Perubahan Ujian Nasional 2008

😯 πŸ˜₯ πŸ˜• 😦 ❓ :dizzy: :lazy: 😑 😑

Kabar yang benar-benar mengejutkan telah diklarifikasi oleh Badan Nasional Standarisasi Pendidikan (BNSP) melalui validasi standar kompetensi lulusan (SKL) UN tahun 2007 yang telah dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya, 24 Oktober 2007. Dengan narasumber : Dr. Bambang Suryadi (BSNP) dan Dra. Rahma Julaiha, MA (Puspendik Depdiknas RI). Melalui kegiatan ini telah banyak aspirasi dan pandangan tentang mendadaknya pelaksanaan UN 2008 yang akan dilalui murid-murid SD.

Murid-murid Sekolah Dasar mulai tahun pelajaran ini (2007/2008) akan menjalani Ujian Nasional secara serentak dengan mata pelajaran yang bakal diujikan yaitu Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Perubahan mata pelajaran Ujian Nasional juga terjadi pada jenjang SMA/MA, jika sebelumnya hanya tiga mata pelajaran, maka tahun pelajaran ini bertambah menjadi 6 matpel. Sementara untuk SMK/ SMALB tidak mengalami perubahan.
Pada tingkat SMP, dari tiga mata pelajaran ditambah menjadi 4 matpel, yakni Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Pada rencana teknis pelaksanaan UN nantinya, setiap satu hari ujian siswa akan menghadapi dua mata pelajaran yang diujikan, hanya siswa SMP yang mendapat penambahan hari ujian menjadi empat hari yaitu satu hari untuk satu mata pelajaran yang diujikan.

Waktu Pelaksanaan UN 2008 dan Matpel setiap Jenjang

SD 13-15 Mei 2008 Bahasa Indonesia, Matematika, IPA
SMP/MTs/SMPLB 5-8 Mei 2008 Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, IPA
SMA/MA 22-24 April 2008 Jurusan IPA : Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, Fisika, Kimia, Biologi, Jurusan IPS : Bahasa Indonesia, Ekonomi, Matematika, Bahasa Inggris, Geografi, Sosiologi, Jurusan Bahasa : Bahasa Indonesia, Bahasa Asing lainnya, Matematika, Bahasa Inggris, Sastra Indonesia, Antropologi, MA : ditambah dengan Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadis, Tasawuf/ Ilmu Kalam
SMK dan SMALB 22-24 April 2008 Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris
SD 20-22 Mei
SMP/MTs/SMPLB 12-15 Mei 2008
SMA/SMK/SMALB 28-30 April 2008


Kriteria penilaian :
Menurut Dr. Bambang, standar nilai kelulusan untuk setiap jenjang mulai SMA, MA, SMK, SMP hingga SD semua sama, yaitu rata-rata minimal 5,25 dengan tidak ada nilai di bawah 4,25 (ini kriteria pertama). Khusus untuk siswa SMK nilai mata pelajaran kompetensi keahlian minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN SMK tersebut.

Apabila kriteria di atas tidak tercapai, maka ada kriteria kedua yang mensyaratkan : boleh terdapat nilai 4,00 hanya pada satu mata pelajaran yang di-UN-kan, dan lima mata pelajaran lainnya harus mencapai nilai sekurang-kurangnya 6,00 dan mencapai nilai rata-rata minimal 5,25.

Penambahan mata pelajaran yang diujikan pada tahun 2007/2008 ini karena selama ini BSNP mendapatkan masukan, bahwa ada ketidakseimbangan tingkat keseriusan antara mata pelajaran yang di-UN-kan dengan yang tidak di-UN-kan. Maka perlu adanya keseimbangan dengan penambahan matpel tersebut, sehingga diharapkan siswa juga menyeriusi mata pelajaran yang tadinya dipandang sebelah mata.
Apakah hal ini malah menambah beban pelajar dan membuat angka kelulusan menurun?
Jawabnya diplomatis, “Jika proses belajarnya baik dan siswa serius, maka tidak menjadi beban. Apalagi mata pelajaran tambahan ini tahun lalu diujikan juga dalam ujian sekolah. Yang menjadi beban, bila proses belajar mengajarnya tidak baik, prasarana kurang serta minat dan motivasi siswa unruk belajar kurang, meski mata pelajaran yang di-UN-kan sedikit tetap saja menjadi beban”.

