Menggerakkan Anggota Organisasi

Mati hidupnya suatu organisasi berada di tangan pemimpin, ownernya atau juga pendiri organisasi. Agar organisasi tersebut tetap eksis, hidup, berjalan sebagaimana yang dicita-citakan perlu ada namanya KEGERAKAN atau PERGERAKAN. Yang sering dinamakan kegerakan ini sebagai sebuah perjuangan.

Dalam manajemen, menggerakkan organisasi melalui pemilihan staf dan memerintahkan staf melakukan tugas disebut dengan actuating (bertindak). Sebenarnya memerintahkan staf juga bagian dari manajerial yang disebut DIRECTING atau memerintahkan.

Seni memerintah pun harus dikuasai pemimpin, sebab anggota organisasi bukan anggota layaknya jongos atau pembantu tetapi mereka juga manusia. Yang sering kali dilupakan atau terlupakan adalah organisasi itu beranggotakan manusia, namun menempatkan anggotanya sebagai seorang manusia tidak pernah layak. Artinya masih umum terlihat bahwa organisasi BELUM MEMANUSIAKAN PENGIKUTNYA. Anggota organisasi hanya seperti penggembira atau pengikut tidak berjiwa. Jadi menggerakkan anggota adalah BENAR-BENAR MEMBUAT ANGGOTA TERSEBUT LAYAKNYA MANUSIA YANG SEDERAJAT ATAU SEHARKAT dengan pemimpinnya, bukan sebaliknya.

Adalah kehancuran bagi sebuah organisasi jika tidak memperhatikan anggotanya seperti manusia pula. Beda halnya dengan komunitas atau klub-klub yang tidak memerlukan komitmen selain kepentingan masing-masing anggota. Karena hakikat kebersamaan di dalam organisasi semacam ini lebih kepada interest (keinginan, hobi yang sama, kesukaan yang serupa, perasaan senasib sepenanggungan) dibandingkan dengan organisasi lainnya yang memiliki kepentingan untuk memperjuangkan diri menuju penghidupan yang semakin mapan atau menjadi lebih baik dari saat ini.

Anggota organisasi perlu didekati dengan pendekatan yang transformasional, mengenal keinginan para anggota, memberdayakan para anggota dengan melemparkan ide-ide kreatif dan menyerap aspirasi para anggota, mendengarkan apa yang menjadi keinginan para anggota, menghargai para anggota organisasi seperti manusia pula, selain itu yang terpenting sekali PEMIMPIN HARUS MENJADI CONTOH, SURI TAULADAN, PANUTAN BAGI PARA ANGGOTANYA. Jika seorang pemimpin keliru dalam memberikan contoh atau panutan, niscaya organisasi tersebut tidak akan berjalan dengan lancar. Bisa berjalan tetapi hanya dimotori segelintir, sebagian kecil saja anggota yang bisa diperdaya oleh pemimpinnya. Tentu saja organisasi seperti itu tidak akan berjalan selamanya, hanya untuk beberapa periode atau masa setelah itu mungkin kolaps. 

Jadi menggerakkan anggota bukan hanya berdasarkan perintah dari mulut pemimpin atau memo atau instruksi surat, surat edaran, tetapi juga menggerakkan HATI para anggota untuk bersama-sama membangun organisasi atau MERASA MEMILIKI organisasi tersebut sebagai bagian dari komitmennya.

Bagaimana merasa memiliki organisasi ?Berikan suatu penghargaan bahwa mereka pun layak beroleh keuntungan atas kepentingannya dengan menjadi anggota pada organisasi tersebut.

Penghargaan yang bagaimana ? Kesempatan para anggota untuk mengembangkan potensi dirinya (diberi kesempatan mengeluarkan ide dan melaksanakan ide tersebut), kesempatan para anggota bertanggung jawab penuh atas tindakan yang dilakukannya atas nama organisasi. Dua hal ini sebagai awal keterlibatan anggota sekaligus cara menggerakkan anggota organisasi.

Seni menggerakkan anggota dalam organisasi adalah CARA BERBICARA kepada para anggota atau sering disebut KOMUNIKASI yang persuasif (Mempengaruhi), Komunikasi yang mendorong, komunikasi yang menarik perhatian, komunikasi yang bertanggung jawab, komunikasi yang bermartabat, dan komunikasi yang berkarakter pemimpin mengayomi (PEMIMPIN PENGAYOM), komunikasi yang menyejukkan, komunikasi yang hangat, komunikasi yang manusiawi, komunikasi yang cerdik, komunikasi yang intelijen, komunikasi yang menggugah dan menyenangkan, komunikasi yang membujuk atau mengajak, komunikasi yang mempercayakan, komunikasi yang mencari jalan keluar bukan mencari kesalahan, komunikasi yang tidak meledak-ledak penuh amarah dan emosi, komunikasi berdasar fakta dan data bukan kebohongan atau manipulasikomunikasi yang berulang-ulang

 

 

Menggerakkan Anggota Organisasi