Kekuatan karena marah

Jika ada sesuatu yang memacetkan pikiran dan menyebabkan kebingungan maupun serba salah dalam melakukan aktivitas apa saja. Lagipula jika anda hendak beraktivitas, tiba-tiba peralatan yang hendak anda gunakan tidak ada pada tempatnya ditambah lagi jika anda mengetahui bahwa peralatan tersebut tengah dipinjam orang lain dan saat kita akan memakainya kembali alat tadi dikembalikan tidak utuh dengan beberapa bagian yang sudah tidak lagi sempurna.



Mau menyalahkan orang lain sepertinya mereka juga tidak mau disalahkan, mau menyalahkan diri sendiri apa boleh buat bahwa peralatan tersebut sudah terlanjur kembali dalam keadaan yang tidak sempurna. Maka jalan keluar dari gundah gulana dan kegalauan anda tadi adalah dengan meledakkan amarah atau meletupkan rasa marah.

Rasa marah yang tersalur akan menghasilkan energi pembuka yang kemudian perlahan-lahan dengan tetap menjaga kewaspadaan dan berusaha terus mengendalikan diri energi untuk berbuat kreatif dan terus menerima masukan maupun kritik setelah ledakan marah tadi akan mendorong Anda untuk melakukan inovasi yang tiada henti.

Energi amarah memaksa jantung untuk memompa darah sedemikian kuat dan mengejutkan. Jika ini anda lakukan dan anda mengetahui kelemahan jantung anda sebaiknya berhati-hati dan jika perlu jangan dilakukan ledakan amarah ini yang dalam bahasa Inggrisnya adalah rage of anger karena sudah tidak sesuai lagi dengan kapabilitas jantung. Ledakan amarah hanya berlaku bagi yang belum mengalami gangguan pada jantung dan memerlukan energi kreatif untuk melakukan inovasi demi mencapai suatu tujuan atau melakukan suatu keinginan yang terbendung. Perujudan dari energi kreatif dalam berinovasi dengan terciptanya metode atau alat atau cara pandang yang lebih segar sebelum rage of anger ini dilepaskan keluar dari tubuh manusia. 

Semestinya dalam menghadapi Bahrain nanti di GBK, tim Garuda harus meletupkan rage of anger ini agar menang dan bisa memperbaiki posisinya dalam klasemen penyisihan piala dunia tingkat Asia.

Walaupun akhirnya Indonesia harus mengakui kehebatan tim Bahrain !

Pengalaman ini sinergis dengan kejadian tiga tahun lalu !

Kekuatan karena marah