Menghimpun Kekuatan

Setelah lama tidak berkutat dengan hal-hal memikirkan dan merencanakan serta merancang, tahun 2009 kembali saya dipercaya untuk menjadi anggota think tank institusi tempat saya bekerja saat ini.
Dibawah organisasi baru dan kepemimpinan baru, terasa sekali aroma kesegaran dan euforia akan sistem kendali mutu yang lebih baik, dinamis, walaupun bersahaja dan masih banyak benturan dengan sana-sini pemangku kepentingan.
Termasuk beberapa hari ini, saya selalu dikejutkan dengan telepon gelap dan sms gelap dari nomor yang tidak dikenal hingga beberapa nomor yang saya kenal.
Adapun ujung-ujung pembicaraan selalu berkisar dan seputar masalah duit atau dana, entah untuk menjamu tamu dari pusat-lah atau sekedar uang membeli tiket demi mempermulus masalah anggaran dan segala macam.

Kondisi seperti ini membuat saya merada dikepung dari berbagai deraan dan helaan, sudah dari tempat bekerja (intensitas dan koneksitas yang demikian tinggi serta padat), juga dari pihak teman-teman jarak jauh, sudah sekali lingkungan keluarga dekat yang tidak mengenal waktu dan tempat juga meminta perhatian khusus semakin lama semakin “kolokan” menurut saya.

Seolah-olah semua itu, tidak menerima keadaan bahwa saya kembali disibukan, entah menyibukan atau kesibukan atau apapun itu dengan seabreg kegiatan maupun tugas perencanaan dan pemikiran terhadap kondisi dan kemajuan institusi tempat kerja ini.

Setelah beberapa minggu sebelumnya, saya terbaring di rumah sakit hanya akibat segepok roti yang dibeli di sebuah tempat perbelanjaan kala saya mengunjungi negara tetangga untuk melanjutkan studi eh deraan sekarang berubah menjadi deraan mental yang datang bertubi-tubi.

Mau tak mau, kekuatan khusus harus dihimpun untuk menangkal atau menggelar aneka friksi tersebut.

Saya hanya bermohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, juga kepada para pembaca setia blog ini, untuk tidak ragu memberikan masukan berupa komentar baik tajam atau miring selama tidak berubah menjadi caci maki bahkan pencemaran nama baik seperti berita-berita di fesbuk dan semacamnya,
Namun mari kita konstruktif dalam membangun opini tidak saja berdasar argumen tapi juga fakta-fakta yang logis dan hierarkis.

Kekuatan itu terletak dalam pikiran anda yang tertuang dalam tulisan yang santun dan bersahaja, tidak banyak menuntut tapi lebih banyak merefleksikan diri penulis sebagai salah satu target operasi kali ini hehehe

Sekian dahulu perjumpaan di bulan juni.

Merdeka !!!

Menghimpun Kekuatan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s