Kronika SMA Palangka Raya

Seminggu lagi UN 2008 akan dihelat dengan biaya 4,3 Milyar (khusus bagi Provinsi Kalimantan Tengah), namun sepertinya para siswa kelas XII masih banyak yang mengaku belum siap. Yang saya masih prihatinkan, koq para manajer tingkat sekolah masih tenang-tenang dan belum siap kalah jika banyak siswanya nggak lulus atau memang sengaja biar siswa tersebut merasakan akibat adanya tim siluman dari angkatan-angkatan terdahulu yang sudah terbukti tokcer meluluskan generasi sebelumnya.

Bukan apriori atau meratapi atau juga memprovokasi, tapi sudah saat dan sebaiknya para pengurus sekolah benar-benar mempunyai visible (pandangan) jauh lebih mengemuka sejak dini dengan memperbaiki mutu pengajaran dan juga mutu guru-gurunya dengan jauh lebih memperketat pengawasan, pembinaan, pembimbingan sekaligus tentoring mentoring kepada guru-guru yunior. Sementara guru senior pun masih belum ada yang mampu melakukan harapan ini dengan sebenar-benarnya, padahal banyak yang mengaku sudah sangat profesional. Hmmmmm …..


Sudah setahun ini kami memandang, sekolah hanya berharap saja dengan Dinas Pendidikan setempat untuk memberikan dana atau mencari jalan keluar. Sementara pihak sekolah dengan segala macam tetek bengek masih saja berpangku tangan, ambil contoh :
Hingga minggu Ke-3 April 2008, SMAN-1 Pahandut masih melakukan bimbel khusus terhadap pelajar kelas XII terutama jurusan Ilmu Sosial dan Bahasa pada mata pelajaran matematika. Ini merupakan tindakan aktif yang masih dilakukan sekolah.
Minggu Ke-3 April 2008, di SMAN-1 Jekan Raya masih berkutat dengan analisis hasil try out yang tidak pernah disosialisasikan atau di tindak lanjuti, saya melihat jurusan IPS adalah jurusan yang paling terpukul dengan keadaan ini, nilai matematika tidak pernah ada yang lulus dengan nilai batas. Saya prihatin dengan almamater saya ini.
Sama halnya dengan SMAN-2 Pahandut, nilai matematika untuk semua jurusan tetap ada yang di bawah ambang. Berharap dengan siswa untuk bermotivasi pun sudah sangat terlambat sebab dari urusan kenaikan kelas dan penjurusan ke IPS selalu ada paradigma walaupun tidak dikata-katakan dengan jelas namun dari sikap sudah jelas banget bahwa jurusan ini adalah jurusan yang tidak diperhatikan sekali. Banyak sekali paku dan kerikil tajam, sebab motif siswa yang kurang bahkan dapat dikatakan rendah sekali (terutama pada pelajaran matematika).
Namun apa jawaban pihak sekolah, biarlah itu tetap menjadi misteri ?

Kronika SMA Palangka Raya

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s