Motivasi

Arti kata Motivasi menurut Kamus adalah suatu keinginan yang menyatakan tekad atau tujuan.
Ada juga yang mengatakan sebagai intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya

Motivasi berkait dengan tiga unsur utama yaitu : intensitas (kepenuhan kekuatan, tingkat skala prioritas), arah (tujuan yang ingin dicapai), ketekunan (tekad atau kerajinan mencapai tujuan).

Perilaku Motivasi ini kemudian diteorikan oleh tokoh-tokoh Manajemen seperti Adam Maslow, Douglas Mac Gregor, David McClelland, Herzberg, Victor Vroom, Clayton Adelfer. Mulai dari kebutuhan, kepuasan, berprestasi, keinginan dihargai, motivasi kerja, motivasi kehidupan, dan lain sebagainya.

Ada paradigma yang mengejawantahkan motivasi dengan semangat atau tekad, nah paradigma ini yang kemudian melahirkan motivator (orang-orang yang memberi motivasi atau menyuntikkan semangat tadi).
Motivator lahir karena kebutuhan massa atau orang lain untuk mendapatkan kekuatan, skala prioritas, kejelasan arah atau meningkatkan ketekunan dalam meraih cita-cita dan tekad.

Contohnya adalah Johan Yan (konon sebagai peraih enam rekor MURI) yang menebarkan virus Dahlan Iskan ke Kota Palangka Raya bekerjasama dengan PT Kalteng POS dengan tema Kerja, Kerja, Kerja.

Fondasi dasar dari motivasi adalah motif (keinginan, passion), harapan (ekspektasi, cita-cita), dan insentif (reward, hasil, hadiah).
Motivator adalah personal yang membangkitkan keinginan untuk mencapai tujuan dengan memberikan harapan atau cita-cita yang realistik dan mudah digapai, nantinya reward atau insentif hasil dari pencapaian cita-cita merupakan kemenangan hakiki dari seorang yang termotivasi.

Contoh :
Motivasi saya adalah memiliki rumah yang bagus.
Maka motivator memantik motif memiliki rumah bagus dengan “menyentil” rumah kondisi lama, mungkin sudah tidak menyenangkan lagi, mungkin sudah terlalu sempit, mungkin pula bentuk rumah dan tampilan rumah menunjukkan strata atau status sosialnya, motif memiliki rumah bagus karena ingin lebih luas, lebih lega, lebih nyaman, lebih hommy.
Motifnya lagi agar anak-anak memiliki kamar sendiri, orang tua memiliki ruang kerja yang lebih luas, ruang pertemuan keluarga yang lebih lega dan dapat menampung tamu yang lebih banyak.
Harapan dari semua peluang itu adalah ikatan kebersamaan menjadi lebih terasa karena kuantitas tamu dan anggota kerabat yang dapat hadir tidak lagi ditampung dalam ruang yang sempit. Jika mengadakan pertemuan keluarga merupakan kebanggaan untuk dapat menerima banyak tamu kerabat, anak-anak juga bisa bermain dengan lega karena keluasan rumah baru.
Motif lain dari keinginan ini adalah BEKERJA LEBIH KERAS, LEBIH JENIUS, LEBIH CERDAS – yang berarti membangun semangat untuk meraih penghasilan finansil untuk membiayai pembangunan. Menemukan tukang yang tepat dan berbiaya terjangkau, tukang yang jujur, mandor yang jujur, pekerjaan yang baik, harga bahan-bahan sesuai dengan peluang dan kesempatan yang ada (tidak mengalami kenaikan harga dan suplai yang lancar tidak sampai stop distribusi).
Insentif atau reward dari rumah yang bagus dan luas adalah kepercayaan dari tamu, kerabat atau bahkan kolega untuk mengadakan pertemuan penting, negosiasi transaksi yang paling menguntungkan, memberikan profit bagi para penghuninya dengan kelegaan, dan tentu saja kenyamanan udara dan atmosfer.

Karena MOTIVASI adalah peluang, adalah kesempatan, adalah perjuangan adalah KARYA !

Motivasi