Catatan Bekas

Baru terucap ada beberapa kalimat yang tak lekang setelah saya membaca buku karangan Gerrie Lim tentang Invisible Trading (perdagangan “sex” terselubung) terbitan Gagas Media Juli 2005, yang menceritakan hasil investigasinya tentang escorting, layanan esek-esek di negeri Jiran berlambang Singa.

Layanan Sex kepada orang lain yang bersedia membayarnya dalam bentuk apapun atau yang menimbulkan kepuasan sulit sekali dibedakan dengan layanan non-sex. Muncul istilah escorting yang dianggap sebagai layanan pengganti, dikatakan bahwa escorting memerlukan keterampilan sosial melalui pertemanan yang ujung-ujungnya jika memenuhi harapan dan sesuai dengan keinginan dapat berakhir dengan hubungan sex juga. Wakksss benar-benar permisif dunia sekarang,

Saya terkesan dengan kalimat (hasil investigasinya terhadap pelaku pasar ini) yaitu :

”Jangan pernah jatuh cinta dengan klien, karena ajakan menikah berarti hubungan yang serba gratis dan kau tidak akan menikmati hidupmu. Hidup kita sudah mempunyai harga“ … kalo tidak salah si Amelia atau Rebecca yang bicara (dalam buku itu)

Escorting diawali dari dengan konsep hetaere, yaitu di zaman Yunani Kuno ada kelas wanita terdidik yang bertugas menemani lelaki dari kalangan elite Athena. Kalangan elitis ini dinamakan Misogini. Adapun tradisi pelacuran, rumah bordil adalah tempat berkumpulnya para wanita yang bersedia atau menerima pertukaran dengan satu misi suci yaitu melayani hubungan ritual suci melalui kontak badan atau kontak genital. Tanpa perlu berbicara sepatah kata pun cukup melengguh panjang melambangkan tanda kegairahan (libidum).

Perlu dicatat, bahwa kebudayaan Athena tidak membiarkan wanita mengenyam pendidikan serta hanya boleh sekali menikah. setelah menikah pun ia menjadi terikat dan diharuskan tinggal di dalam rumah, terisolir dari dunia luar. Akhirnya wanita tersebut mengalami marginalisasi dan ia mendapat label dari laki-laki yang “menindasnya” itu tidak menarik ….. ya beginilah wanita dikungkung dalam sangkar …

Sementara istri dicap tidak menarik lagi, pria ini kembali mencari wanita lain yang lebih menarik yang ada di luar rumah itu, kemana lagi kalo tidak ke rumah bordil …. (justifikasi terhadap wanita yang benar-benar melecehkan dimulai dari kebudayaan ini) … Mereka akhirnya mencari fantasi-fantasi yang cenderung mengarah liar menuju sex namun dibungkus dengan seni socialited yang lebih menarik dan terampil dalam seni percakapan sehingga tampak lebih berkilat daripada petir Zeus.

Selain hubungan dengan wanita, hetaerae  juga menyediakan hubungan dengan bocah lelaki (kemungkinan istilah gay lahir dari sini). Hetaerae berbeda dengan porne (pelacuran). Tetapi juga bukan digolongkan prostitusi umum. Terminologi modern pronografi muncul dari akar kata porne dan graphien (tulisan, gambar).

Pada masa Yunani, para hetaerae lebih tidak meminta uang tunai, melainkan hadiah tertentu sebagai timbal balik dari jasa sosial yang mereka berikan kepada klien. Seorang hetaerae terkenal pada tahun 600 SM, Sappho meninggalkan warisan akan percintaan sejenis sesama wanita yang ia ikuti di Pulau Lesbos yang menurunkan kata Lesbian.  Sappho dianggap sebagai ikon untuk para penabur debu kenikmatan sepanjang zamanYunani Kuno. Pemenuhan nafsu syahwat lewat cara apapun dianut dengan senang hati.

4 pemikiran pada “Catatan Bekas

  1. Slamat Iedul Fitri
    Mohon Maaf Lahir & Bathin
    Happy Lebaran
    تقبل ألله منا و منكم
    من الآعيدين والفائزين
    Regards,
    A Syafran Ekasapta & keluarga

  2. septi9 berkata:

    saya agak setuju kalo memang seseorang lazimnya menikah sekali…(saya ntar pengennya gitu)

    tapi ko sekarang udah berubah semua???

    orang yang udah nikah az kadang malah bisa nikah lagi….

    yah mendingan dibanding melakukan hubungan diluar jalur…

    tapi akan lebih baik kalo semua bisa menahan yang namanya nafsu….

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s