Dikotomi

Setiap mata uang baik kertas maupun logam memiliki dua sisi, kecuali tarvel cek atau cek giro bilyet yang tidak memerlukan sisi lain. Mata uang memiliki dua sisi sebagai alat tukar-menukar yang resmi dan sah. Adanya dua bagian seperti ini bisa dikatakan sebagai dikotomi atau pembagian dua sisi.

Dikotomi atau pembagjan menjadi dua bagian yang (mudah-mudahan) seimbang bisa kita pandang sebagai bentuk campur tangan Tuhan. Tuhan pertama kali menciptakan dunia ini (menurut kitab Kejadian atau Genesis) memisahkan terang dan gelap terlebih dahulu sebagai siang dan malam. Kemudian dilanjutkan diciptakan Nya daratan dan laut dan terus-menerus tahap demi tahap hingga muncul mahluk hidup (tanaman, hewan hingga manusia). Jika Tuhan menciptakan manusia, tentunya tidak ada kaitan langsung (missing link) antara kera (apes) dengan manusia (sapiens). Manusia pun bermacam-macam jenisnya ada homo erectus, manusia Neanderthal hingga homo sapiens.

Terang dan gelap tentu saja baik dipandang oleh Tuhan. Jika hanya diciptakan siang saja tentu kasihan hewan-hewan yang lemah dan kecil yang selalu menjadi mangsa predator. Karena itu Tuhan menciptakan malam sebagai bentuk pertolongan kepada hewan kecil nan lemah untuk hidup. Apalagi siang terjadi karena terik matahari apakah mau kita panas terus selama 24 jam atau bahkan malam terus selama 24 jam. Bisa dirasakan sebagaimana di Kutub Utara yang selama setengah tahun terang terus seperti Philips dan di Kutub Selatan yang selama satu semester gelap melulu. Dibandingkan daerah-daerah di wilayah tengah kuadran 0° hingga 60° yang mengalami siang dan malam. 


Jika dianalogikan kepada keadaan sosial juga ada good time and bad time. Yang dipelesetkan good time itu kue coklat chip dan bed time sebagai waktu tidur. Siang dan malam diciptakan juga agar ada waktu bekerja dan saatnya beristirahat untuk seluruh mahluk di bumi ini. Siang dan malam diciptakan melalui rotasi bumi selama 23 jam 56 menit. Yang berarti juga tentu ada good guys and bad guys. Bagaimana bayangan anda jika di dunia ini semuanya orang kaya, semuanya superhero, semuanya orang hebat tidak ada yang miskin, susah, menderita. Tentu juga tidak nyaman dan tenang jika semua di muka bumi ini bad guys, karena kehidupan menjadi tidak tenteram sebagaimana pernah terjadi “zaman kegelapan” di bumi pada era munculnya penguasa-penguasa dunia seperti Nimrod. Sejarah lain juga mencatat pergolakan memperebutkan kekuasan di Tiongkok, Eropa, hingga ke sejarah Tanah Jawa sebagaimana Kerajaan Singasari, Kerajaan Kediri, Kerajaan Padjajaran, Kerajaan Majapahit, Kesultanan Demak, Kesultanan Mataram, Pecahnya kerajaan Mataram akibat perjanjian Linggar Jati dan lain-lain hingga Indonesia dijajah 350 tahun oleh Belanda dan 3,5 tahun oleh Nippon dan sampai sekarang dijajah oleh kebodohan, kemiskinan, kemelaratan, dan berbagai pekat-pekat lainnya. 

Bad guys and the good guys atau dalam bahasa di kitab suci adalah Orang Benar dan Orang Jahat diciptakan oleh Tuhan sebagai penyeimbang dan sebagai pemelihara kehidupan sosial di muka bumi ini. Silakan berpendapat lain😀 Manusia sebagai mahluk sosial berarti memerlukan manusia lain juga kan? Jadi manusia itu saling terkait entah sebagai good guys atau bad guys.  

Mengenai waktu yang empat menit hal ini dikarenakan pembiasan saat penentuan rembang pagi saat terlihat bintang Aries di ufuk selalu lebih cepat 4 menit dari waktu sebelumnya. Akibat lain karena presesi bumi yang bergerak mengangguk setiap setengah tahun sekali pada bidang ekliptikanya sebagai akibat dari revolusi bumi terhadap matahari.  

Mengapa terjadi pembiasan ?

