http://www.ipersonic.net/id/7.html

Untuk mulai Tes silakan Klik Ini

Realistis Sosialita

Hadiah Buat Penjahat

Bukan barang baru, bukan hal baru jika setiap saat dan tiap hari, berita-berita media massa dan media sosial menyampaikan kabar kejahatan, tragedi kemanusiaan. Korban dibunuh, korban diperkosa, korban dirampok, korban pelecehan seksual, dan berbagai kejahatan sosial yang terus berkembang dan terus bertambah.

Tidak sedikit penjahat-penjahat mulai dari iseng-iseng, penjahat dengan alasan khilaf, penjahat beralasan terdesak kemiskinan, penjahat yang memang sudah merencanakan kejahatannya, sampai penjahat-penjahatan kambuhan dan residivis menggunakan ilmu-ilmu dan aji-aji keberaniannya melancarkan kekejiannya.

Akibat kekejian itulah banyak korban-korban yang didominasi jenis kelamin perempuan bergelimpangan, ada yang sudah menyerahkan segala-galanya hingga tubuhnya eh jiwanya pun diembat juga oleh para penjahat ini. Ada yang beralasan sepele dan ada yang alasannya dicari-cari dan tidak ketemu akhirnya terpaksa mengakhiri hidup mangsanya.

Penjahat-penjahat seperti ini, yang saya amati dari foto-foto rilis berita kriminal selalu diberi hadiah-hadiah fantastis yang saya sendiri sangat menolak menerimanya, apa?
Ya, hadiahnya adalah timah-timah panas yang dilepaskan dari moncong-moncong senjata api beringas. Ada yang mendapat dua biji, ada yang menerima tiga (satu bonus) karena bromocorah-bromocorah ini mau melarikan diri bahkan melawan petugas kepolisian yang meringkus mereka. Mau tak mau, suka tidak suka tanpa mereka menyanyi “Sakitnya Tuh di sini” tak mau diterima oleh petugas polisi.

Hadiah yang masih jauh dari setimpal dengan tindakan penghilangan nyawa seseorang apapun alasannya !

Hadiah Buat Penjahat

Tuntutan Bos

Sejak hari rabu sampe kemarin, hatiku selalu bergemuruh dengan amarah dan murka ~ entah tak tahu sebabnya. Mungkin karena anak-anak yang dijemput tidak perlu merasa segera pulang karena sang supir sudah menunggu di gerbang sekolah. Mungkin karena ayah merangkap supir didera tugas kantor yang rumit untuk segera menyelesaikan laporan akhir tahun yang sudah dituntut Bos agar segera tuntas sebelum malam pergantian tahun 2014.

Apakah karena Bos sebentar lagi akan pension sehingga perlu menutup reputasi dengan hasil yang maksimal walopun harus mengorbankan bawahan tidak bertemu anak kandung dan anak mertua untuk jangka waktu berminggu-minggu demi lembur dan duit lembur yang lumayan asalkan tidak dipangkas kantor demi alasan berhemat dan bayar listrik serta tagihan internet.

Bos-bos juga puyeng karena dituntut oleh para Bos yang lebih tinggi pangkat dan jabatannya sehingga harus mengerahkan seluruh kemampuannya “mendorong” dan memotivasi para bawahan agar giat dan gigih bekerja menyelesaikan “keinginannya” eh rencana kerja institusi.

Pun didorong keinginan liburan akhir tahun menjelang kenaikan harga tiket tapi bisa diantisipasi karena telah membeli tiket tranportasi jauh-jauh hari dengan menyisihkan uang sendiri hasil menabung resmi. Untuk meningkatkan etos dan semangat kerja perlu juga liburan ala Li Kha-Shing yang selalu membagi lima bagian untuk penghasilannya juga ditiru para eksekutif ini?

Tuntutan Bos biar bagaimanapun harus dituruti dan disempurnakan alias dituntaskan dengan sebaik-baiknya karena nasib bawahan, pegawai rendah, pangkat yang masih di bawah sangat menentukan karirnya di masa yang akan datang.

