Tuntutan Bos

Sejak hari rabu sampe kemarin, hatiku selalu bergemuruh dengan amarah dan murka ~ entah tak tahu sebabnya. Mungkin karena anak-anak yang dijemput tidak perlu merasa segera pulang karena sang supir sudah menunggu di gerbang sekolah. Mungkin karena ayah merangkap supir didera tugas kantor yang rumit untuk segera menyelesaikan laporan akhir tahun yang sudah dituntut Bos agar segera tuntas sebelum malam pergantian tahun 2014.

Apakah karena Bos sebentar lagi akan pension sehingga perlu menutup reputasi dengan hasil yang maksimal walopun harus mengorbankan bawahan tidak bertemu anak kandung dan anak mertua untuk jangka waktu berminggu-minggu demi lembur dan duit lembur yang lumayan asalkan tidak dipangkas kantor demi alasan berhemat dan bayar listrik serta tagihan internet.

Bos-bos juga puyeng karena dituntut oleh para Bos yang lebih tinggi pangkat dan jabatannya sehingga harus mengerahkan seluruh kemampuannya “mendorong” dan memotivasi para bawahan agar giat dan gigih bekerja menyelesaikan “keinginannya” eh rencana kerja institusi.

Pun didorong keinginan liburan akhir tahun menjelang kenaikan harga tiket tapi bisa diantisipasi karena telah membeli tiket tranportasi jauh-jauh hari dengan menyisihkan uang sendiri hasil menabung resmi. Untuk meningkatkan etos dan semangat kerja perlu juga liburan ala Li Kha-Shing yang selalu membagi lima bagian untuk penghasilannya juga ditiru para eksekutif ini?

Tuntutan Bos biar bagaimanapun harus dituruti dan disempurnakan alias dituntaskan dengan sebaik-baiknya karena nasib bawahan, pegawai rendah, pangkat yang masih di bawah sangat menentukan karirnya di masa yang akan datang.

Selama masih miskin, Kamu harus bersedia dimanfaatkan oleh orang lain ~ karena itu investasi sosial dan Setelah kamu menjadi Kaya, jangan pernah mau dimanfaatkan (diperdaya) oleh orang lain – motivasi Li Kha Shing

Penting sekali bagi bawahan atau yang masih mengabdi ini turut menajamkan mata batin dan mata Najwa agar tetap senantiasa tabah dan rela bekerja, karena jika sudah tidak rela bekerja maka kita harus berhenti bekerja dan Pensiun Dini saja

Tuntutan Bos adalah lagu merdu dan partitur paduan suara yang harus pandai dinyanyikan, semakin hari semakin baik tidak boleh disumbangkan apalagi tidak diperdengarkan karena jika hal ini terjadi ~ Kita dianggap pembangkang dan alamat lain menandakan akhir karir di perkantoran sebelum di lempar jauh ke lapangan.

Kami memerlukan dirimu Bos, karena hanya dikau yang menentukan nasib kami !

Tuntutan Bos