Trading Idea July 23, 2021

Update BNIS Daily Technical Analysis 07.23.21

Wall Street ditutup dengan kenaikan tipis pada Kamis (22/7) didorong saham-saham teknologi besar. Data ekonomi yang lesu dan pendapatan perusahaan yang beragam mendorong poros kembali ke saham pertumbuhan. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,07%, S&P 500 naik 0,20% dan Nasdaq Composite menguat 50,36%. Pilihan kembali ke saham-saham yang sensitif terhadap ekonomi membuat S&P 500 dan Dow yang penuh blue-chip tertahan. Sementara saham-saham kapitalisasi kecil mengungguli pesaing mereka yang lebih besar. Tetapi saham teknologi megacap seperti Microsoft Corp,

Photo by Pixabay on Pexels.com

Amazon.com, Apple Inc, Facebook Inc, dan Alphabet Inc, naik menjelang rilis kinerja hasil kuartalan mereka minggu depan. Musim pelaporan kuartal kedua melesat ke depan dengan kecepatan penuh. Sebanyak 104 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan kinerja kuartalan. Dari jumlah tersebut, 88% telah mengalahkan perkiraan konsensus menurut Refinitiv. Jumlah pekerja AS yang mengajukan aplikasi pertama kali untuk tunjangan pengangguran melonjak secara tak terduga menjadi 419.000 minggu lalu, angka tertinggi dua bulan. Pelaku pasar mengamati dengan cermat indikator pasar tenaga kerja untuk petunjuk kapan Federal Reserve akan memulai diskusi tentang kenaikan suku bunga utama dari posisi saat ini 0%-0,25%. The Fed akan bersidang minggu depan untuk pertemuan kebijakan moneter dua hari.

Saham Asia tampaknya bersiap untuk memulai dengan hati-hati pada hari Jumat setelah saham AS naik tipis menuju level tertinggi sepanjang masa. Ekuitas berjangka merosot di Australia dan Hong Kong. Jepang tutup untuk liburan.

Bank Indonesia memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 3,50% dalam Rapat Dewan Gubernur bulan Juli 2021. IHSG ditutup melonjak 107,57 poin atau 1,78% ke level 6.137,54 pada perdagangan Kamis (22/7). Seluruh indeks sektoral kompak menguat, dengan kenaikan terbesar adalah sektor teknologi, sektor energi dan sektor perindustrian. Rupiah berada di level Rp 14.483 per dolar AS. Investor asing mencatatkan Net Foreign Buy sebesar Rp 807,15 miliar. Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah BBCA, ADRO dan BBRI. Dalam sepekan, tercatat Net Foreign Buy sebesar Rp 1,84 triliun, sedangkan dalam setahun tercatat Net Foreign Buy Rp 15,75 triliun (ytd).

Peluang Kenaikan Terbatas Rawan Profit Taking Dari Candle Bullish Breakaway & Closing Di Atas 5Day MA.

Photo by Dom J on Pexels.com

IHSG menunjukkan momentum bullish, didukung Stochastic bullish, candle bullish breakaway, MACD netral. Fase distribusi, trend Volume meningkat, penutupan di atas 6.060 (5 Day MA). Selama closed dibawah 6.134, IHSG peluang profit taking masih terbuka. Jika kembali closed diatas 6.003 TP 6.067/6.134 DONE 0jika tembus menuju 6.157/6.247 gap.
Trend Jangka Pendek: BULLISH (selama di atas 5.947).
Trend Jangka Menengah: BULLISH (Selama di atas 5.735).

Resist: 6.157/6.170/6.195/6.252 Support: 6.134/6.114/6.060/6.015. Perkiraan: 6.100- 6.170.

EMTK: Resist: 2.610/2.660/2.710/2.800. Support: 2.530/2.450/2.400/2.340. Rekomendasi: BUY 2.550-2.590 target 2.660/2.700 stop loss di bawah 2.530/2.450.

MEDC: Resist: 560/585/600/650. Support: 525/500/488/476. Rekomendasi: SPECULATIVE BUY target 560/600 stop loss di bawah 500/488.

INDF: Resist: 6.600/6.700/6.825/6.975. Support: 6.450/6.325/6.175/6.000. Rekomendasi: BUY di atas 6.525 target 6.700/6.750 stop loss di bawah 6.325.

BRIS: Resist: 2.600/2.650/2.710/2.840. Support: 2.560/2.510/2.450/2.320. Rekomendasi: TRADING BUY target 2.630/2.650 stop loss di bawah 2.500.

Penulis: fisikarudy

Mengajar Fisika di SMAN-2 Palangka Raya, Kalimantan Tengah, suka foto, suka mengarang, suka musik, gitar dan vokal adalah instrumen yang paling saya tekuni,