Isu Kenaikan Gaji PNS (Fungsional) 2015

Pertengahan Desember ini telah beredar SMS (abal-abal) yang entah dari siapa pengirimnya karena nomer asing, seandainya ada nomernya pun si pengirim juga mengatakan tak tahu pasti dan semua penerima SMS sangat berharap bahwa isu yang disebarnya menjadi kebenaran dan benar-benar terjadi!
Merebak isu dengan dasar Surat Keputusan Bersamaan (konon) dari tiga Menteri yakni Menteri Keuangan, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah, serta Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara Nomor 251/SKB/2015 bahwa sejak tanggal 1 Januari 2015, tunjangan sertifikasi kepada guru-guru dihentikan kemudian diganti dengan pemerataan tunjangan untuk seluruh guru dan jabatan-jabatan fungsional yang terkait dengan nominal angka sebagai berikut :

Tunjangan Guru diratakan sebesar Rp 2,5 juta per bulan (di kota maupun tempat terpencil)
Tunjangan Jabatan Kepala Sekolah sebesar Rp 2,5 juta per bulan
Tunjangan Penilik/ Pengawas Sekolah menjadi Rp 3 juta per bulan
Tunjangan Kepala Tata Usaha menjadi Rp 3 juta per bulan
Tunjangan Kepala UPTD Rp 5 juta per bulan
Kemudian Gaji-gaji Guru juga mengalami pembedaan di golongan kepangkatan :
Golongan II A dan II B sebesar Rp 3,5 juta
Golongan II.C dan II D.sebesar Rp 4 juta.
Golongan III.A. dan III B sebesar Rp 4,5 juta
Golongan III.C dan III D.sebesar Rp 5 juta
Golongan IV.A dan IV B sebesar Rp 5,5 juta
Golongan IV.C dan IV D.sebesar Rp 6,5 juta .
Guru Widya Bhakti mendapat tunjangan sebesar Rp 2 juta per bulan

Jika ini diasumsikan sebagai “mimpi” yah boleh juga menjelang akhir tahun dan pembobotan pekerjaan akhir tahun (tahun Masehi) dan akhir tahun pelajaran (setiap Juli)
Jika ini menjadi kabar semoga tidak menjadi kabar buruk

Toh Namanya juga ISU ! 

Keberadaan SKB tersebut juga sulit ditelusuri sebab berbagai pihak yang dikonfirmasi tidak dapat menunjukkannya, nah tulisan ini bermaksud menayangkan SMS yang beredar.

Isu Kenaikan Gaji PNS (Fungsional) 2015