Teori Busaw

Hari ini benar-benar apes bagi sebagian besar Kota Palangka Raya, terperangkap dalam ketiadaan daya listrik karena kemampuan mesin pembangkit yang terbatas dengan alasan defisit. Memaksa Perusahaan Listrik Negara Cabang Palangka Raya mematikan sebagian aliran dan aliran ini yang bersifat “darurat” dialirkan untuk menghidupkan SPBU-SPBU terutama SPBU yang berada di jalan S. Parman (dekat Jembatan Pelangi).

Ketiadaan daya ini berarti padamnya pemanfaatan tenaga listrik di rumah, perkantoran, dan daerah-daerah sentra industri yang sebagian besar menggantungkan harapannya dengan tenaga listrik. Menggunakan genset sudah bukan opsi yang menguntungkan, karena keawetan mesin listrik tersebut tergantung dari suplai bensin premium yang membuat mesin tetep awet bekerja selama mesin genset PLN di-over-haull-kan.

Nah teori busaw ini mengasumsikan bahwa pemadaman oleh PLN terhadap sebagian besar penduduk dan sebagian kota Palangka yang sudah tidak cantik lagi karena beberapa sebab, antara lain :

  1. Daya yang dihasilkan pembangkit Asam Asam defisit (kekurangan daya semprot)
  2. Mesin Diesel PLN Palangka sedang di-rapih-kan alias sedang menjalani perawatan rawat inap.
  3. Transaksi BBM yang heboh karena pelangsir-pelangsir dan penimbun-penimbun bensin premium harus diselesaikan untuk menghentikan antrian panjang. (halah !!!)
  4. Produktivitas kota sudah menurun karena memasuki masa kampanye Calon Walikota dan Calon Wakilnya
  5. PLN memang menunjukkan eksistensinya sebagai perusahaan monopolis energi di Palangka Raya khususnya.
  6. Masyarakat Kota ini memang nggak peduli dan memerlukan daya listrik di siang hari.
  7. de el el … kalo saya tuliskan disini, bisa-bisa saya digelandang kayak Gophal Sialan (warga Singapur yang menjadi warga AS dan memprotes kebijakan US melalui blog karena menghina Mr. Lee Kuan Yew beberapa waktu lalu)

Pemadaman berlangsung dari pagi sekitar 7.30 hingga baru dihidupkan kembali pada pukul 20.00 wib dengan mengamati kondisi antara lain yang paling kentara adalah PENGHENTIAN ANTRIAN PANJANG BENSIN DI SPBU S.PARMAN DAN SEKITARNYA !!! sehingga SPBU tersebut memerlukan daya lebih untuk tetap operasional. Yah, memang orang lain harus dikorbankan untuk memenuhi syahwat bensin bagi orang berada (yang sebagian besar kemudian dipajang di sepanjang parkiran Pasar Kahayan Jl. Cilik Riwut dengan tanpa perasaan menindas walau dijual dengan harga di atas Rp 9000/liter saat malam hari) sementara penduduk lain harus menikmati gelap gulita untuk menyelamatkan sebagian warga kota yang sampai pukul 21.30 masih harus antre BBM dengan setianya (yang kemudian tentu saja untuk disedot habis tangkinya, dimasukkan ke dalam botol atau jerigen 2 liter dan 5 literan untuk dijual kembali sebagai eceran dengan harga sebagaimana tertulis di paragraf atas). Ironis sekali, wartawan pun tak berani menulis sedemikian rupa teori ini. Karena dikuatirkan akan mengganggu keselamatan mencari berita tentunya 😛

Tindakan demi tindakan dari aparat berwenang ? Saya berani katakan tidak berarti banyak, karena lebih banyak yang mabuk haus untuk meminum premium daripada mendengarkan hati nurani.

Bagaimana dengan saya ? Apakah saya ikutan mengantre ?
Sebagai mana kata AN’NO, lebih baik tidur daripada mengantri … sudah saya lakukan dengan baik dan tertib. Saya mendepositkan setiap kali berjalan 1-5 liter ke dalam tangki kendaraan dan kembali menggunakan tunggang roda dua untuk berjalan dengan bensin seadanya tanpa harus mengantri.

Itung-itung mengantri pun sudah rugi membuang waktu, juga membuang bensin lebih kurang 1 – 2 liter (yang banyak untuk mobil roda 4). Nah, saya terpaksa menjilat ludah sendiri yang berjanji takkan membeli eceran dengan TERPAKSA membeli eceran ! LEbih baik malu daripada kehabisan bensin dan tidak ada yang jual !!!! perlu diumpat sedikit 😡 sialan ! 👿 sialan lagi !!

Saya berharap yang membaca curhat ini jangan terlena dan jangan ikut-ikutan menghujat, cukup saya saja karena memang inilah tujuan tulisan dibuat penuh konsekuensi dan resiko. Ikutan berarti berani nanggung sendiri lah 😡

Namun dari sisi positif yang saya percayai bahwa esok tidak akan ada lagi antrian bensin di SPBU manapun, kalo ada cuma solar semata (karena pasokannya dibatasi). Sementara antrian bensin akan berjalan dengan normal hanya dengan satu alasan kuat, yaitu HENTIKAN KEGIATAN PARA PELANGSIR PREMIUM, RAZIA HARGA ECERAN TERTINGGI ! namun sekali lagi ini AMUNKAH TERJADI ? karena para pejabat dan orang yang berkuasa sudah mulai menyukseskan kampanye Pilkada 10 Juli 2008, semua calon punya kepentingan politik untuk dipilih, karena itu ngapain ngurus antrian lebih baik merayu massa dengan berbagai macam cara biar nanti beramai-ramai mencoblos nomor diri kontestan ini. Janji-janji tinggal janji, bulan madu hanya mimpi … 😆

Teori Busaw

2 pemikiran pada “Teori Busaw

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s