(Bayanganku) Ujian Nasional 2011

Sebentar lagi para siswa seantero nasional Indonesia akan mengalami drama besar yaitu Ujian Nasional. Pada zaman kami dulu disebut sebagai Evaluasi Belajar Tahap Akhir ada yang tingkat sekolah dan yang terakhir disebut EBTANAS alias Evaluasi Belajar Tahap Akhir secara Nasional. Selesai EBTA/EBTANAS siswa yang lulus memenuhi batas NEM atau dinamakan Nilai Ebta/ebtanas Murni (tapi murninya sampai mana ? ) … saya pun sampai hari ini hanya bisa BERTERIMA KASIH dan PASRAH atas kebodohan selama masa SMP/SMA dulu.

Karena dengan kebodohan dan kedunguan itu menuntun saya menjadi orang yang selalu haus informasi dan haus untuk berpikir lalu menelurkan ide-ide busuk yang gila seperti berikut :

Beberapa bayangan hal-hal yang terjadi dalam ujian nasional 2011 ini :

Menggunakan UASBN alias ujian akhir sekolah berstandar nasional. Nah, berstandar nasional berarti memenuhi syarat-syarat minimal untuk diselenggarakan ujian secara nasional menurut ukuran seminim-minimnya. Kelulusan siswa SD (sekolah dasar) masih bisa ditentukan oleh rapat dewan guru berdasarkan hasil ujian sekolahnya yang diperiksa secara nasional pula. Tidak ada ujian listening bahasa inggris atau ujian praktikum. Hanya ujian tertulis semata saja karena hanya kognitif saja yang diukur tidak ada yang lain. Karena belum ada saya mengikuti kegiatan ujian psikomotorik atau keterampilan secara nasional kecuali yang dilombakan dalam LKS SMK.

  • MTs/ SMP (Tingkat Menengah pertama)

Ujian yang dilaksanakan pada tingkatan ini sudah “dipaksakan” untuk disetarakan secara nasional. Ada yang mampu dan ada yang setengah hati dalam melaksanakannya. Tapi itu adalah “hal kekuasaan” yang berkaitan dengan kebijakan nasional. Mau tidak mau harus MAU. Ujian yang diujikan sudah mirip seperti Ujian Nasional tingkat SMA karena ada listening dalam Bahasa Inggris yang bahasa kerennya adalah Listening Comprehension. Tahun ini secara POS (prosedur Operasional yang standar) kelulusan siswa tingkat ini ditentukan 40% berdasarkan nilai sekolah (Ujian Sekolah untuk mata pelajaran yang di-UN-kan dan mata pelajaran Non-UN) dan 60% berdasarkan hasil Nilai Ujian Nasional yang diperiksa oleh lembaga independen yang ada di Jakarta (sana).

Dengan banyak soal sebanyak 5 paket A, B, C, D, dan E. Khusus untuk soal listening saya memperkirakan hanya dibacakan wacana sekali tetapi variasi pertanyaan mengikuti kode soal yang diberikan kepada masing-masing siswa sebagaimana wacana yang dibacakan dalam LC (Listening Comprehension) dimaksud. Artinya siswa tetap mengerjakan paket 1 – 5 dengan pertanyaan yang berbeda-beda tiap paket tetapi yang diperdengarkan dari soal auditory-nya adalah satu topik. Satu topik auditory untuk menjawab 5 pertanyaan berbeda dalam satu nomor soal (bergantung paketnya masing-masing).

  • SMA/ SMK/ MA (Tingkat Menengah Atas dan Kejuruan)

Seperti umumnya yang sudah-sudah. Perkiraan penjelasannya sama seperti di atas. Dan untuk LC juga serupa. Satu wacana nanti ditanyakan kepada siswa dengan pertanyaan yang berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Soal Bhinneka Tunggal Ika.

Sementara yang lain juga tetap meriah dan membuat meriang para siswa yang mengerjakannya. Tetapi jika siswa tersebut benar-benar di-drill, dilatih, di-bor, di-gojlok habis-habisan di sekolah dengan latihan soal. Sepulang sekolah digojlok lagi dengan les demi les sampai cukup puyeng dengan berbagai macam latihan soal menjelang UN sampai diasup dengan soal-soal sekelas Ujian Masuk Perguruan Tinggi. Nah, paling tidak ada jaminan 20 % hingga 80%, siswa yang bersangkutan dapat mengerjakan soal Ujian Nasional dengan “sedikit” sukses.

Sehingga dengan manjurlah lembaga-lembaga non-sekolah yang menawarkan drill, latihan, les dengan jaminan lulus 100% dan diterima 100% di perguruan tinggi anu dan anu akan memperoleh hasil yang signifikan sebagaimana keinginan setiap pelanggan atau kustomer yang mencapai kepentingan demi kenikmatan …. oh nikmatnya menjadi Mahasiswa … oh senangnya menjadi Siswa SMP Anu, oh bahagianya menjadi siswa SMA anu …

Sukses itu keberuntungan bukan pula sebuah jaminan tapi juga bukan suatu  Kemustahilan.

Ini adalah opini pribadi dan bukan mengatasnamakan lembaga atau institusi, jadi jika sebarang mengutif dengan kata-kata yang tidak jelas itu bukan TANGGUNG JAWAB SAYA !

(Bayanganku) Ujian Nasional 2011

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s