Pidato SBY di perayaan Natal Nasional

Saat ini Indonesia tengah beranjak menuju sebuah tataran yang mengedepankan Good Socienty, Good Civilization dengan penuh etika dan kesantunan. Hal ini bisa dicapai dengan membangun karakter bangsa, nilai-nilai, perilaku-perilaku bangsa yang maju, unggul, dan mulia dan didasari toleransi, saling menghargai, saling menghormati.

Karakter-karakter bangsa yang maju, unggul, dan mulia terdiri dari jiwa yang terang, pikiran yang positif, sikap optimis, dan penuh kerja keras jauh dari rasa malas.

Fenomena sosial dan politik akhir-akhir ini sudah tidak sehat, merusak sendi-sendi kehidupan bangsa. Berupa tabiat-tabiat dan perilaku baru yang didasari pada fitnah, berita bohong, fiksi, delusiatif. Perilaku kasar dan bernuansa kekerasan yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat demi mengekspresikan hak dan kebebasannya. Yang mana telah melewati batas kepatutan moral, etika, dan budi pekerti.

Hal-hal tersebut tidak melandasi tata kehidupan bangsa yang mulia jika dipenuhi prasangka, kebencian, dan permusuhan.


Nilai-nilai luhur bangsa yang digambarkan dengan tatakrama, peradaban yang mulia sama mulianya dengan ajaran-ajaran agama samawi. Ajaran agama yang universal berlandaskan kebenaran, keadilan, kebertanggungjawaban.
Agar hal-hal ini dapat dicapai diperlukan peran serta dan dominasi para Tokoh-tokoh dan pemimpin agama. Karena di Indonesia ini menganut faham paternalistik, diperlukan peran konstruktif adri Tokoh-tokoh agama, pemimpin agama, alim ulama sehingga ajaran agama yang dianut dapat dipedomani dan dijalankan sebagaimana hakikat asalnya. Para pemimpin agama menjadi sosok yang diteladani agar mencerminkan keagungan ajaran agama tersebut baik dalam berpikir, bertutur maupun bertindak.
Peran serta Indonesia saat ini dalam percaturan dunia juga diperhitungkan dengan konsensusnya terhadap krisis global yaitu pemanasan global dan perubahan iklim dunia.
Berbagai upaya sudah dilakukan salah satunya dengan menghasilkan Balo Road Map yang menjadi acuan dalam memandang climate change dan yang baru-baru beberapa hari dicapai yakni Copenhagen accord.
Indonesia sudah saatnya bangkit bersama dan memulai hal-hal dukungan atas konsensus bersama dengan penyelamatan hutan, lautan, sumber-sumber air, efisiensi bahan bakar, dan lain sebagainya.
Tentu saja akibat-akibat globalisasi tadi akan berdampak logis sehingga perlu dicari cara pencegahan atau mengatasi dampak-dampak berupa pemanasan global.
Salah satu caranya adalah dengan gerakan menanam pohon. Harapan saya, setiap tahun dapat ditanam satu milyar pohon sehingga nyatalah perjuangan untuk mengurangi emisi global.
Dengan demikian melakukan perjuangan ini dengan semangat pengharapan yang merefleksikan Kasih Tuhan dengan senantiasa membangun kebersamaan dan toleransi.
Melalui natal kali ini, mari kita jadikan sebagai upaya motivasi pembaharuan iman, dalam kesederhanaan dan solidaritas sebagai bentuk penyerahan diri kepada Yang Maha Kuasa.

Resume Pidato Presiden RI pada 27 Desember 2009 di Perayaan Natal Nasional JCC Jakarta.

Pidato SBY di perayaan Natal Nasional

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s