Selama masih miskin, Kamu harus bersedia dimanfaatkan oleh orang lain ~ karena itu investasi sosial dan Setelah kamu menjadi Kaya, jangan pernah mau dimanfaatkan (diperdaya) oleh orang lain – motivasi Li Kha Shing

Penting sekali bagi bawahan atau yang masih mengabdi ini turut menajamkan mata batin dan mata Najwa agar tetap senantiasa tabah dan rela bekerja, karena jika sudah tidak rela bekerja maka kita harus berhenti bekerja dan Pensiun Dini saja

Tuntutan Bos adalah lagu merdu dan partitur paduan suara yang harus pandai dinyanyikan, semakin hari semakin baik tidak boleh disumbangkan apalagi tidak diperdengarkan karena jika hal ini terjadi ~ Kita dianggap pembangkang dan alamat lain menandakan akhir karir di perkantoran sebelum di lempar jauh ke lapangan.

Kami memerlukan dirimu Bos, karena hanya dikau yang menentukan nasib kami !

Tuntutan Bos

Penting-Pening

Penting sekali untuk mengira bahwa tahun depan ada kenaikan gaji berdasarkan kinerja Pegawai Negeri Sipil, terutama dengan kegiatan akhir tahun ini menyelesaikan Sasaran Kinerja Pegawai yang  dikerjakan secara keroyokan. Penting sekali penyelesaian SKP terutama dikaitkan dengan Penilaian Kinerja secara daring (dalam jejaring) yang dijanjikan harus berakhir tanggal 20 akhir bulan ini.

Membuat pening kepala karena pimpinan kami sendiri belum tau pasti mengisi penilaian secara daring ini, entah apakah ada surat edaran ataukah karena kekurangtahuan, namun demikian hal tersebut merupakan Ketokohan pimpinan saya yang saya junjung dan hormati.

Biar apa kata dunia tentang SKP, PK Online dan apapun mengenai nilai kinerja, toh ada catatan fakta yang didokumentasikan dan dilihat langsung oleh pimpinan saya. Kemudian penilaian-penilaian itu tinggal direkam lalu dipindai kemudian dikirim ke dinas terkait untuk dinilai keberartiannya. Sangat positif yakin akan kebenaran nilai kinerja karena itu yang memang kami kerjakan sungguh-sungguhan.

Kenaikan pangkat dan lain seterusnya yang berkaitan dengan itu tentu ada yang mengatur dan aturannya cukup jelas hanya implementasi pada daerah-daerah yang berbeda-beda penafsiran membuatnya seolah-olah sulit bin rumit. Ada jalan keluarnya jika memang harus ditempuh.

Penilaian kinerja berimbas pada insentif atau take home pay di tahun 2015, yang sekali lagi konon menurut isu yang makin hari makin surut kadang pasang sebagaimana tertulis pada bagian ini – sangat menarik hati

Ujung-ujung setelah dihitung-hitung lagi dengan pajak, tunjangan suami/istri, tunjangan anak, tunjangan beras (jika masih ada kecuali yang sudah berhenti menjadikan beras sebagai bahan pangan utama apakah nanti singkong atau telo?) paling puol hanya sampe 7 jutaan dibanding gaji tahun ini yang masih belum sampe 3,5 juta itupun mesti dipotong dengan pinjaman-pinjaman koperasi, kredit-kredit dengan Bank pelat merah, juga potongan tetek-bengek lainnya (arisan, gotong royong, sosialita, etc).

Yang penting sebelum pening meninggalkan tahun 2014 adalah ada harapan di masa depan masih ada perbaikan dan perubahan, tantangan dan peluang masih bisa diberi kesempatan untuk diselesaikan.

