Kontroversi

Sejak tahun 1976, game-game komputer ataw elektronik telah memicu kontroversi karena bertentangan dengan keadaan dunia awam. Seperti contoh game buatan Exidy yang berjudul Death Race menimbulkan huru-hara dan kecaman dari Dewan Keselamatan Nasional, pada tahun 1982 perusahaan game Atari membuat game yang menimbulkan gerakan feminis di AS menentangnya karena bertentangan dengan hak-hak perempuan dalam permainan berjudul Custer’s Revenge. Walaupun demikian game-game tersebut tetap mendapat tempat khusus di hari penggemar game elektronika.

Selama 15 tahun terakhir, ada beberapa permainan lain yang mempunyai nyali untuk menghasilkan perasaan bertentangan terhadap masyarakat keawaman, antara lain :

  1. Night Trap (buatan Sega) menyentuh toleransi dari Media dan berpengaruh pada penjualan retail karena prinsip permainan yang memerangkap seseorang yang berkecenderungan menjadi vampire dan kemudian membunuhnya. Menurut Sen. Joseph Lieberman adalah game sampah dan sangat memalukan.
  2. Mortal Kombat (1992) berisi kata-kata yang tidak pantas untuk disebarluaskan di kalangan anak-anak. Games buatan Capcom ini sangat brutal dan menampilkan kekerasan pertama secara vulgar dalam dunia permainan elektronik. Games ini sendiri dibahas pada tahun 1993 dalam sidang kongres AS sehingga pemerintah kemudian menelurkan peraturan ESRB untuk merating game yang baik dan extreme-brutal-sex-dan lain-lain.
  3. Doom (1993 : Game PC) merupakan kelanjutan dari permainan komputer sejenis yang beredar sebelumnya berjudul Wolfenstein 3D, namun Doom berisi gambar-gambar permainan brutal dan memiliki latar belakang image yang menunjukkan adanya sekte-sekte ajaran sesat dan ajaran yang bertentangan dengan Kristiani (penggambaran tentang Setan). Yang melatarbelakangi oknum pelaku pembantaian brutal tahun 1999 di Columbine High School. Game ini merupakan simulator latihan membunuh dan penyiksaan bagi korban-korban, yang kemudian akhirnya ditutup kasusnya.
  4. Simcopter (1996: Game PC). sebelum perusahaan Rockstar diambil alih oleh Hot Coffee, pembuat game The Sims yakni Maxis dihebohkan oleh tim Speedos (tim pengembang karena menganggap mereka bekerja dalam kondisi kerja yang sangat tidak kondusif yaitu terlalu banyak jam lemburtetapi kurang well paid lah), programer SimCopter yang bernama Jacques Servin membuat sinyalemen-sinyalemen buruk pada kode-kode game sebelum game itu dipasarkan seperti penamaan hari dan tatoo pada tubuh obyek pria dalam game itu yang didub sebagai “himbos” terlalu banyak gerakan peluk dan cium yang memicu adanya radikal gerakan sex dalam permainan ini. Saat kode-kode ini dibongkar dan diperbaiki, dan penjualan paket sebelumnya ditarik– berikutnya giliran Servin yang diservis keluar dari permainan yang nyata sebagai pembuat game. (terlalu banyak cinta dan nafsu yang diumbar dalam mainan elektronik ini)
  5. Postal (1997 : Game PC) : Dalam permainan ini yang sangat brutal dan ekstra keras beredar setelah serial film pembunuhan yang dilatarbelakangi pengawai pos AS antara tahun 80-an hingga 90-an bersenjatakan gunting. Dalam penggambarannya benar-benar mempermalukan institusi Kantor Pos Amerika Serikat akibat perlakun oknum pegawainya, yang kemudian lembaga ini menuntut pembuat game untuk menarik paket penjualannya.
  6. Grand Theft Auto : San Andreas (2004 : PS2) . Permainan elektronik yang menampilkan kekerasan atau pembantaian seperti Terminator yang melakukan di mana-mana ditambahkan adegan-adegan sex melalui beberapa kode-kode dan patch beberapa pemain dapat melakukan adegan-adegan yang tidak diperkenankan untuk pemain usia belia, menghasilkan banjir kritik dan penolakan dan meminta pemerintah meninjau kembali peraturan penyebaran game elektronika di AS. Sehingga rating game ini menurun.
  7. Bully (2006 : PS2) mengandalkan kebiasaan bullying di kalangan siswa/pelajar sehingga jaksa penuntut dan kritikus video game Jack Thompson bertindak agar permainan ini ditarik karena menyalahi ESRB rating, ternyata upayanya itu gagal bahkan game ini mendapat respon yang sangat antusias dari penggemar game mania. Ada scene yang menampilkan tokoh utama game, Jimmy Hopkins dapat mencium karakter pria lainnya (ingat usaha memberdayakan gay atau lesbian dalam kultur amerika dan kehidupan normal adalah HARAM).
  8. Resistance (Fall of Man) 2006-PS3 – game permainan 1st man shooter yang dijalankan dalam konsol PS3 ditentang oleh Gereja Kristen Inggris karena menampilkan Katedral Manchester tanpa ada izin resmi dalam screen play mereka. Kecewa karena tempat suci dan sakral dipergunakan sebagai ajang adu tembak dan penjara alien, pihak Gereja meminta adanya permintaan maaf resmi dan gereja sebagai area permainan dihapuskan dari scenery game tersebut. Namun Sony sebagai developer game hanya bertindak tidak sepenuh hati dengan alasan tidak ada hubungan antara cerita fiksi sains dalam game tadi dengan pernyataan gereka yang mengklain adanya isu abad 21 di Katedral Manchester. Hal ini bahkan membuat game Resistance bertahan di jajaran 40 game top di dunia serta menghasilkan penjualan yang menghebohkan.
  9. Bio Shock (2007 : XBox 360 + PC) permainan dengan karakter seorang peran utama memang luar biasa stunning dan mencetak rekor komersial untuk perhargaan game tahunan. Ada beberapa catatan khusus tentang penginstalasian game ini karena pemain/ pengguna hanya boleh memasang game dua kali dalam konsol atau alat yang sama). Terdapat persoalan etika terutama yang berkaitan dengan protokol ADAM – yang memungkinkan adanya studi etika pemain yang berkiprah terlalu dalam dalam permainan ini dalam kehidupan keseharian mereka.
  10. ManHunt 2(2007- PS2,WII, PSP) – permainan ini dilarang beredar di beberapa negara karena fitur-fitur karakter yang ditampilkan menunjukkan kekerasan yang berlebihan dan cenderung biadab. Memungkinkan pemain melakukan eksekusi terhadap karakter yang di luar batas kewajaran manusia agar bisa melarikan diri dari Lembaga Penyembuhan Mental (semacam RSJ lah) dan sebagainya. Game ini menerima rating extreme dari ESRB – karena mendapat kategori AO (amat oke?) – karena Rockstar sebagai developer dan perusahaan penjualannya sehingga mereka meminta rating ESRB diubah menjadi kategori M yang akan diedarkan pada bulan Oktober sambil memicu badai kontroversi bagi masyarakat.