Pelaksanaan UN tahun 2008 yang semula dianggarkan 500 M ternyata dipangkas oleh DPR menjadi 96 M, sehingga perlu dukungan pemerintah daerah untuk melaksanakan UN ini. Maka Pemda dituntut untuk berada di barisan depan dalam penyelenggaran UN di wilayahnya masing-masing karena sudah dimasukkan dalam pos APBD, untuk biaya pelaksanaan UN ini. Selain itu daerah juga memiliki kewenangan dalam menentukan kelulusan siswa, tidak hanya pusat. Sebab pihak terkait di daerah lebih mengetahui keadaan dan kemampuan siswa serta bahan yang harus diujikan kepada siswa tersebut. Karena Pemda juga mengeluarkan dana dalam menyelenggarakan UN 2007/2008 ini, otomatis ada keseriusan pemerintah daerah untuk mempersiapkan UN 2008 jauh lebih baik dari sebelumnya.

Pelaksanaan validasi SKL ini juga dilakukan di wilayah lain, yaitu di Padang untuk wilayah Sumatera dan salah satu daerah di Indonesia bagian timur selain di Palangka Raya untuk wilayah Kalimantan. Validasi SKL ini merupakan indikator atau ukuran materi soal yang akan digunakan dalam menyusun soal-soal UN.

Semoga ya semoga, harapan ini sesuai dengan keinginan masyarakat yang akuntabel dan transparan. Menjadi beban sudah jelas, tapi memberi beban yang berlebihan kepada generasi muda juga berbahaya Bapak-Bapak. Hanya cuma hanya, :melengos: 😯 πŸ˜• 😦 πŸ˜₯ ❓

sumber : Kalteng Pos, 25 Oktober 2007 (http://www.kaltengpos.com)

Kembali pembaharuan data, matematika pada jurusan Bahasa dan IPS silakan lihat di berita BSNP-indonesia.org tanggal 24-11-2007

Perubahan Ujian Nasional 2008

69 pemikiran pada “Perubahan Ujian Nasional 2008

  1. CHABY berkata:

    waduh…..

    berat juga sich..
    tapi itu untuk orang yang gak semangat belajar,,,
    gak usah perduliin standarnya, tapi kita tetap berusaha n ikhtiar aj…
    ayo semangat hadapi UAN….
    chayooooooo….

  2. Drs.DATUK BUYUNG P berkata:

    Pada dasarnya pelaksanaan Ujian Nasional 2007/2008 merupakan beban bagi Sekolah, karena Kurikulum sementara berganti2 dari tahun ke tahun. Namun kalau itu keputusan PEMERINTAH mohon BIAYA PENDIDIKAN jangan dipangkas. Saran saya agar pemerintah memperhatikan GURU di RI, sebab TANPA Guru Bangsa Indonesia Buta Huruf. Dan tidak ada Pejabat Preman BERDASI.!!!!!!!!

  3. ya sich… sebenernya emang suliit ngadepin semua itu tapi demi kemajuan bangsa yang memang dituntut untuk perkembangan bangsa kita. so… kita gak boleh nyerah gitu aja dong ngadepin tantangan yang diajukan oleh menteri pendidikan tersebut, seharusnya tuh kita malah bersemangat untuk menghadapi semua itu,demi kebaikan bersama, untuk negara kita, negara indonesia,demi SDM bangsa kita juga agar kita tuh bangsa indonesia gak terlalu diremehin oleh bangsa lain. ayooo terus maj!!!!!!!!!! jangan menyerah!!!!!!!!! n’ teruslah berusaha untuk masa depan.
    dan lagi,seimbangkanlah semuanya, antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.
    maju terus pantang mundur n’ selalu waspada dengan kemungkinan yang akan terjadi, krn, sekali lagi, kita adalah manusia.
    I HOPE WE SUCCESSFULL,EVERYTIME…………………………OK!!!
    smileeee

  4. UN UN meskipun dinaikkan standarnya ya guru-guru yang pelajarannya di-UN -kan makin Stres. Karena apa memang banyak yang tidak siap bukan karena tidak siap, melainkan soal terlalu sulit untuk anak-anak yang ada di desa. Tolong lah Pak UN jangan dijadikan standar kelulusan melainkan standar meneruskan saja, Trims…..

