Pemimpin Visioner dalam diri Pesepakbola Indonesia

Seseorang atau beberapa orang atau orang-orang yang memiliki kemampuan mempengaruhi orang lain baik dengan perkataan dan juga perbuatan serta aktivitas-aktivitasnya dapat dikatakan sebagai pemimpin atau Leader. Aktivitasnya dalam mempengaruhi orang lain dinamakan Kepemimpinan (Leadership).

Melihat pandangan-pandangan para pengamat sepakbola di luar lapangan hijau terhadap ke-11 pemain Indonesia yang harus menelan pil pahit kekalahan terhadap Iran 3-0 beberapa malam yang lalu. Di mana saat perbincangan antara mantan-mantan pemain tim nasional dengan pelatih tim indonesia di sebuah stasiun TV swasta. Ditambah lagi dengan liga Indonesian All Star malam ini bertemu dengan bintang-bintang AC Milan yang sudah pensiun disertai komentar-komentar tentang tim muda Indonesia yang sudah berjuang di Teheran. Saya turut “meramaikan” komentar juga melalui pandangan dari manajemen atau pengelolaan. 

Manajemen adalah usaha dengan atau melalui orang lain untuk mencapai tujuan. Ada yang mengatakan materi pemain timnas saat ini masih kurang joss, ada juga yang mengatakan tim lawan jauh lebih tangguh, ada juga yang mengatakan salah strategi, ada yang mengatakan kesalahan pelatih, ada yang mengatakan tidak adanya kerja sama tim di lapangan hijau, ada yang mengatakan pemainnya bermain sendiri-sendiri dan lain-lain. Biarlah itu kan pendapat orang lain !

Pendapat saya pribadi dari sisi manajemen permainan di lapangan hijau adalah perlu adanya seseorang atau playmaker yang men-stimulasi atau bahasa gaolnya merangsang hidupnya irama permainan di tengah merumput tersebut. Playmakert sebagai seorang leader yang bisa membawa ke-10 orang lainnya bersama-sama menghidupkan irama total football yaitu hidup total sebagai pemain bola yang menggantung hidup dan matinya di pertandingan tersebut. Sebagaimana pesepakbola Korea Selatan yang sudah kali ke-4 dikontrak di Liga Premier, bukankah sebuah barometer untuk orang-orang Asia lainnya, bahwa Indonesia juga mampu setara atau melebihi itu? 

Jika semangat pemain Indonesia bertarung habis-habisan dengan Iran di laga tersebut dan menggantungkan seluruh nasib hidupnya pada kemenangan, sebagaimana tuntutan kepada para pemuda Korea Selatan yang harus mengikuti wajib militer selama 2 tahun sebelum berusia 28 tahun menjadi sebuah “ketakutan” yang mendorong energi murni untuk memenangkan setiap perjuangan dapat terjadi dalam dada setiap anak muda pemain bola tim Indonesia tim Garuda ?

Pemain-pemain Garuda harus memiliki rasa “ketakutan” yang kemudian dikelola oleh Playmaker bahkan juga pelatih dengan memberi strategi, irama, tempo, dan berbagai elemen kejutan yang tidak diperhitungkan lawan saat bermain 2 x 45 menit dan juga mempersiapkan stamina untuk 2 x 15 menit serta tendangan pinalty. Ketakutan untuk bermain tidak cantik, ketakutan untuk bermain tanpa kerja sama, ketakutan untuk bermain lemah, ketakutan untuk mempermalukan bangsa ini karena mereka adalah duta bangsa di dunia sepakbola yang mulai terangkat dan disukai warga Indonesia.

Psikologi kemenangan dan teologi kemenangan harus dikedepankan dengan menanamkan rasa patriotisme, kebanggaan bangsa, keinginan menang untuk membawa nama harum Bangsa Indonesia tentu saja akan memperkuat semangat dan tekad. Walaupun kebobolan terus tapi jangan sampai 14-0 itu pun sudah bagus dan baik sekali.

Karena itu daripada menyalahkan, bukankah kita bisa belajar mempersiapkan tim-tim kampungan dalam liga tarkam untuk bermain semakin baik dan semakin fair play serta mengedepankan sportivitas, objektivitas, keadilan, kebersamaan, dan terutama sehat bersama-sama. 

Mari kita saksikan pertandingan tim Garuda melawan tim Bahrain di GBK beberapa malam mendatang. Apakah mereka sudah mulai muncul ketakutan dan kekalutan untuk memenangkan penyisihan zona Asia ini ? Karena tim-tim negara lain pun bukan tim kacangan dan bermental kerupuk, karena mereka juga memiliki keinginan dan kesempatan yang sama untuk bertarung di kancah Piala Dunia.

Mungkin keberuntungan dan faktor X lainnya masih belum berpihak pada tim Garuda. Majulah tim Garuda semangatkan prestasimu dan ukirlah prestasi harum lainnya. Masih ada kesempatan sampai 5 tahun lagi ! 

 

Pemimpin Visioner dalam diri Pesepakbola Indonesia