Penyakit Asma

Berdasarkan inspirasi dari Budiman Salim (pertama di dunia mencapai Crown Diamond di sebuah MLM DXN) tentang penyakit asma.

Asma adalah sebutan untuk penyakit pernapasan yang muncul saat udara dingin atau musim hujan seperti sekarang ini. Penderita asma juga membawa dampak bagi anggota keluarga yang lain, karena bunyi ngik-ngik yang frekuensi rancap setiap kali penderita menarik napas, atau tarikan napas yang tersengal-sengal. Hal ini membuat orang lain kuatir selain menjadi terganggu.


Asma berasal dari kata Yunani yaitu Ashma – artinya sukar bernafas. Penyakit ini bukan penyakit menular, tetapi mengikuti faktor genetika terutama dari garis keturunan ibu menurut Prof.Dr.dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD-KAI. Sehingga seorang gadis atau ibu yang sedang hamil sebaiknya melakukan antisipasi agar kemungkinan anak yang dikandung mengidap asma bisa diperkecil, salah satu caranya dengan tidak merokok atau berdekatan dengan perokok (baik aktif maupun pasif) juga menghindari asap rokok dan diberi air susu ibu eksklusif selama 4-6 bulan – bayi yang baru lahir jangan diberi protein tinggi dari susu hewan (susu instan – susu formula) karena protein susu sulit diserap oleh sistem pencernaan bayi.

Seorang dokter dari Klinik Asma dan alergi di Jakarta mengatakan, asma merupakan penyakit yang tidak dapat sembuh namun bisa dikontrol dan diobati. Nah kam, diingatkannya, sebaiknya penderita asma menghindari faktor pencetus asma yaitu debu rumah.
Debu rumah ini adalah kotoran kutu yang disebut tungau-tungau (Dermatophagoides pteronyssinus) yang gemar hidup di tempat tidur (kapuk tilam) dan di tempat yang lembab. Tungau-tungau memakan sisik kulit manusia yang terjatuh. Setiap orang rata-rata menjatuhkan 0,5 – 1 gram sisik kulit setiap hari yang cukup menjadi makanan ratusan tungau-tungau. Dalam satu gram debu rumah mengandung sekitar 5000 ekor tungau yang tidak kasat mata karena berukuran kecil dan sulit dibedakan dengan butiran debu.
Alergen (penyebab alergi) sebenarnya beradal dari protein kotoran tungau, dan butiran tinja ini mudah dihirup oleh manusia. Reaksi alergi mengarah ke penyakit asma. Pada penderita asma, pipa saluran udara (saluran pernapasannya) sangat peka dan sensitif terhadap alergen sehingga mudah meimbulkan batuk, sesak napas diikuti bunyi tiupan saat menghembuskan napas (ngik-ngik).
Orang tua yang memiliki anak atau anggota keluarga penderita asma sebaiknya tetap membiarkan anaknya beraktivitas layaknya anak sehat secara normal. Lingkungan rumah diatur jangan lembab, berventilasi udara yang cukup, mendapat sinar matahari cukup, jangan berisi terlalu banyak barang di dalam kamar si penderita yang mudah menangkap debu, tidak memberikan mainan boneka berbulu, tidak ada karpet, selimut yang digunakan penderita harus yang mudah dicuci dan tidak berbulu, sprei kasus diganti dua kali seminggu, di kamar penderita jangan banyak buku-buku tua karena buku tua mudah lapuk, kasur yang digunakan tidak dari kapuk melainkan busa atau latex agar tidak menjadi sarang tungau.

Juga perlu dihindari, memelihara hewan berbulu (anjing, kucing, dan lain-lain), asap rokok, semprotan nyamuk (ini juga beracun loh !!!), uap cat, uap cat kuku, uap zat kimia yang reaktif dan merangsang hidung, menghilangkan kebiasaan merokok bagi anggota keluarga lain (karena merokok juga merusak kesehatan loh !!!).

Supaya tidak kerap kambuh, penderita harus menjalani gaya hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, banyak minum, kurangi kerja berlebihan, istirahat yang cukup seimbang, berolah raga, jangan beraktivitas hingga larut malam (semakin malam semakin dingin juga), olah raga yang dianjurkan adalah renang dan olah nafas.