Wacana pendidikan berdasarkan pengalaman Johannes Harry tentang hasil survay OECD terhadap negara-negara di dunia yang memberikan prestasi memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi warga mudanya. Lanjutkan disini untuk membacanya …..

7 pemikiran pada “Kontroversi

  1. nabillaeda berkata:

    diilhami dari kontrov.game-rate ini,saya menjadi terinspirasi….pelajaran buat para gamers,khususnya di Indonesia………
    Rate-game esrb emang pantes soalnya kalau ngerate sesuai dengan gamenya.

  2. prasXI-IA4 berkata:

    lama-kelamaan moral anak Indonesia akan rusak gara-gara meniru action dalam game tersebut…

    Hebat ya pak para pencipta game tersebut khususnya
    Jepang dan Amerika secara perlahan-lahan merusak otak para gamer d Indonesia..
    penjajahan secara halus tuh pak..
    gara2 game bgituan anak Indonesia bnyak yg jd bodoh..hihihi keseringan maen seh jadi lupa belajar deh..😀

  3. fajarchristomy99 berkata:

    pak maen game tu ga seru kalo ga ada kekerasan di dalamnya….
    soalnya kalo di tuch gama ada kekerasan di dalamnya tu bisa ngebuat kita yang maen tuch game lupa waktu karena saking asyiknya maen game….
    apalagi maen game yang bunuh-bunuhan,tembak-tembakkan, n adu jotos__ga ad duanya dech pak…….

