Integritas Utusan Sekolah di Olimpiade Sains Nasional

Sepertinya ini cuma pelipur lara saja,
karena berkali-kali sekolah mengirimkan utusan baik yang dibina dengan setengah bener atau setengah-setengah atau cuma tinggal nunjuk dan main comot, ya juga nggak ngaruh banget. Soalnya setelah diseleksi hingga tingkat propinsi yang namanya pemeriksa atau penunjukkan utusan propinsi pun belum terbuka sekali untuk wilayah di luar jawa dan sumatera dalam memenuhi passing grade nasional. Apa memang siswa di daerah-daerah di luar wilayah di atas tadi sudah pada bego atau cuma jadi penggembira semata. Huh ….😡 kalo seperti ini, palingan cuma sebagai tambahan daftar prestasi (prestasian) sebuah sekolah yang nanti akan dinominasi penerima block grant ini block grant itu …. iya kalo kepsek atau pengurus sekolah punya perhatian, kalo ndak … cuma ucapan terima kasih doang yang terdengar. Pernah beberapa siswa bisa lolos ke OSN di Surabaya (ni pengalaman tahun 2007) pas minta bantuan sekolah cuma dapat bantuan Rp 100 ribu/orang doang, karena alasannya udah dapat dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi, perhatian Pemkot Palangka Raya pun sama masamnya … cuma dapat 1 juta untuk lebih dari 10 orang … itu juga dengan banyak memaksa pejabat yang berwenang lho ! Namun pa daya, cuma ya cuma ….

Maka hal itu, perlu dipertanyakan kembali … integritas seperti apa yang perlu diadakan di setiap sekolah yang mengirimkan wakilnya ke OSN apapun itu bentuknya.

Toh yang menanggung juga siswa dan orang tua siswa, ….. ?

Integritas Utusan Sekolah di Olimpiade Sains Nasional

6 pemikiran pada “Integritas Utusan Sekolah di Olimpiade Sains Nasional

  1. 2 ivan : anda bisa liat fotonya ? … apa tampang saya masih cocok sebagai siswa ? kalo menurut Ivan cucok, ya terima kasih😀
    btw kayaknya saya menemukan username yang sama dengan nama anda di forum Olimpiade.org … kalo iya wah senang ding bisa dikunjungi oleh pentolan moderator yang kritis😆

  2. @zai : sekilas saya bisa kekecewaanmu bahkan pembina matematika, tidak terima bahwa SMANSA yang berhasil. Namun itu semua terlepas dari posisi dimana posisi siswanya, dan anggapan bahwa amru dan irzal pun sepertinya prejudice yang sulit dibarter lagi zai dengan pembenaran atas kemampuan mereka serta menyalahkan utusan smansa.

    sudah menjadi rahasia umum, di mana sekolah penyelenggara sebagai tuan rumah, maka kuota mereka akan ditambah. saya juga sempat kecewa saat smansa diberi kuota 4 orang untuk geosains dan benar dugaan saya, tidak satupun dari mereka lolos, berarti kan menggugurkan kandidat wakil sekolah lain yang sudah punya persiapan untuk maju.

    saya ambil hikmahnya saja, jujur, penilaian OSK masih sangat-sangat prematur dengan hanya menggunakan PG saja ataupun PG dan isian singkat semata … entah kalo ini memang sudah disepakati dalam cabang matematika. Dan yang hanya bisa diucapkan adalah …. kita nantikan kabar berita anak-anak smansa ini yang menurut ukuran zai sangat super dengan 2 soal saja yang salah … not underestimet yah (soly tulisannya ngasal) ..😀

    btw, inilah berkah juga sekaligus lampu kuning bagi smandah yang selalu mengirimkan utusannya lebih dari satu orang ke OSP. Namun, Dewi Fortuna rupanya belum memalingkan wajahnya ke sekolah kita lagi yah …. saya hanya berpesan dengan amru supaya bisa menunjukkan bukti integritasnya … dan yang terutama adalah bisa berbicara lebih keras lagi di tingkat OSN bukan cuma penggembira semata-mata ya nggak ?

  3. Maaf Pak, Comment yang diatas itu salah.
    Ini yang benar.

    Interupsi Pak….

    Bagaimana dengan kasus Olimpiade Matematika di kota kita? Saya dengar dari Amru & Irzal (2 Siswa Olimpiade Matematika Smada yang saya yakini bisa dapat medali di OSN tahun ini) bahwa hanya Amru yang lolos ke OSP sebagai juara 3, dan diprediksikan Irzal hanya menempati urutan ke-4, ini dikarenakan juara 1 dan 2 nya diperoleh Siswa Smansa (SMAN-1 Pahandut). Ini sangat mencurigakan dan saya sangat yakin seyakin-yakinnya bahwa siswa Smansa yang jadi juara 1 & 2 tersebut tidak jujur. Argumen saya untuk membuktikan pernyataan saya tersebut diatas adalah :

    Asumsikan bahwa kedua siswa Smansa tersebut jujur, dari data yang saya punya mereka katanya hanya salah 2 di OSK, ini berarti bahwa kemampuan matematika kedua siswa Smansa tersebut lebih hebat daripada Amru, Irzal, & hampir semua peserta OSK seIndonesia khususnya yang saya tahu teman-teman saya di Jawa, dari data yang saya punya teman-teman olimpiade saya yang di Jawa khususnya yang aktif di forum olimpiade, range salahnya adalah sebanyak 2-5 soal. Dan itu artinya jika siswa Smansa itu ikut OSP nantinya, haruslah mereka dengan mudah lolos ke OSN dan setidaknya mendapatkan medali perunggu untuk Kalteng. Tapi menurut saya peluang terjadinya hal terakhir ini adalah sangat kecil. Jadi, terbukti bahwa peluang Smansa jujur adalah sangat kecil.