  5. gpp sie…..Tapi siaaaaapiiiinn makanan bergizi bwt setaun biar anak2 Indonesia ga tambah kuruuuuuss+busung lapar….
    Oiy,siapin duit jajan+buku2 yang memadai,les gretongan,ama mobil jemputan tiap hari…Ote??!!!!!

  6. Siti berkata:

    Moga” UNAS tahun 2008 tidak ada soal yang bocor lgi!?
    KAlo ada mo disalahkan ama sapa/
    MAsa pemerintahan agi? Kasian atuh pemerintah yang jadi korban aja !!!
    Harusnya kita sebagai siswa bisa berlapang dada untuk menerima kalau UNAS ditambahkan menjadi 6 mata pelajaran. Berarti Pendidikan di Indonesia berkembanga !

  7. dHA chaem berkata:

    cowy aq kemudaan kut ngisi dsni ! ga papa yawh biar pinter ! duch susah juga yawh thn ni ! kok pemerintah tega bgt ! udah ditambah IPA, SKL ditanbahin juga ! dan pstinya soalnya susah ya ?????????????? trus blon tentu nak2 Indonesia bisa meningkat kualitas pendidikannya ! kebuktian yang ga lulus taon kemaren ja banyak ! bener ga ?????? klo taon sekarang gimana jadinya yaaaaaaaaaa?!!!!!!!

  8. nggak tauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu yanggggggggggggggggggggggggggggggggggggg mannnnnnnnnnnnnnnaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa teeeggggaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa … nyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

  9. Nah ni dia, salah satu bentuk kemanjaan …
    masak kalaw Anda nggak lulus adalah salah pemerintah atau salah sekolah atau salah orang lain.

    Ya sudah pastilah, bagaimana pun caranya harus lulus dengan cara yang tepat … udah jangan patah arang dulu … palagi kami tahun-tahun sebelum 90-an sudah didera dengan banyak tes dan ujian … masih bisa lulus dan yang tidak lulus juga tidak protes karena masih ada kesempatan untuk mengulang .. setaun lagi juga tidak malu ….

    Konsul kan lah dengan Bapak/Ibu Guru anda, karena mereka juga sudah mempersiapkan hal-hal yang penting bagi Saudara yang mau UNAS …

    sekali lagi Pemerintah tidak bisa disalahkan … karena beliau-beliau yang “memerintah”kan demikian ….

    Makanya cepetan lah jadi Anggota DPR supaya bisa mengubah ini semua bagi anak cucu kita …. piss ….

  10. Horeeeeeeeeeeeeeeeeee !!!

    UNAS jadi 6 Mata Pelj. Sekalian aja 12 atau 20 mata pelajaran “GAK papa kaok”!!!

    Mau ningkatin mutu pendidikan sih boleh tapi CARANYA bertahap donk…………. jagn kaya gini, semua pada STERSS, entar kalo banyak yang GAk LULUS siapa yang disalahin ?? ANDA atau SAUDARA SENDIRI????

    Pokoknya PEMERINTAH wajib PIKIR ulang kebijakan ITU !!! OK

  11. asiknya Bu ivie jadi moderator πŸ˜›

    sepertinya angkatan ini memang semakin manja karena terlalu banyak fasilitas yang dinikmati namun tidak disyukuri apalagi dipergunakan untuk kemaslahatan pribadi … wah …

    to Pak Why : … saya optimis Anda bisa menjadi motor di tempat anda mengajar sebagaimana yang anda harapkan, kita semua berharap idealis namun perlu diingat selalu ada faktor lain yang tidak bisa kita prediksi .. hanya mendekati juga sudah lumayan pak … Semoga Berhasil dengan Usahanya …

    Pak Sawali … mari kita buka PP No. 19 tahun 2005 serta Permendiknas No. 20 Tahun 2007, UN memang sudah digariskan sebagai kebijakan pemerintah. Hanya implementasinya yang masih multi tafsir di berbagai pemangku kepentingan, pa lagi di daerah dan di sekolah-sekolah yang sekarang otomatis menjadi aset daerah. Taw sendiri kan adanya persaingan prestise antar daerah. Pa lagi taun depan gaji-gaji guru sudah merupakan tanggung jawab APBD tidak hanya APBN. (termasuk di dalamnya tunjangan khusus daerah seperti di Gorontalo)

  12. to agung , chika : jamannya menteri pendidikan materi yg diujikan itu masih kisaran 7 mapel or malah lebih? ga tau juga. jaman gue sekolah yg nentuin kelulusan 7 mata pelajaran juga biasa aja tuh. jangan manja!

    rendy : sekolah belon bisa objektif dalam menentukan kelulusan.. jadi keberadaan ujian nasional memang cukup penting sebagai indikator.

