Seandainya bisa ?

Sore ini saya mengamati berita sore hari dari TVRI Lokal palangka raya, saya bangga melihat betapa antusiasnya para pemuda, generasi muda pencari kerja di semua kabupaten dan kota. Bersama dengan istri tercinta, kami bertukar cerita lucu seandainya :

  • Kami berempat teman akan manggung di halaman sekolah, rencananya mau ngeband lagu cadas pake peci dengan baju kemeja dan bercelana jeans. Seandainya itu terjadi, jangan-jangan disangka pengacau keamanan yang akan ditembak mati ya ??
  • Fakta : di sebuah kabupaten baru memerlukan 419 orang cpns dengan 250 orang tenaga pendidik dari jenjang TK hingga SMA. Sebuah kota tempat saya berada membuka lowongan sebanyak 280-an cpns dengan 40% adalah tenaga pendidik. Seandainya dibuka lowongan kerja dengan jumlah terbanyak yaitu TENAGA PENDIDIK YANG HARUS BERSEDIA DITEMPATKAN DI DAERAH TERPENCIL – APALAGI DALAM JUMLAH YANG BESAR ? NAH, TENTUKAN PEMERINTAH TIDAK AKAN KEKURANGAN GURU DI TEMPAT TERPENCIL … YA KAN !! KARENA E KARENA SEMUA PENCAKER PUNYA SATU TUJUAN YAITU MENJADI Pe eN eS
  • Fakta : Gedung Kantor BKPP di salah satu kabupaten baru dibangun di sekitar Hutan dengan kayu dan pohon karet yang tinggi dan lebat. Seandainya semua kantor di kabupaten pemekaran atau di kabupaten seluruh Indonesia dibangun di pinggir hutan, maka setelah jam kerja selesai maka para pegawainya dimungkinkan memiliki usaha sampingan yaitu menebang pohon, kemudian mengolahnya dengan menggergaji batangan kayu menjadi balok-balok yang kemudian bisa dijual dan menjadi tambahan penghasilan. Bukankah itu mungkin, mengingat instansi pemerintah tersebut berada di sekitar hutan. Jadi ada alasan pembukaan lahan dan sebagainya, sekaligus sebagai usaha tambahan dan hiburan. Mungkin saja dengan alasan lembur, maka produksi kayu gelondongan untuk dijadikan balok merupakan alternatif mengentaskan kekurangan gaji para pegawai yang sering terlambat menerima gaji atau tunjangan kesejahteraan mereka bisa ditingkatkan.

  • Fakta : tidak sedikit di kabupaten pemekaran, ada saja pegawai pria yang tidak bisa membawa istri dengan alasan tempat tinggal dan masih harus menyesuaikan. Dampak negatif dari hal ini adalah aroma yang tidak sedap tentang wanita idaman lain. Bukankah dengan membuka kantor di pinggir hutan malahan membawa kesempatan untuk bisa mencoba berbagai gaya ML ekstrem untuk memperoleh yang dicari semua manusia untuk hidup di dunia ini, yang disebut pleasure atau kenikmatan … Apalagi setelah ada kesempatan usaha sampingan di sebelah kantor ada hutan yang bisa diolah kayunya, lalu menggayat kayu kemudian merayap dan menggayap .. bukankah suatu kebetulan ? SEANDAINYA BISA !
  • Fakta : biasanya pada acara pembukaan gedung perkantoran baru atau instansi baru, selalu ditandai dengan penanaman pohon. Nah, seandainya saat menanam pohon tersebut sang penanam (yang seandainya) adalah orang paling berkuasa dan paling berpengaruh serta memiliki pendamping (bahasa kerennya AJUDAN) sedang asyik menanam dan tiba-tiba celana sang penanam yang dipakainya sobek .. ada kemungkinan celana ajudan yang akan menggantikan celana sang penanam tersebut dan ajudan tentunya tidak akan bercelana lagi (kecuali selalu sedia setiap saat menggunakan celana boxer sebagai antisipasi terburuk) akibat asyiknya sang penanam menanam pohon baru sampai harus rela celana resminya robek tepat di tengah lipatan dan jahitan simetris … ini SEANDAINYA …!

Ini semua adalah SEANDAINYA … JANGAN diartikan sebagai PELECEHAN atau MENGEJEK, namun perlu dicermati adalah keadaan nyata yang mungkin saja terjadi dan punya potensi ke arah itu. Maka BERSEDIALAH PAYUNG SEBELUM HUJAN, KARENA MUSIM SEKARANG MEMASUKI MUSIM PENGHUJAN … BEGITU KATA BANG NAPI DI RCTI STASIUN PANGKONG.


Seandainya bisa ?

3 pemikiran pada “Seandainya bisa ?

  1. @budisan : saya juga bingung dengan keputusan tersebut, terkecuali yang diangkat adalah guru bantu karena itu sebuah keharusan dan komitmen antara Pemda dengan Mendiknas😆

  2. yang saya heran ada ketiak eh ketidak sambungan antara BeKaDe dengan UUGD yang mensyaratkan guru itu harus sarjana, tapi meraka masih menerima pendaftaran DII untuk guru SD, lha gimana ini.
    Kadang saya ini heran sam diri sendiri kok suka usil, dengan keputusan dan urusan orang lain

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s