Penting-Pening

Isu Kenaikan Gaji PNS (Fungsional) 2015

Pertengahan Desember ini telah beredar SMS (abal-abal) yang entah dari siapa pengirimnya karena nomer asing, seandainya ada nomernya pun si pengirim juga mengatakan tak tahu pasti dan semua penerima SMS sangat berharap bahwa isu yang disebarnya menjadi kebenaran dan benar-benar terjadi!
Merebak isu dengan dasar Surat Keputusan Bersamaan (konon) dari tiga Menteri yakni Menteri Keuangan, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah, serta Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara Nomor 251/SKB/2015 bahwa sejak tanggal 1 Januari 2015, tunjangan sertifikasi kepada guru-guru dihentikan kemudian diganti dengan pemerataan tunjangan untuk seluruh guru dan jabatan-jabatan fungsional yang terkait dengan nominal angka sebagai berikut :

Tunjangan Guru diratakan sebesar Rp 2,5 juta per bulan (di kota maupun tempat terpencil)
Tunjangan Jabatan Kepala Sekolah sebesar Rp 2,5 juta per bulan
Tunjangan Penilik/ Pengawas Sekolah menjadi Rp 3 juta per bulan
Tunjangan Kepala Tata Usaha menjadi Rp 3 juta per bulan
Tunjangan Kepala UPTD Rp 5 juta per bulan
Kemudian Gaji-gaji Guru juga mengalami pembedaan di golongan kepangkatan :
Golongan II A dan II B sebesar Rp 3,5 juta
Golongan II.C dan II D.sebesar Rp 4 juta.
Golongan III.A. dan III B sebesar Rp 4,5 juta
Golongan III.C dan III D.sebesar Rp 5 juta
Golongan IV.A dan IV B sebesar Rp 5,5 juta
Golongan IV.C dan IV D.sebesar Rp 6,5 juta .
Guru Widya Bhakti mendapat tunjangan sebesar Rp 2 juta per bulan

Jika ini diasumsikan sebagai “mimpi” yah boleh juga menjelang akhir tahun dan pembobotan pekerjaan akhir tahun (tahun Masehi) dan akhir tahun pelajaran (setiap Juli)
Jika ini menjadi kabar semoga tidak menjadi kabar buruk

Toh Namanya juga ISU ! 

Keberadaan SKB tersebut juga sulit ditelusuri sebab berbagai pihak yang dikonfirmasi tidak dapat menunjukkannya, nah tulisan ini bermaksud menayangkan SMS yang beredar.

Isu Kenaikan Gaji PNS (Fungsional) 2015

Motivasi

Arti kata Motivasi menurut Kamus adalah suatu keinginan yang menyatakan tekad atau tujuan.
Ada juga yang mengatakan sebagai intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya

Motivasi berkait dengan tiga unsur utama yaitu : intensitas (kepenuhan kekuatan, tingkat skala prioritas), arah (tujuan yang ingin dicapai), ketekunan (tekad atau kerajinan mencapai tujuan).

Perilaku Motivasi ini kemudian diteorikan oleh tokoh-tokoh Manajemen seperti Adam Maslow, Douglas Mac Gregor, David McClelland, Herzberg, Victor Vroom, Clayton Adelfer. Mulai dari kebutuhan, kepuasan, berprestasi, keinginan dihargai, motivasi kerja, motivasi kehidupan, dan lain sebagainya.

Ada paradigma yang mengejawantahkan motivasi dengan semangat atau tekad, nah paradigma ini yang kemudian melahirkan motivator (orang-orang yang memberi motivasi atau menyuntikkan semangat tadi).
Motivator lahir karena kebutuhan massa atau orang lain untuk mendapatkan kekuatan, skala prioritas, kejelasan arah atau meningkatkan ketekunan dalam meraih cita-cita dan tekad.

Contohnya adalah Johan Yan (konon sebagai peraih enam rekor MURI) yang menebarkan virus Dahlan Iskan ke Kota Palangka Raya bekerjasama dengan PT Kalteng POS dengan tema Kerja, Kerja, Kerja.
Lanjutkan membaca “Motivasi”

Motivasi