Mau Mengkritik ?

Sebelum menuliskan posting ini, saya terlebih dahulu mempelajari kejadian ibu prita mulyasari melalui berbagai macam posting blog di M. Shoddiq juga blog-blog lainnya.
Ternyata memang harus … dilakukan namun dengan penuh kepatutan atau kesantunan sebagaimana komentar-komentar yang saya pelajari dari blog-blog tersebut.

Kasus ini tidaklah berat, namun cukup juga menyibak … agar ada gugus kendali mutu. Kita mulai dari yang terkecil dahulu,

Ceritanya saya angkat dari peristiwa cuci-mencuci,
Karena saat ini kesibukan keluarga bertambah akhirnya kegiatan laundry tidak bisa lagi dilakukan apalagi pembantu keluarga kami minggat dengan alasan cukup umur untuk berkeluarga. Sehingga istri saya memanfaatkan jasa laundry yang terletak di ujung jalan menuju Kantor Kelurahan Langkai kecamatan jekan raya, nah di hari pertama sebenarnya sudah ada tanda-tanda bahwa laundry ini bakal memberi masalah,
namun karena masih baru jadi biar aja😀 … saat itu seorang bapak meng-complain baju kaosnya yang berwarna putih terkena lunturan bercak-bercak warna biru, sementara ibu pemilik merangkap pencuci merangkap CS merangkap humas dan merangkap sebagai tenaga kuda menanggapinya dengan sepi dan mengklaim bahwa sudah melakukan gugus kendali dengan memisahkan pakaian-pakaian yang luntur dengan tidak luntur (tapi buktinya masih bisa kena lunturan hayo ? ) ….

Istri saya sebenarnya sudah aware tapi nggak ngeh ! … yah sudahlah (ini penyebab asalnya) akhirnya kami mencoba, eh besok saat diambil tidak terjadi apa-apa sampai akhirnya diputuskan untuk mencoba langganan untuk 50 kg cucian kering …

Hantaran pertama tidak terjadi apa-apa, baju rapi dan harum. Hantaran kedua saat malam tidak terjadi apa-apa, hantaran ketiga sudah mulai bertingkah dengan pakaian yang ketinggalan dan diantar saat pagi hari dimana baju seragam TK anak saya akan dipakai. Hantaran ke-4 tidak jadi, karena tidak diambil dengan alasan bahwa sang suami ibu pemilik laundry tadi mengantar tamu sampai ke Sampit jadi tidak sempat. Akhirnya diputuskan saya yang datang dan bersitegang kali pertama dengan ibu pemilik dengan banyak tugas rangkap tadi, … berbagai macam argumen saya adukan dan sampaikan, akhirnya si laundry owner rupanya habis kesabaran sambil mengancam silakan cari laundry lain karena menurut saya pemberitahuan tidak mengambil cucian tidak pada jam yang wajar serta saat diantar pun laundry sudah tutup padahal janjinya masih buka (saat itu waktu menunjukkan pukul 20.00 wib) … rupanya karena mulut saya “berbusa” si ibu owner mempersilakan hengkang saja, namun kalo hengkang maksimal kuota laundry yang ada masih sekitar 30 kg lagi jadi rugi, akhirnya saya mengalah saja dengan berharap kejadian tersebut jangan terulang lagi.

Kegiatan laundry berjalan pun seperti biasa, dengan tetap mendapat lunturan-lunturan kecil .. hal ini tidak menjadi perkara sebab terjadi pada laundry underwear keluarga (karena letaknya di dalam pakaian jadi antara luntur tidak luntur tidak masalah).
Nah, petaka itu akhirnya tiba setelah kuota laundry cucian bulanan yang 50 kg habis dan cucian insidentil tepat kali yang ke-7 (wow … dihitung ya ?) kenapa ?

saat mengambil cucian, yang menerima kami adalah anak kecil karena saat itu pintu ditutup … belum lagi sampai satu meter kami keluar dari ruang CS eh pintu dilempar alias dibanting (untung nggak kena kepala), tapi sebagai orang yang punya prasangka saya sudah memperkirakan pasti ada macam-macam dengan bantingan pintu yang keras di saat tamu belum terlalu jauh meninggalkan rumah. Pasti ini tanda bencana … !

nah, sesampainya di rumah saya sudah curiga dengan kelengkapan hasil laundry dari ujung jalan cempaka ini, saya buka plastik merah kami dan kami dapatkan cucian terkena lunturan dan tidak lengkap terutama pada seragam SD anak saya … nah ! ini dia bencana kesekian kalinya dari hubungan kerja sama yang sebenarnya simbiosis ini bisa menjadi mutualisma eh akhirnya menjadi komensalisma dan parasitisma😀
segera saya telepon complain ke suaminya, karena nomor telepon yang tertera pada label cucian WK ini tidak bisa tersambung alias nomornya mati (habis pulsa, atau diputus karena sibuk menerima cucian) … segeralah komplain berubah menjadi tuaian badai karena ditangkis habis-habisan kami tidak teliti dan sebagainya dan seterusnya.

Akhirnya meluncur kalimat-kalimat dari ibu owner merangkap laundrier merangkap CS merangkap rangkap tadi .. “Sudah Pak ! bapak carih tempat cucian lain ajah kaloh begituh (ikuti logatnya) … saya menjawab sekenanya, “Saya hanya berharap lain kali ibu mencuci yang teliti, jangan sampai baju kena lunturan, kancing seragam kami jangan kehilangan dan putus, maka katanya dipisah tapi koq bisa seperti itu ?” Namun nasi sudah basi, saya tidak menarik kata-kata lagi …
maka berakhirlah hubungan mutulisma dengan laundry ini, hanya karena owner yang merangkap-rangkap tadi kehabisan argumen dan sudah tidak tahan mendengar komplain saya tadi.

Karena itu sebaik-baiknya laundry di tempat orang lain, memang harus laundry sendiri. Tapi kalo waktu untuk melaundry tidak sempat dan hanya sempat seminggu sekali bagaimana solusinya ?
Jawabnya mudah : BAPAK CARI LAUNDRY KE TEMPAT LAIN SAJA😆 …. yah memang itu yang akan saya lakukan,
lagian disini sudah bertebaran lebih dari 5 rumah cucian, tinggal pengalaman dan rekomendasi dari pelanggan lain yang saya perlukan sebagai bagian dari pembenaran mencari tempat cucian yang bersih, harum, murah, rapi dan teliti lagi😀

Wassalam dari klien laundry yang kehilangan 2 stel seragam SD😡

Mau Mengkritik ?

2 pemikiran pada “Mau Mengkritik ?

  1. -kalau nggak beres ya sebaiknya pindah saja mas daripada ribut
    -kadang ada orang yang tidak sungguh dalam bekerja sehingga merugikan diri sendiri dan orang lain
    -salam

    hehehe … benar Mas Cholik, akhirnya memang pindah dan kami menemukan laundry yang keseluruhan dikerjakan oleh mahasiswa-mahasiswa yang mencari tambahan uang kuliah, hasil pekerjaannya pun bersih, wangi, lebih segar dari tempat sebelumnya .. Salam dan terima kasih atas kunjungan anda

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s