Makan-Makan di Totti 10

saya menduga owner warung ini penggemar Fransesco Totti

Perjalanan kuliner atau dengan kata lain menguli maner membuat jejak kami bertiga bersama anak dan teman seperjalanan hidup saya sampai ke sebuah warung nasi lebih tepat dibandingkan restoran yang diberi nama Totti dengan angka 10 dibelakangnya. Penulisan Totti10 jika dibaca dengan gaya anak alay sama dengan Totti iyo mudah-mudahan bukan berarti totti = tokang tipo😛

Namun warung ini hanya melayani bagi yang bernafsu makan dan rela memakan makanan yang tidak lazim (kalo nggak percaya datang saja sendiri) ke Jl. Nyai Undang Palangka Raya samping pinggir kanan Jl Seth Adjie melengkung ke kiri dikit lebih kurang beberapa meter dekat dengan parit besar yang airnya dangkal dan banyak batunya.

Rasanya saya tidak patut mengatakan apa saja yang disediakan selain menu-menu biasa dan sangat biasa ditemui di warung-warung nasi yang kadang terang kadang remang-remang seperti nasi digoreng, mie rebus digoreng maupun dikasi kuah, mihun warna putih atawa dikenal dengan sebutan bihun yah semacam itulah yang biasa dimakan-makani orang bermata sifit di filem-filem kungfu ataw filem silat zaman dulu yang masih rajin pake kuncir dan bando serta tidak jarang kepang kuda sampai kepang kerbau.

Yap, pesanan pertama untuk eksperimen nekad ini, karena istri saya bilang, jika kemahalan itu adalah tanggung jawab bapak yang menyetir membawa kita ke warung itu.

“Loh, koq aku yang jadi bantal pangkongnya ?”

“Ya, karna siapa lagi yang cocok disapiputihkan daripada dikambinghitankan ” ujar istri saya tidak kalah telak …

Maka sebagai pria sejati yang selalu siaga (siap antar tetangga) saya merelakan tembakan mental tersebut. Karena saya berharap toh yang bayar juga uang yang saya titipkan😀

setelah menyorongkan pantat dan duduk di kursi plastik yang rada berat karena batang kakinya disemen, kami bertiga disuguhi kertas kosong dengan daftar menu, yang akhirnya terpilih adalah asupan berupa mie pangsit 2 mangkok besar dan sepiring nasi gasak goreng. Tidak makan waktu lama, lebih kurang 5 menit lebih sedikit, pesanan pun tiba diantarkan ke meja kami (kebetulan meja santap diberi nomor 5 sama seperti ukuran kaos kaki saya) …

betapa kaget dan shock kami dibuat chef warung Totti ini, bahwa porsi yang dikirim cukup besar dan mampu membuat sapi hamil saja angkat tangan untuk menghabiskan sejumlah makanan tersebut😛 … karena dihadapi dengan tenang, tidak buru, sambil sedikit bersiul dan mengulik telinga, asupan dahar diselesaikan dengan tuntas dalam waktu lebih kurang 25 menit, itu pun masih ditambah dengan pijet-pijet tangan dan sedikit mengomentari sinetron indonesia berjudul Putri yang ditukarin …. ya …. sinetron sangat penting sebagai hiburan pengiring makan untuk membumbui semangat beradu pendapat dengan ciri khas cerita ala India campur Korea dan sedikit campursari.

Apalagi pas adegan pengadilan ala sinema monoton elektronik Indonesia yang membuat kami terpingkal-pingkal, di mana dengan seenaknya dewe pengunjung memaki terdakwa sementara Hakim dan Jaksa hanya terperangah (sebelum disuruh sutradara) untuk menyela pengunjung yang melakukan kontem of kort tersebut.

Sudahlah, tidak perlu dilanjutkan pengadilan ala sinetron dimana Atalarik duduk sebagai aktor pesakitan terdakwa (selama di TV loh). Tibalah saatnya membayar bon makanan yang berjumlah 63 ribu dengan rincian satu porsi makanan yang kami pesan senilai dengan 18 ribu dan satu gelas minuman setara dengan 3000 perak. Berarti 21 rebu dikali tiga oknum pemakan lahap ini.

Dengan porsi cukup dan lebih banyak dibandingkan warung jajanan pinggir jalan remang-remang dan kadang banyak nyamuk, saya rasa cukup adil menilai Resto Tottiyo ini dengan bintang sebanyak bintang di langit (hitung sendiri).

bagi warga di Palangka Raya yang tidak takut dengan makanan-makanan daging putih dan cenderung tidak seperti umumnya, silakan mencobai dan berkunjung dengan berani ke Restoran (eh warung makanan) Totti 10 yang berlokasi seberang Parit Pengeringan II Penarung sebelah kanan Jl Seth Adjie berseberangan dengan Jl Nyai Undang.

Bersamaan dengan saya yang juga menyantap makanan, adalah kloter empunya Gajah Mas Ponsel dan Salah seorang anggota Dewan Perwakilan Masyarakat yang terhormat yang mewakili Masyarakat KalTeng dari Party berbendera bintang dan ikon jejarinya membentuk lambang segitiga yang pembina party-nya adalah bapak negara saat ini.

Selamat mencoba dan cobalah dengan nekad, jika tidak punya 100 rebu dan 9000 perak … janganlah coba-coba menjajal atau menawar harga makanan di warung ini … bakal kena tendang sodara, sebab chef beserta asistennya saja semuanya pria lhooo …. yang wanita hanya ibu yang bertugas menagih dan menerima bon pembayaran.

Harga sesuai rupa, pas, tidak pelit,

Makan-Makan di Totti 10

4 pemikiran pada “Makan-Makan di Totti 10

  1. dia besoh nday aran te pa.. lepah lingis ih jadi awi ki te…hhhaa
    iyoh umay ku kia dia bahanyi are-are kuman bawui.. hai kolesterol kua…
    amun kilau ak … hajar tarus ihh pa…hhhaaa

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s