Di Perjalanan

Pas tadi siang pukul 09.00 disaat disambar tugas tambahan yaitu mengisi jurnal kerja karena hari ini adalah hari terakhir mengumpulkan jurnal sebab senin mendatang akan diserahkan sebagai bukti kerja seorang abdi negara, tiba-tiba telepon kesayanganku berdering nyaring sambil berdentang pedas. Di seberang sana seorang bapak dengan suara tenor campur bariton dengan logat medok arus hulu sungai barito melaporkan berita bahwa pada hari Minggu besok, kami selaku asuhan magister urusan persekolahan diwajibkan mengikuti sebuah acara temu wicara dan dengar-dengaran saja dari khotbah-khotbah hebat para dosen mancanegara.

Ceritanya besok ini kami harus hadir dari pukul 7 kali hingga bunyi-bunyian selesai diperdengarkan dan nantinya sebuah surat sakti akan ditelorkan guna dipakai membuktikan kehadiran kami dan menyatakan kami boleh atau dibolehkan mengikuti ritual penting pelulusan calon magister urusan persekolahan. Karena kalo tidak wah bakal lama menunggu terkantuk-kantuk sampai katung-katung tak selesai-selesai tiada berujung pangkal di negara tetangga.

Surat sakti tersebut akan dipergunakan sebagai selembar syarat selain prasayarat yang cukup banyak dan beberapa sudah kami lalui bersama rekan-rekan angkatan 2009 dan 2010.

Nah, sementara menunggu acara temu wicara diselingi dengan pemutaran video musik ini … kami berkesempatan menginap di hotel sederhana tidak bayar sambil membawa anak-anak kami yang manis, centil, imut-imut dan rajin bicara. Anggaplah weekend (terpaksa) begitu ujar istri saya berkali-kali seolah-olah membenarkan perjalanan yang (tidak hendak) kami inginkan.

Kondisi dunia di sini cukup stabil dengan awan berarak pelan dan berangsur-angsur meredup karena sudah mulai gelap. Flash pun tidak macet semacet hati yang menderu-deru yang berkehendak tidak ingin menghadiri ritual resmi ini. Dan saya bersyukur karena selain sudah bayar pulsa bulanan ternyata jalur 3G di kota kecil mungil dan sering dilingkupi aroma terapi karet asap lumayan kencang dan bisa membuat blog ini terisi selalu. Walau kadang harus bertepuk sebelah tangan sambil mengusir nyamuk yang hinggap di daerah-daerah sensitif dan menggelikan.😆


Perjalananan dapat menyenangkan jika semua hal yang menyenangkan turut dibawa agar hati senang, juga membawa anak-anak yang ajaibnya diliburkan oleh sekolahnya sampai minggu depan.
Ah Senangnya ….. apalagi anak-anak saya sangat senang naik-turun tangga merangkap lift sebab tempat tinggal adik ipar ini berlantai tiga apalagi acara televisinya ada 54 channel dengan hanya membayar setengah goceng sebulanan penuh.

Di Perjalanan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s