Karena bumi diciptakan Tuhan  memiliki lapisan pelindung yaitu Atmosfir sehingga Atmosfir yang memiliki kandungan fluida mempunyai indeks bias penyimpangan cahaya yang berbeda-beda. Indeks bias (perbedaan sudut datang dengan sudut pembiasan arah sinar) inilah yang menyebabkan pembelokan sinar (cahaya) bintang Aries sebagai titik acuan pagi atau kedudukan astronomis. Ambil contoh pensil yang membias saat dimasukkan ke dalam segelas berisi air yang ternyata itu hanyalah penyesatan optis. Demikian pula halnya 4 menit adalah waktu nisbi karena penyimpangan sesatan optis bintang Aries atau disebut sebagai kesalahan paralaks. 

Ukuran-ukuran yang dipakai dalam kehidupan manusia juga pasti memiliki sesatan atau kesalahan ukur (kesalahan pengukuran) adalah hal yang lumrah dan wajar. Sesatan atau penyimpangan ukuran boleh terjadi asalkan tidak terlalu jauh dari ukuran standar atau ukuran baku yang sudah disepakati secara internasional dalam aturan besaran dan satuan menurut Sistem Internasional. Setiap negara yang mengakui kebakuan alat ukur ini berarti harus meratifikasi satuan pengukuran-pengukuran yang dipakai agar ukurannya sama antar negara. Tidak mungkinlah satu kilogram di India berbeda dengan satu kilogram di Indonesia, karena itu harus dibuat ukuran atau timbangan yang setara (perlu kloningan ukuran yang seragam).

Keseragaman ukuran berarti memerlukan kesepakatan, kadang kala ukuran-ukuran yang dipakai terhadap Indonesia berbeda jauh dengan ukuran yang dipakai di negara lain. Akibatnya tidak jarang warga Indonesia selalu menjadi korban perbuatan negara lain. Sebagaimana lepasnya pulau-pulau terluar Indonesia karena Malaysia tidak mengakui ukuran jauhnya pula terluar dan ZEE dari negara Indonesia. Hal ini karena Malaysia tidak meratifikasi undang-undang geopolitisnya sebagaimana Indonesia, namun begitu Malaysia memiliki kewibawaan yang jauh lebih dewasa dibandingkan Indonesia di Mahkamah Internasional. Karena Malaysia sudah memasang catatan historis tentang kepemilikan dan kepenghunian pulau-pulau terluar tersebut ! Jika hal semacam ini dibiarkan karena pulau terluar Indonesia tidak ada yang dapat mengawasi dengan kekuatan maritim kita yang terbatas, maka jangan salah jika suatu saat nanti luas perairan Indonesia akan semakin berkurang. 

Apalagi konflik Laut Cina Selatan juga melibatkan Indonesia yang akan kehilangan pulau terluar lainnya di kawasan utara, belum lagi konflik kepemilikan Pulau Nipah dan Pulau yang berbatasan dengan wilayah Australia di wilayah selatan (Laut Hindia Selatan) juga menjadi ancaman strategis bagi ukuran wilayah Indonesia yang nanti akan berimbas pada ZOna Ekonomi Eksklusif dan wilayah tangkapan nelayan-nelayan di daerah pesisir selatan dan utara Indonesia. Apalagi pelaut-pelaut Sulawesi dan Maluku ada yang bisa tersesat hingga ke India dan Afrika (Madagaskar). Belum lagi yang tersesat hingga memasuki perairan Australia, Selandia BAru, Papua Nugini, Kepulauan Fiji dan Solomon bahkan tidak jarang hingga tersesat ke Amerika Kanada jika salah-salah terbawa arus laut !

Mari bangkitkan kebanggaan dan tekad kejayaan Majapahit sebagai Nusantara di zaman Indonesia Modern kini dengan terus-menerus belajar mempersiapkan diri, menggembleng diri, sampai menjadi tanggon dan trengginas. Sebagai warga negara yang terus-menerus siap berjuang demi bangsa dan negara Indonesia lewat berbagai bidang termasuk Sepak Bola yang menjadi kebanggan warga Indonesia sekarang. 

Walaupun sudah dibuat kalah oleh Turmekistan, Iran, dan Bahrain masih ada kemungkinan peluang melawan negara lain dalam penyisihan Piala Dunia zona Asia. Meskipun kita tahu hanyalah Korea, Cina, dan Jepang saja yang mampu sebagai wakil Asia dalam kancah piala dunia kelak. Tetapi ayo semangat Garuda harus bernyala seperti lambang Gula Kelapa panji-panji kebesaran Nusantara dulu kala terus diperdengarkan dan didengungkan sampai para pendahulu kita dan para pahlawan kita dapat mengusir para penjajah dan kita merdeka dari penjajahan negara lain (bukan bagian kolonisasi bangsa lain sebagaimana yang pernah diderita negeri ini dulu).

Walaupun kali ini masih gagal setidak-tidaknya suatu saat kita akan bosan kalah dan terus menang serta percaya diri bahwa tenaga lokal masih lebih hebat dibanding tenaga impor. 

Dikotomi

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s