Saya pernah merasa heboh dan bodoh !

Judul ini pernah berkaitan dengan kejadian di tahun 20 Juni 2008 yang menurut saya pernah membuat heboh blog ini, di mana saya mengeluarkan opini ekstrim tentang tempat saya bekerja dan berakhir dengan disidang (baca diklarifikasi) oleh kepala instansi beserta para wakil-wakilnya. Saat itu saya beropini yang sangat sesat dan menyebabkan perpecahan. Terutama karena ada salah satu yang sangat menginginkan saya untuk dimutasikan.

Seiring dengan perkembangan waktu dan perubahan zaman, justru yang menginginkan saya dimutasi bahkan dipindahkan tersebut sudah merasakan akibat opini ekstrim tiga tahun yang lalu. Sekarang saat saya memperhatikan site stat dari blog ini saya menjadi teringat dengan kebodohan saya tersebut. Hal benar-benar bodoh yang pernah saya lakukan dan mengubah pandangan saya mengenai pemberitaan opini pada blog ini. 

Saya bersyukur kepada orang tua yang telah menegor saya dengan keras saat itu, karena pada masa ini kebenaran itu pula yang terlihat pada dinding-dinding bangunan, kelas-kelas bertingkat yang menjadi ruwet perawatannya karena ketidakcakapan dan perencanaan yang mendahulu masanya. Di mana SDM yang belum siap untuk mengelola kemajuan pesat sebuah institusi.

Kebodohan dan kehebohan tersebut membawa pengetahuan dan ketakutan akan pengalaman buruk yang malah menuntun saya untuk bertindak semakin teratur dan runut dalam menyampaikan pendapat. Kali ini dalam setiap rapat – rapat di kantor atau lembaga mana pun, secara pribadi sayatidak mengeluarkan pendapat bukan karena saya sombong atau malas ikut rapat tapi lebih dikarenakan saya memahami dan yakin sekali bahwa hasil dari rapat-rapat tersebut belum berakhir dan belum akan menjadi keputusan final.

Namun pendapat yang saya tuangkan dalam kertas kerja dan proposal melalui pengujian dan penerawangan di tempat inilah (blog ini) yang akan menjadi bahan  pertimbangan untuk dikerjakan di dunia nyata.

 

Saya pernah merasa heboh dan bodoh !