Catatan Untuk Empunya Mobil

Hari ini saya melihat dan mendengar dua kejadian tentang kepemilikan mobil serta perawatan mobil.

kasus 1 :

Teman saya membeli mobil baru (benar-benar baru) dan kalo tidak keliru usia mobil ini sudah hampir setahun. Hari ini tepat sekian lama “ala Ridho Irama” beliau memakai eh mobilnya koit dengan tidak mau distater. dinyalakan kunci kontaknya emoh jalan, dikecek-kecek emoh nyala. Saya memberi pendapat segera saja diganti akkumulatornya alias “aki” namun karena beliau lebih percaya kepada teknisi dibandingkan saya maka ditunggulah teknisi mobil alias montir untuk menyelesaikan mobil itu secara adat.
Setelah montir datang dan mengecek seperti yang saya lakukan sebelumnya yaitu membuka kap mesin sambil memeriksa per-sekeringan dan ternyata tidak ada masalah. Kesimpulannya pun hanya satu yaitu GANTI AKI-NYA !

Yah, segeralah saya mengantarkan beliau untuk membeli aki Yuasa dengan kekuatan 45 Ah yang ternyata jauh lebih besar juga terminalnya dibandingkan aki lama mobil teman ini yang mereka GS (bisa saja berarti Garuda Sakti atau malahan Gagal = Sakit) .  Aki baru dibeli seharga hampir setengah juta dan dapat diskon goceng😆 setelah dipasangkan pada mobil si sakit eh langsung cespleng Nyala nguing-nguing tak terkira. Duh tak terkira senangnya bahwa asumsi saya tidak salah kalo aki mobilnya yang parah !😆

Terus ganti olie mesin, karena belinya harus di showroom mobil resmi dan bengkel resmi karena mobil teman saya ini kelas bermerek beda jauh dengan mobil saya yang bertaraf emperan toko. Biaya perbaikan atau reparasinya saja tidak pernah di bawah 800 rebu dan konon beliau pernah membayar hingga 1,3 juta untuk perawatan mobil kesayangannya ini. Lalu saya timpali, bahwa mobil saya yang sekelas emperan toko ini hanya butuh biaya 165 ribu sampai 280 ribu saja untuk ganti olie dan perawatan de es be de es benya😆 … makin terpukaulah beliau dengan kendaraan saya si Avi KDI ini (maksa.com).

termasuk beli ban harus yang mereknya Bridgestone biar aman di jembatan berbatu, lalu kalo beli kopling dan kanvas rem beli yang merek Xenia Daihatsu karena itu kembarannya. Kalo macam-macam yah harus dimodifikasi lah sesuai keperluan. Sekarang mobil saya tidak pernah berhenti berlari di bawah 80 km/jam😛

Kasus Kedua :
Sodara ipar saya kebetulan dapat “jabatan basah” di sebuah sekolah yang tinggi sekali hampir mencapai langit. Istrinya dengan bangga menceritakan kemampuan misoa-nya mampu membeli mobil Inov seharga seperempat milyar … tapi masih harus berbunyi dit dit dit untuk melunasinya dengan pembayaran kurang 4 jeti dari 10 jeti per bulan selama 36 bulan menderita. Saya mendengarnya saja sudah hampir kurus kering dan nyaris lepas celana karena saking kagetnya . wow wow wow … begitu ya kemajuan ipar-ipar saya😆

saya hanya punya tekad untuk bisa ngutang beli Fortuner doang

Catatan Untuk Empunya Mobil

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s