Birokrasi ala Ayam

Berpuluh-puluh truk ayam lalu lalang dari Banjarmasin ke Palangka Raya seperti gambar, bukan karena kasihan atau iba hati melihat ayam-ayam ini. Baik yang nongkrong di atas atau yang kena ceprot empedu di paling bawah, mereka semua cepat atau lambat juga akan menemui ajalnya di ujung pisau sang penjagal ayam. Itu pun setelah melalui ritual putar-putar dahulu sebelum nyawanya benar-benar terlepas dari bulu- bulu ayam.

Truk ayam 1

Ayam sebagai salah satu komoditi menarik minat para pengusaha, ayam yang bisa diternakkan dalam waktu 45 hari diupayakan diternakkan lebih pendek lagi hingga tiap 28 hari. Sudah pasti ayamnya pasti kecil-kecil sehingga dinamakan ayam kalasan.
Nah, ayam yang lebih sexy dan semok lebih banyak diternak di tempat-tempat mentereng dengan sebutan ayam k****s …
Apakah ayam kampus suatu saat akan dijajakan serta didistribusikan berantai seperti foto di atas, ah mudah-mudahan lah ada bukti dengan kepemimpinan saya suatu saat nanti. Ayam itu sebagai salah satu komoditi ekspor ke Timur Tengah yang mudah dan sedang bergolak sekarang. Golakan Timur tengah ini mirip seperti acara di masa muda saya dulu yang dinamakan Gejolak kawula muda.

Birokrasi ayam terlihat dari gambar mengenal urutan atas, menengah, madya hingga paling bontot di bawah. Yang di atas enak saja ceprot buang bokeran ke lantai di bawahnya demikian seterusnya secara berantai. Bisa diduga betapa menderitanya ayam-ayam yang ada di bawah, sebelum dijemput ajal oleh tukang jagal sudah kena semburan boker dari dubur panas ayam-ayam peringkat atasnya.

Birokrasi ala Ayam

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s