Ketahanan Iklim 2008

Perubahan iklim memang tidak bisa dihalang-halangi karena sudah merupakan kejadian alamiah. Namun sebagaimana harapan akhir cerita anak-anak yang selalu happy ending, ternyata tidak seperti bayangan semula. Yah, benar. Iklim yang ideal bukan lagi adalah kejadian yang bisa diharapkan, hanya bisa menjadi wacana.

Secara aktual sejak tahun 2000 negara-negara adidaya, negara G-8, negara-negara industrialis sudah menghembuskan isu lingkungan, ketahanan lingkungan, rumah kaca, polusi, polusi industri. Padahal yang dituju sebenarnya adalah kepada negara-negara berkembanglah yang memang diekploitisir oleh negara-negara industrialis tersebut yang diredam.

Semula isu-isu murahan ini tidak ditanggapi, namun seiring bertambahnya jumlah penduduk, perkembangan negara dan lingkungannya juga terjadi secara signifikan namun tidak secara linier korelatif melainkan sebaliknya semakin menurun secara eksponensial. Hutan-hutan dipangkas, dieksplorasi dengan alasan pendapatan negara dan membiayai kebutuhan negara tanpa lagi menghargai hak-hak ulayat dan kearifan lokal yang mengutamakan menjaga kelestarian alam. Eksploitasi sumber daya alam sedemikian pesat dan agresif menyebabkan lingkungan lokal semakin merana.

Baru dengan KTT Bumi 1993, KTT Bumi 2007, Perjanjian Kyoto yang masih belum diratifikasi oleh AS, namun oleh negara-negara lain sudah disepakati. Seluruh warga dunia terkejut dan shock, dan mulai membahana dengan isu menjaga ketahanan lingkungan.

Benar Teman, Dunia sudah berubah. Saat ini eksploitasi dunia sudah semakin berkurang diiringi dengan semakin berkurangnya sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui menjadi faktor peringatan akan semakin berbahayanya dunia tempat kita tinggal sekarang.

Gerakan menanam pohon, mulai 1 pohon, 100 pohon, 1000 pohon, sejuta pohon masih belum bisa dinikmati hasilnya dalam 5-10 tahun ini. Namun satu hal yang bisa kita nikmati dalam jangka yang lebih pendek dari itu dengan membuat menjaga ketahanan nasional bahkan internasional keamanan terjaganya lingkungan hidup.

Melalui lembaga keluarga dan sekolah, kader-kader muda, generasi-generasi penerus bangsa diajarkan dan dilatih untuk mencintai lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya, pengakomodasian pengelolaan sampah rumah tangga yang dibedakan antara sampah anorganik dan sampah organik, daur ulang sampah yaitu menggunakan kertas hasil daur ulang. Mengelola pemanfaatan sampah organik sebagai kompos dan sebagainya.

Untuk skala yang lebih tinggi sepertinya Pemerintah daerah di seluruh Indonesia perlu mengadakan cara mengatur emisi gas buang.

Namun melihat kondisi perubahan global, itu hanya berdampak sektoral dan parsial bukan secara integral. Karenanya sumbangan pemikiran para bloggers yang sebenarnya masih wacana bisa kita wujudkan dengan langkah-langkah kecil guna mencapai tujuan yang masih jauh.

Ketahanan Iklim 2008

Satu pemikiran pada “Ketahanan Iklim 2008

  1. joshua619 berkata:

    Semakin hari iklim berubah ubah, setiap bulan iklim pun labil. Tapi setiap Tahun iklim di dunia ini semakin memburuk….

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s