Mengolah Masa Depan dengan Renstra

Setiap individu atau organisasi dituntut untuk dapat merancang dan merencanakan masa depannya yang dituangkan dalam rencana kerja. Rencana kerja kemudian berubah menjadi rencana strategis setiap organisma untuk bertahan hidup dan bahkan untuk mencapai taraf yang lebih baik.

Renstra yang baik seyogianya memasukkan unsur-unsur SWOT ke dalam perencanaan dan perancangannya. S=strenght, kekuatan W = weakness, kelemahan O = opportunities, kesempatan, peluang T = threatend, tantangan, hambatan

SWOT selalu ada di samping kita, hanya bahasanya saja yang berbeza. Banyak mengartikan SWOT sebagai tim anti teroris itu SWAT wal, banyak juga yang sewot karena SWOT-nya tidak bener. Banyak yang lihai karena SWOT-nya dipaksakan dan dibuat idealis padahal tidak demikian. Nah, bagaimana bikin SWOT yang pas. Liat dengan nurani, baca dengan pikiran, liat sekitar, bertanya dengan lingkungan dan yang penting adalah jujur dengan diri sendiri dalam memandang masalah, hambatan, kesempatan dan tantangan tersebut.

Guru spiritual saya bilang, masa depan tidak mudah dipandang namun masa lalu sulit dilupakan … masa akh. Ya bener, saya sendiri sudah merasakannya, melihat masa depan rasanya optimis namun setiap ada kendala maupun hambatan rasanya diri ini hancur berantakan tidak ada jalan. Namun mengingat masa lalu baik manis maupun kelam sepertinya masih ada dalam pelupuk mata. Usia saya sudah 35 tahun, masih ada 25 tahun untuk hidup kalo Tuhan mengizinkan syukur-syukur bisa lebih panjang dan lama asal nggak perlu pake life support. Karena kesehatan dan usia ada di Tangan Tuhan, percaya nggak percaya harus percaya. (You Must Believe It, Dude Harlino !!!)

Sudah semestinya kita semua, tak peduli miskin kaya yang jelas salah satunya yang rajin menulis blog terlepas dari isinya apaan, harus sudah bikin SWOT untuk diri sendiri tak perlu diposting. Saya cumah menyarankan, seterusnya kehendak pembaca budiman. Daripada buang benwit di rumah bayar juga nggak mahal daripada nggak kepake mendingan nulis ginian …

Yang kasi komentar narsis, sadis, jelous, ngiri, ngancem, nggak senang, saya doakan ayah ibumu pincang …. :mrgreen:   …. kalo udah nggak ada berarti kepincangan itu diwariskan ke anda yang kasi komen sadis de el el, pas kaya kasus Pak Harto yang diwariskan oleh Pengadilan kepad 6 anaknya …. (ikh Pengadilan kog kayak gini segh…. jadi takut menjadi orang yang paling berkuasa … tapi ingat lo ada karmanya, kita blom tau keturunannya Habibie, Megawati, Gus Dur, bahkan SBY yang akan menanggung apanya kelak ? Who Knows ? Hanya harapan kita bersama SWOT Indonesiana ini masih amburadul tokh !

Mengolah Masa Depan dengan Renstra

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s