Doa Anak Chili

Minggu ini sudah masuk ke dalam minggu sengsara ke-1 yang dirayakan kaum nasrani. Pada hari ini termasuk dalam almanak gereja Doa Anak Sedunia dengan mengangkat tema doa anak-anak di Chile.

Prolog :

Rakyat Chile adalah rakyat yang telah merasa gagal hidup, namun karena pertolongan Tuhan, beban mereka menjadi lebih mudah ditanggung dan kekuatan solidaritas tergalang sebagai tanda pengharapan. Hari ini adalah saat berbagi roti dari kemiskinan kita.

Sejak Chile bangun pada tahun 1810, penindasan dan pembunuhan telah menjadi alat kontrol sosial untuk menjaga kendali terhadap tuntutan sosial. Tahun 1905, Atacama beserta isti dan anak-anaknya juga pekerja-pekerja dari Pabrik Saltpetre atau nitrat di utara Chile menyeberang gurun terkering di dunia itu untuk menekan pemerintah demi kondisi kehidupan yang lebih baik. Tetapi otoritas militer yang berkuasa melakukan penyergapan atas rombongan mereka dan membunuh sekurang-kurangnya 2000 orang anggota rombongan saat berada di sekolah St. Maria di Iquique.

Perlawanan Atacama dan rekan-rekannya menjadi agenda dan kondisi kerja yang dituntut dari jutaan pekerja Chile sehingga mereka mulai mengatur diri untuk membela hak-hak mereka.

Allah, kami mengakui bahwa kami belum siap untuk berbagi dengan apa yang kami miliki. Maafkan kami untuk tidak mencela ekses-ekses terhadap martabat manusia. Maafkan kami untuk masa-masa di mana kami bertindak dengan kekerasan terhadap orang-orang yang lemah.

Kami berdoa bagi orang miskin dan lapar, bagi korban keserakahan yang mengeruk keuntungan berlebihan. Ajarkan kami untuk berbelas kasihan kepada semua orang sehingga tak seorang pun tertinggal untuk mendapatkan kekayaan dunia.

Sejak akhir abad ke-19, daerah tambang batubara Lota dekat Concepcion Chile Selatan adalah kota termiskin. Pergerakan mogok kerja dari pekerja pria hingga berakibat tambang ditutup pada tahun 1997 dan lebih dari seribu orang kehilangan pekerjaan. Para perempuan Lota selalu mendampingi suami-suaminya dalam perjuangan. Roti para penambang yang khas, dimasak di oven komunitas miskin itu adalah contoh kebersamaan yang luar biasa.

Istri-istri penambang mengambil alih tugas-tugas suaminya untuk membesarkan anak-anak mereka dengan cara membuat roti yang dikenal dengan sebutan “lulos” karena bentuknya yang lebar di tengah dan panjang mengecil pada kedua ujung-ujungnya.

Saat ini, oven masyarakat dipajang di kota Lota. Para perempuan bekerja dalam shift bergiliran membakar roti dan menjualnya ke pasar.

Bapa Surgawi, kami sadar bahwa begitu banyak kekayaan yang telah Engkau berikan, belum kami bagikan secara adil dan banyak diantaranya tetap berada di tangan orang-orang tertentu. Kami mengaku dosa karena tidak ingin melihat ketimpangan dan ketidakadilan di sekitar kami. Kasihanilah kami, Bapa, saat kami menutup mata demi menghindar untuk melihat dan menutup telinga menghindar untuk mendengar.
Ampuni kami Tuhan, saat kami menutup pintu rumah menhindari keramahan dan menutup tangan kami menghindar untuk memberi. Ampunilah kami, Tuhan.

Allah Maha Penyayang, begitu seringnya orang harus hidup dalam kesedihan ketika mereka tidak tahu bagaimana memberi makan keluarga mereka pada hari-hari berikutnya.
Kami berdoa bagi ibu-ibu yang meninggalkan rumah untuk mencari roti sehari-hari, meninggalkan anak-anak mereka sendiri.

