Pelajaran Kamis, 3 April 2008

Tadi siang saya sempat mengajukan pertanyaan kepada siswa,
Mengapa kodok kalo bertelur telurnya buanyak sekali ? Kepada tidak sedikit sahaja ?

Rupanya karena sangat terintimidasi palagi habis tes yang bener-bener membuat males dan mengkeret, para siswa ini cuma diam juga, menunggu jawaban yang tak terduga dari bapak gurunya. Guru itu lalu menjawab, dahulu kala ada katak “adam” untuk seterusnya dinamakan katak A dan katak “hawa” selanjutnya sebagai Katak H , keduanya diciptakan untuk memenuhi dunia ini. Kemudian keduanya berkopulasi (eits sensor dolo kata yang menjurus ke arah s*x), katak A lalu main genjot-genjotan sementara katak H mengeluarkan telurnya, waktu itu cuma satu telur saja .. setelah lama ditunggu belom menetas juga, beberapa waktu kemudian muncul hasrat libido si katak A lalu melakukan repetisi fenomena yang intuitif serupa, katak H melanjutkan repetisi serupa yang telah ia lakukan sebelumnya dengan mengeraskan hati dan bertekad bulat mengeluarkan telur dan kali ini dua telur berhasil dimunculkannya, setelah dibiarkan beberapa lama belum menetas juga, begitu seterusnya terjadi hingga lebih dari 10 kali (sebagaimana catatan resmi yang diperbolehkan oleh Guinness Book of Records untuk pencobaan pemenuhan rekor), nah setelah 10 kali mencoba itu rupanya Yang Maha Kuasa memberikan restu kepada telur-telur yang bertambah dua kali semula untuk menetas. Jadilah berudu, kecebong, katak berekor, lalu katak dewasa. Kemudian muncullah istilah “AH” (baca : ‘a-ha’) atas usaha kedua katak pionir tadi, maka kepandaian ini lalu diturunkan turun-temurun terus-menerus hingga katak sekarang mampu bertelur mencapai ribuan kali.

Bayangkan jika ini terjadi pada manusia ? Truz kenapa hanya hewan tingkat menengah yang diberikan kondisi demikian, sang guru lalu berfilsafat seperti biasa dicampur nasehat sesat, yah memang begitu kehendak alam bahwa yang mahluk tingkat rendah akan menjadi makanan bagi mahluk setingkat lebih tinggi di atasnya, sehingga perlu di-breed-ing agar makanannya tersedia banyak, kemudian mahluk ini dinasehati dan dimotivasi untuk terus beranak-pinak demi memenuhi jagad ini.

Karena itu manusia hanya dititipi dengan dua telur saja.

Jawaban bentuk lain, dalam keadaan yang lebih konyol bergantung dari indikasi jumlah kantung susu (mamalia = hewan yang bisa menyusui). Kan manusia punya dua telur, karena kantung susunya dua. Kalo kucing punya kantung susu 4 jadi bisa beranak 4 ekor, anjing punya 8 susu jadi bisa punya lebih dari 2 yaitu 8, nah mandegnya dengan kasus sapi, sapi punya 4 atau 6 ya ? kantung susu koq anaknya cuma satu ekor ? maka dengan nada bijak yang dibuat-buat guru menjawab “itulah mistery (yang menjadi nama kuda spongebob) …!”

Nah, nggak nyambung kan ?:mrgreen:


Blog Directory - Blogged

Pelajaran Kamis, 3 April 2008

Satu pemikiran pada “Pelajaran Kamis, 3 April 2008

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s