Pengobatan alternatif untuk ashma dengan jenis herbal, yang terbaik di antaranya adalah CordycepsCordyzhi – herbal alami yang mengandung nutrisi tinggi mutu sangat baik untuk terapi kesehatan. Ribuan tahun lalu ditemukan di dataran tinggi Tibet, Cina, dan Nepal. Mengandung bahan aktif cordycepic acid, cordycepin amino acid, glutamic acid, polisakarida, vitamin B12 dan vitamin lainnya. Herbal ini terkenal sebagai obat tradisional untuk mengatasi masalah kesehatan diantaranya meningkatkan fungsi paru, metabolisme tubuh, anti oksidan, dan meningkatkan stamina tubuh.

cordyzhi

Untuk mendapatkan makanan ini hubungi distributor DXN yang anda ketahui dan kenal reputasinya, atau silakan menghubungi Rudy Hilkya untuk Kalimantan Tengah dan sekitarnya melalui komentar di sini. Saya tunggu pendapat Anda.

DXN sedia membantu masalah penyakit asma dan cara mengatasinya.

5 Responses to Penyakit Asma

  1. tosimde mengatakan:

    coba minum omega 3 kapsul, morinda, teh herba atau spirulina diminum dan minyak but but dioleskan sebelum tidur didada. mudah-mudahan sembuh. semua produk dari herba, sehingga tidak minimbulkan efek samping. dan halal.

    terima kasih atas saran dan petunjuk tosimde …

  2. rudyhilkya mengatakan:

    menurut pengalaman saya, karena istri dan saudara-saudara ada yang mengidap asma, jenis batuk asma ataw penderita asma kadangkala mengalami batuk yang disertai bunyi ngik-ngik saat tarikan nafasnya, dan jika sudah dingin atau setelah bekerja keras, terutama di daerah ekstrim selalu susah menarik nafas.

    Cordizy berfungsi untuk melegakan tenggorokan tersebut dan ramuan herbal, tanpa efek samping.

    Silakan

  3. chantik chinta mengatakan:

    saya mau tanya bagaimana tanda dan gejala asma itu dan bagaimana kita mengetahui apakah itu penyakit asma atau bukan.trimekasih

  4. rudyhilkya mengatakan:

    Bu Fera : siswa saya juga ada masalah yang sama dengan ibu, saya sudah menghitung biaya pengobatan asma ini. Memang memakan biaya yang tidak sedikit karena sifat penyakit tersebut hanya ditanggulangi bukan diobati sebab mengikuti garis keturunan dari garis ibu.
    Melalui DxN yang saya percayai, karena istri saya juga pengidap asma pasif adalah Cordizy,
    Ibu bisa menghubungi distributor yang dekat dengan tempat tinggal ibu, cukup yang 30 kaplet dulu disertai makanan serat Spirulina juga yang 120 kaplet saja (untuk menyerap sifat-sifat keasaman akibat treatment Cordizy tersebut),
    Cordizy untuk klien biasanya berkisar sekitar Rp 100 ribu, sementara spirulina sekitar Rp 150 ribu. Jika memang ibu bertahan dengan bahan kimia, saya berpikir jernih sampai kapan bisa demikian. Makanan nutrisi alami lebih diyakini mampu menangkal penyakit yang satu ini.
    Keputusan sepenuhnya ada di tangan Ibu.
    Kalo boleh tau, biu berada di daerah mana ya ?

  5. Feranda Oktorani, S.Pd mengatakan:

    saya penderita asma. umur 10 tahun pernah pengobatan rutin 1 tahun. setelah itu tidak pernah kambuh. umur 19 tahun asma saya sering kambuh. saya coba renang 1 tahun sudah berurang. kemudian umur 26 saya menikah, dan jarang kambuh. ketika hamil 5 bulan saya kambuh yang lumayan parah, melahirkan pun saya harus operasi karena asma saya kambuh. anak saya sudah 10 bulan, saat ini asma saya sering kambuh. saya ingin berobat tapi kendala dari biaya. saya pernah ditawari DXn dan suplemen lainnya, sebenarnya saya tertarik tapi biaya mahal.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.479 pengikut lainnya.