Hujan Dinanti dan Ditolak

youngdoo.net

<h4>Hujan… Hujan … Hujan

Selama masih rintik-rintik dan tidak lebat menimbulkan sensasi romance dan cocok untuk pasangan pengantin serta dua manusia berbeda jenis yang tengah memadu asmara untuk tidak keluar kamar selama seminggu. Hujan-hujan rintik membangkitkan gairah terpendam untuk terus menarik selimut naik dan menerapkan gairah untuk tidur melulu hingga tidak bangun-bangun dan mengembangbiakkan kemalasan yang dinanti dan dicari-cari.

Walaupun ada iklan My Zone dengan Mang Ujan-nya telah membuktikan bahwa setiap hujan membawa kemalasan. Tapi pada dasarnya hujan adalah bagian dari siklus air agar tetap ada dan terjadi di muka bumi ini. (soalnya kalo di dalam bumi tidak ada atmosfer yang menampung air, tapi sebagai bagian jalan masuk air ke dalam bumi kayak termos air).

Jika hujan rintik ini tidak mereda dan beralih menjadi hujan lebat lengkap dengan gemuruh petir guntur thunder hingga memunculkan gundala berbaju latex hitam dengan sayap burung dara ke kepalanya, hujan membawa petaka bagi beberapa manusia yang sengaja atau tidak sengaja tinggal di bantaran sungai, dataran kota yang lebih rendah dan yang paling parah tinggal di lereng pegunungan atau tebing yang bisa swaktu-waktu melorot (jelas sekali melorot ke bawah) karena kekuatan daerah tebing sangat rentan terpengaruh oleh air atau hujan apalagi digoyang sedikit oleh depe-jupe langsung greng melorotnya.

Tetapi yang menggembirakan dengan kondisi hujan di pagi hari apalagi jika berlangsung sampai dengan pukul 7 sampai 7.30 adalah para pelajar di kota Palangka Raya yang berada pada 114o dan 6o lintang sebelah selatan khatulistiwa yang dalam setiap status twitter, fesbuk, bahkan dalam BB (botol belek) suatu alat komunikasi yang mereka sebut semartfon untuk berganti-ganti status dengan salah satu isinya menyebutkan “asyik hujan”, “hore hujan engga jadi sekolah”, “hore .. hujan, tidur lagi” dan bla bla bla bla …menunjukkan betapa fenomena hujan ini sangat diharapkan dan benar-benar diharapkan terjadi di pagi hari.

Apabila hujan lebat dari tis-tis mahantis rintik tadi terjadi di malam minggu, maka status fesbyuk dan BB  dan beribu tweet hingga akan mendoakan supaya “cepat berhenti”, “jangan turun”, “ah hujan tidak tau aturan (memang hujan sekolahan apa ? ) … dan pokoknya intinya tidak menyukai hujan turun di malam minggu syalalala lalala lalaal aaa …

Aneh kan, kalo hujan pagi dinanti-nanti, hujan malam atau sore di hari sabtu malah ditolak mentah-mentah.

Resiko Mang Ujan, dan baguslah Mang … atur aja ujannya tidak menentu. Tapi jangan sering kasian yang masyarakat bawah (kaum yang biasa di bawah dan tidak biasa di atas) untuk dapat bertahan hidup, jangan hanyutkan rumah mereka atau rendam cucian mereka, serta menggelosorkan tempat tinggal mereka.

Yang menjadi kerepotan kalo pagi hujan adalah pedagang sayur keliling karena pasti dagangan mereka basah dan mereka akan kekurangan plastik sebab dipakai untuk menutup seluruh badan dari air. Biar bagaimana pun life mas go on yah mestilah berjaja, berdagang keliling berteriak-teriak sambil membunyikan klakson dan kentongan agar yang dilalui tau bahwa tukang sayur langganan atau ada yang berjualan sayur lewat dan mereka yang bermalas-malasan sudi untuk menanggalkan selimut maupun sarung mereka untuk “sekedar” melirik bahkan melihat bahwa para tukang sayur ini atau Vegetable’s merchant ini lewat syukur-syukur bisa dibeli barang dagangannya …

Kapan sih, hujan menjadi ramah dengan kita ? </h4>

Hujan Dinanti dan Ditolak

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s