  4. Saya belum berani gun mengoleksi game semacam itu, karena
    otomatis ngasi contoh ke anak…. kalo di internet kan dia masih belum bisa liat entah kalo udah besar wakakakakakkkkkkk😆

  5. Hmnn… Menurut saya, di industri game Jepang (dalam game PC, bukan konsol), banyak sekali game yang menonjolkan unsur seksualitas, ber-genre bishojo (love sim) istilahnya, namun disuguhi dengan adegan-adegan seksualitas yang dikenal dengan sebutan hentai. Sebenarnya game-game ini berbahasa Jepang dan hanya didistribusikan di Jepang saja, namun beberapa tahun terakhir banyak perusahaan di AS yang menerjemahkan game-game ini ke dalam Bahasa Inggris, dan imbasnya… Masuk ke Indonesia.
    Saya akui, saya pun punya banyak koleksi game ini…😆
    Di PlusCom Unpar banyak tuh.😆

  6. dofphat berkata:

    Bener juga sih pak! Banyak rata2 geme yang menampilkan kekerasan dan adegan-adegan di bawah umur atau adegan sexual. Padahal gamekan diciotakan untuk hiburan dan sebagai pengembangan daya pikir. Tapi kalau gamenya kurang menantang dan kurang adegan actionnya juga ga rame untuk di mainkan.
    Seperti game postal, yang menyebabkan rame adalah kita merasa kita seperti hidup dalam kehidupan sehari2 yang bisa berbelanja n buang air sembarangan.
    Untuk game mortal kombat rame gara2 tehnik-tehnik beladiri dan gerakan aksi yang menarik karena visualisainya. Lagipula jalan ceritanya sangat menarik dan mengandung nilai tentang rasa penghargaan dan pengorbanan untuk sesama.
    Lalu game-game lainnya, menurut saya yang membuatnya menarik, karena game tersebut juga memiliki grafis dan kontrol game yg bagus. Selain itu juga jalan cerita game yg menarik.
    Menurut saya hal tersebut kembali kepada gamer itu sendiri. Apakah seorang gamer bisa menyaring apa yang dia dapatkan dan mengelolanya. Sehingga kepuasan memainkan game diadaptkan lalu mendapatkan maanfaat dari game tersebut. Namun penting juga untuk kita memilih game yang wajar dan sesuai dengan usia kita saat itu. Jadi menurut saya bijaklah dalam memilih game. Soalnya menurut saya masih banyak game yang menarik tanpa harus ada adegan sexualnya (walaupun tetep ada aksinya).
    Oleh sebab itu dalam memilih game, perlu diperhatikan dulu rating sebuah game. Apakah game tersebut mempunyai rating E (Everyone), 17+, RP (Role Playing), M (Mature), T (Teen), A (Adult, dan sebagainya. Selain itu majalah dan situs2 game juga membantu untuk memilih game yang sedang booming dan sesuai dengan norma kita bangsa Indonesia. Dan kalau mau main game yang ga cepat bosan mainin aja game olnline soalnya jalan ceritanya namabah terus tiap minggu dan bisa kerjasama untuk menyelesaikan misi dengan temen2 seluruh indoneseia bahkan dunia. Itung2 bisa cari banyak temen dan kenalan otomatis juga gara2 gamenya universal pasti tidak berbau hal2 negatif.
    Makanya bijaklah untuk memilih game dan jangan juga keseringan main game entar lupa belajar. Dan sran saya untuk mengetahui masalah game yang bagus n kurang bagus bisa lihat situsnya di http://www.gamespot.com, dijamin mak yos. Hehehehe!

    Waduh sorry pak kepanjangan, maklum terbawa emosi sebagai gamer, hehehehehe!
    by Vans East

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s