BUAT PERANTAU MUDA KARENA PENDIDIKANNYA

Melanjutkan pendidikan merupakan tugas berjenjang berikutnya yang akan dialami para kaum muda, kalo pada zaman kekinian adalah lulusan SMA/SMK/MA yang berkuliah bukan di tempat asal, tentu saja mereka akan menjadi perantau karena mengejar pendidikannya.

Photo by cottonbro on Pexels.com

Menjadi perantau muda, jauh dari orang tua bahkan sanak keluarga. Bertemu dengan orang lain yang dikatakan sebagai keluarga baru, Bapak Kost Ibu Kost Induk Semang Bapak Semang, susah susah senang yang harus dialami para milenial ini.

Seringkali ini menjadi cobaan baru baru para pengembara belia, termasuk yang terbiasa ikut orang tuanya perjalanan ke luar kota dan menuju kota besar di pulau Jawa, Sumatera bahkan Sulawesi. Apalagi nanti akan mengikuti keinginan hati menjadi mahasiswa di antara kota besar tersebut.

Muncul ketakutan :
1. Uang kiriman jumlahnya mepet sehingga pengembara belia harus dapat mengatur anggarannya bahkan mesti sampai mencari uang tambahan selain dipersiapkan tabungan, yah minimal 300 juta lah daripada minta uang terus.

Photo by Pixabay on Pexels.com

2. Kalo tiba-tiba sakit, tidak ada lagi yang merawat selain teman-teman kuliah atau teman-teman kos atau mendingan jadi keluarga bapak ibu kos, sebab mamah papah tidak punya waktu dan kesempatan mengeloni kalian yang masih belia dan cengengesan. Sehingga perantau harus meyakinkan dirinya bisa melewati masa-masa sulit termasuk saat ia sakit dan harus menjaga dirilah jangan begadang, jangan pulang larut malam apalagi sampai kena angin malam karena menjadi kupu kupu malam.

3. Lingkungan sewaktu-waktu bisa berubah menjadi kurang nyaman, jadi perlu adaptasi selain itu juga harus benar-benar mencari lingkungan yang mendukung dan membuat kamu tenteram damai sejahtera sentosa kerta raharja, jangan cuma bilang asik-asik tanpa riset dulu daerah dekat kampusmu yang aman dan jauh dari klitihan atau pembegalan, apalagi buat kamu yang tidak punya motor dan teman juga ngga sudi mengantarkan pulang sendiri sehingga terpaksa jalan kaki sendirian melewati gang-gang sempit dan kotor. RISET dulu sebelum mengambil KEPUTUSAN ngekos disitu, perlu pertimbangan kakak tingkat atau senior kampus yang BAIK dan BERPENGALAMAN. Bukan berarti lalu segera berpacaran biar AMAN. Tujuan pertama adalah RISET KEAMANAN.

Photo by cottonbro on Pexels.com

4. Sekarang saatnya apa-apa dikerjakan SENDIRI tanpa BANTUAN orang lain. Tidak semuanya benar sih, karena itu tergantung dengan kemandirian dan keinginanmu. Selama uang di tabungan kamu tadi masih bertengger di angka ratusan hingga puluhan juta, Saya rasa aman-aman saja mengerjakan apa-apa sendiri. Ingat untuk selalu berusaha dan Riset pekerjaan apa saja yang harus KAMU kerjakan sendirian. Apakah perlu boker dan buang air kecil dilakukan bersama-sama sohib karib?

5. Jika kamu dapat kabar kurang enak tentang orang tua dan saat itu kamu sedang tidak bisa meninggalkan tempatmu saat ini, sebaiknya perbanyak Sholat dan Tahajud juga semakin mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa agar kamu ditenangkan dan tetap tabah apalagi sudah dibekali dengan tabungan 300 juta tadi seperti poin pertama tulisan ini. Tenang saja kan ada Telepon, Whatsapp, Facebook, Instagram, Twitter – jika orang tuamu tidak punya itu nah mulai saat ini SARANKAN BELIAU untuk segera memilikinya, agar mereka pun dapat memantau Kalian pada saat dan waktu yang tepat bukan pada WAKTU YANG SALAH.

6. Rindu Orang tua itu lumrah, sering-seringlah bertelepon, telewicara, telekonferensi, sidang proposal sampai skripsi permohonan peningkatang anggaran kepada orangtuamu karena mereka juga berjuang demi sekolah dan pengembaraanmu. Orang Tuamu bukan jongos babu yang bisa sembarangan kau perintah dan kau minta kapan saja, terutama minta transferan uang jutaan rupiah di pagi-pagi buta saat kantor saja masih tutupan. Gila lu Ndro. Emang apaan orang tua lu digitukan, orang tua susah payah sampai mencari kerja sampingan buat ngongkosin anda kuliah,. sementara anda enak-enak saja mantap mantap buang-buang uang dan tebar pesona di IG dan Facebook lagi liburan. Tapi emang ya, dirimu kan Kaya karena punya tabungan 300 juta tadi. Trus minta transferan uang buat apa coba?

Photo by Elly Fairytale on Pexels.com

7. Pelajari apa yang tidak ada di kampung halamanmu, mungkin itu nanti menjadi usaha yang dapat kau kembangkan saat selesai dan lulus menjadi sarjana bukan pengangguran apalagi penjambuan persemangkaan perjerukan permanggisan perbuah-buahan. Ingat misimu adalah MENYELESAIKAN PENDIDIKAN SAMPAI JADI TERKEMUKA DAN TERBAIK, jangan cuma setor muka doang di sosmed. Tok Tok Wow

8. Dilansir sembarangan dari IG Seputarkuliah – bisa dianggap main-main tapi lebih baik diseriusi karena dengan serius engkau akan mantap dengan tujuan hidupmu dan jangan mudah menyerah dengan menyilet nadi mencoba ketajaman lidah Feny Rose atau menggaetkan tali ke leher jenjang dan mengakhiri hidupmu dengan tragis menyedihkan. Jangan tiru Romeo Juliet, kisah cinta yang membagongkan. Bisa apa kalo kamu matot .. apa bisa didevelop lagi oleh montir kehidupan. No Way Man and Sis, kamu cuma langsung straight ke Neraka Jahanam.

Semoga kelak atau kartu sekolah atau Kartu Mahasiswa Digital (KMD) yang memberikan kesempatan daring sama seperti kartu prakerja sehingga kuliah bisa dilakukan dari rumah saja sampai lulus dan berlaku pada jenjang pendidikan tinggi yang diinginkan setiap generasi muda sehingga betul menjadi perkataan Kuliah Jarak Jauh tidak hanya dilakukan melalui Universitas Terbuka saja.

Universitas besar terkemuka di Amerika Syarikat dan Inggris Raya saja membuka MOOC – Masive Online Open Course. Indonesia? Kita doakan disegerakan.

BUAT PERANTAU MUDA KARENA PENDIDIKANNYA