    Kalau memang Smansa benar-benar ingin merasakan ikut OSP tahun ini, janganlah mengambil kuota sampai 2 orang seperti itu dong (sebenarnya 1 orang saja kan sudah cukup), jadinya kan harus mengorbankan Irzal untuk tidak ikut OSP dan berimbas pada mengecilnya peluang Kalteng secara signifikan untuk dapat medali tahun ini. Atau sebaiknya Smansa mengusulkan saja agar Palangkaraya tahun ini boleh mengirimkan 5 orang untuk ikut OSP, tidak 3 orang seperti biasanya. Di Surabaya, OSK nya tidak memakai sistem kuota tapi memakai sistem passing grade (nilai batas), jadi semua peserta OSK pun bisa ikut OSP asalkan kemampuannya mencukupi untuk ikut OSP. Sehingga walaupun di Jawa banyak terjadi ketidakjujuran di OSK, itu tidak akan berimbas pada peserta lain yang memang jujur dan berprestasi.

    Walaupun jujur/tidak jujurnya Smansa akan terlihat dengan jelas pada hasil OSP nanti, tapi itu sudah terlambat karena nantinya Kalteng yang harusnya mempunyai 2 ujung tombak (Amru & Irzal) hanya mempunyai 1 (hanya Amru). Jadi, saya sangat mengharapkan agar prestasi olimpiade Kalteng khususnya Smada tetap diperjuangkan Pak. Dalam hal ini adalah Irzal.

    Mohon maaf jikalau ada kata-kata yang salah.
    Terima kasih.

  4. Interupsi Pak….

    Bagaimana dengan kasus Olimpiade Matematika di kota kita? Saya dengar dari Amru & Irzal (2 Siswa Olimpiade Matematika Smada yang saya yakini bisa dapat medali di OSN tahun ini) bahwa hanya Amru yang lolos ke OSP sebagai juara 3, dan diprediksikan Irzal hanya menempati urutan ke-4, ini dikarenakan juara 1 dan 2 nya diperoleh Siswa Smansa (SMAN-1 Pahandut). Ini sangat mencurigakan dan saya sangat yakin seyakin-yakinnya bahwa siswa Smansa yang jadi juara 1 & 2 tersebut tidak jujur. Argumen saya untuk membuktikan pernyataan saya tersebut diatas adalah :

    Asumsikan bahwa kedua siswa Smansa tersebut jujur, dari data yang saya punya mereka katanya hanya salah 2 di OSK, ini berarti bahwa kemampuan matematika kedua siswa Smansa tersebut lebih hebat daripada Amru, Irzal, & hampir semua peserta OSK seIndonesia khususnya yang saya tahu teman-teman saya di Jawa, dari data yang saya punya teman-teman olimpiade saya yang di Jawa khususnya yang aktif di forum olimpiade, range salahnya adalah sebanyak 2-5 soal. Dan itu artinya jika siswa Smansa itu ikut OSP nantinya, haruslah mereka dengan mudah lolos ke OSN dan setidaknya mendapatkan medali perunggu untuk Kalteng. Tapi menurut saya peluang terjadinya hal terakhir ini adalah sangat kecil. Jadi, terbukti bahwa peluang Smansa tidak jujur adalah sangat kecil.

    Kalau memang Smansa benar-benar ingin merasakan ikut OSP tahun ini, janganlah mengambil kuota sampai 2 orang seperti itu dong (sebenarnya 1 orang saja kan sudah cukup), jadinya kan harus mengorbankan Irzal untuk tidak ikut OSP dan berimbas pada mengecilnya peluang Kalteng secara signifikan untuk dapat medali tahun ini. Atau sebaiknya Smansa mengusulkan saja agar Palangkaraya tahun ini boleh mengirimkan 5 orang untuk ikut OSP, tidak 3 orang seperti biasanya. Di Surabaya, OSK nya tidak memakai sistem kuota tapi memakai sistem passing grade (nilai batas), jadi semua peserta OSK pun bisa ikut OSP asalkan kemampuannya mencukupi untuk ikut OSP. Sehingga walaupun di Jawa banyak terjadi ketidakjujuran di OSK, itu tidak akan berimbas pada peserta lain yang memang jujur dan berprestasi.

    Walaupun jujur/tidak jujurnya Smansa akan terlihat dengan jelas pada hasil OSP nanti, tapi itu sudah terlambat karena nantinya Kalteng yang harusnya mempunyai 2 ujung tombak (Amru & Irzal) hanya mempunyai 1 (hanya Amru). Jadi, saya sangat mengharapkan agar prestasi olimpiade Kalteng khususnya Smada tetap diperjuangkan Pak. Dalam hal ini adalah Irzal.

    Mohon maaf jikalau ada kata-kata yang salah.
    Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s