Dari tahun 1973 sampai 1989, Chile berada dalam periode yang sulit dibawah kediktatoran Jenderal Augusto Pinnochet, setelah melakukan kudeta militer menggulingkan pemerintahan Salvador Allende yang menewaskan banyak korban dan banyak orang ditangkap, bahkan hilang. Banyak laki-laki dan perempuan yang seharusnya bisa berkontribusi untuk negara harus ke pengasingan. Mereka selamat berkat “Janda-Janda Sarfat” yang menolong mereka selama tahun-tahun ketika keluarga itu terpisah. Sepanjang tahun 80-an, meskipun represi politik terus meluas dan berlanjut, ekspresi solidaritas muncul kembali dalam berbagai aksi kolektif. Hingga aksi lokal pun turut berkembang pesat. Kelompok-kelompok otonom menantang pemerintah yang berusaha membangun. Organisasi-organisasi lokal muncul kembali dengan perhatian khusus kepada Dapur Umum. Mereka adalah usaha kolektif yang dilayani relawan tidak hanya untuk makan dan menyediakan kebutuhan yang paling sedikit sumber daya, tetapi juga memberi kesempatan untuk berbagi masalah-masalah pribadi dan memikirkan solusi untuk mengatasi kesulitan sehari-hari.

Ya Allah, kami mengaku belum siap untuk berbagi. Kami tidak benar-benar mempercayai perkataan para nabi. Kami melihat kekayaan besar melimpah, namun kami menyadari buruknya pendistribusian kasih karuani yang kami terima dari tanganMu.

Allah, Bapa dan Ibu yang baik, kami berdoa mohon belas kasihanMu bagi perempuan yang dipukuli, yang mendapat perlakuan buruk dan diperkosa, mereka yang hidup dengan HIV dan AIDS, mereka yang mencari cinta, para perempuan pekerja yang dibayar dengan buruk, mereka yang tidak mempunyai rumah, bahkan tidak memiliki sedikit pun tepung atau minyak untuk membuat roti sehari-hari.

Globalisasi telah menimbulkan ketamakan dari kelompok kekuatan besar ekonomi. Mereka berinvestasi di negara kami dengan keuntungan besar bagi mereka sendiri. Barang-barang dan tanah dijual kepada penawar tertinggi dengan memaksakan persyaratan mereka. Eksploitasi berada ditangan orang asing. Banyak perempuan dan laki-laki hidup konsumtif yang merugikan mereka sendiri dan orang lain.

Bapa Surgawi, kasihanilah kami karena membiarkan pengrusakan tanah atau ladang gandum yang memberi kami roti, dan kami tidak melindungi cadangan air yang penting bagi generasi mendatang. Ampunilah kami atas dosa ketidakpedulian terhadap kebutuhan saudara-saudara kami.

Kami berdoa bagi anak-anak di dunia yang tidur setiap malam dengan perut kosong, pun bagi laki-laki dan perempuan yang belum mendapat pekerjaan. Kami berdoa untuk orang sakit, yang menderita, yang sedih, bagi mereka yang kehilangan kerabatnya, dan bagi mereka yang tertindas. Kiranya kesaksian kami dalam perkataan dan tindakan menyatakan cinta kasihMu di dunia.

Ya Allah kami tahu bahwa Engkau berbelas kasihan kepada kami semua. Engkau mengunjungi janda miskin Sarfat yang mengambill resiko dengan miliknya yang sedikit. Engkau meyakinkan kami bahwa baik tepung yang ada di tabung, maupun minyak dalam buli-buli tidak akan habis. Dengan cara yang sama, rahmatMu untuk umat manusia tidak pernah habis, seperti yang telah diungkapkan kepada kami oleh Yesus Kristus, Tuhan Kami, Amin.





Doa Anak Chili

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s