  13. Pernah kami menghitung nilai anak2 kami setelah UN menurut versi kami dan setelah keluar nilai UN asli keluar Nilai versninya pemerintah lebih tinggi dan kami bisa mencari mana soal yang dikonversi ( dibetulkan ) ini semua kami bahas dengan anak2 kami, dan keakuratannya bisa dipertanggungjawabkan, dan ini sudah kami lakukan 4 tahun terakhir ini, sejak standar kelulusan dinaikkan tiap tahunnya justru kami tidak semakin takut tapi malah semakin prihatin, memang serba susah kalau tidak dikonversi mungkin banyak yang gagal, dikonversi saja banyak yang gagal, pada hal Pemerintah ingin menaikkan standaz pendidikan di Indonesia dari tahun ke tahun ingin semakin tinggi supaya sejajar dengan negara2 ASEAN, Nah justru inilah yang kami prihatinkan dan bukan kami takut Standar kelulusan dan mapel UN ditambah, Sampai kapan kita hidup penuh sandiwara, ini hanya sebuah pendapat pasti saudara punya pendapat lain, Bagaimanapun juga kami tetep konsen untuk mendampingi anak2 kami yang dititipkan orang tua kepada lembaga kami, semoga kelak menjadi manusia2 yang tangguh, GBU

  14. Meski Mapel UN di tambah kami yakin anak-anak kami Lulus dengan baik karena pemerintah udah pasti punya jalan keluarnya, ayo nggak usah pesimis, optimis aja, GBU

  15. hey mentri pendidikan sy mau komentar,knp nilai ujian terusmenaik padahal generasi muda banyak yg malas,itu akan membuat bangsa indonesia semakin terjerumus dlm ke malangan
    saya mau bertanya lg apakah mentri pendidikan pernah ikut ujian seperti ini?????? jd jgn semena-mena,kalo di tmbh IPA nilai hrp di turunkan.

  16. gila aja segitu otak khan punya batesan nanti kaya ALBERT eisten gila bokkkkkkkkkkkk………………….boleh aja sih apakah mentri pendidikan Ujian sprti skrng ini?????????????????????????????????

  17. memang keputusan kelulusan siswa diberikan kewenangan pihak sekolah, hanya saja kalau mau jujur seberapa akuntabel sih sekolah kalo mau meluluskan siswanya … tentunya dalam hati setiap guru siapa yang tidak mau siswanya tidak lulus, hanya keakuratan pengakuan itu yang memerlukan legalitas yang terukur dan bisa dipertanggungjawabkan mas Rendy.
    Hal ini sudah sering mengemuka saat pertemuan-pertemuan dengan berbagai pihak, cuma Pemerintah masih memandang perlu UN sebagai salah satu indikator yang bisa dipertanggungjawabkan secara nasional mengingat dipayungi UU No. 20/2003 serta Peraturan Pemerintah, Kepmendiknas maupun Peraturan Menteri.
    Kita kan masih termasuk negara berkembang, jadi ya terimakan saja dulu perkembangan ini. Lagian kita baru merdeka 62 tahun dari negara penjajah Belanda yang notabene salah negara eropa yang dari dulunya memang “parah”. Palagi masih banyak mental feodal di kalangan kita sendiri yang suka ABS (anti-braking system …. πŸ™‚

  18. Buat dik Sinyo, memang disini ada pembingungan ya…. menurut informasi terakhir yang saya dapatkan IPS mengikuti UN sebagaimana matriks tabel di atas, namun berita-berita sebelumnya menuliskan Matematika juga di-UN-kn di IPS. Nah, pendapat saya sebaiknya dik Sinyo juga perlu mempersiapkan diri lah dalam hal ini, karena di SPMB pun pada jurusan IPS dan IPC tetap ada Matematika Dasar sebagai mata ujian.
    Jadi jangan takut dengan matematika, karena yang lebih dititikberatkan pada aljabar, aritmetika (berhitung), dan “sedikit” geometri ruang πŸ™‚

    Semoga sukses UN 2007/2008 yah … :peace:

  19. fasilitas sepertinya belum menjadi faktor yang signifikan dalam peningkatan mutu pendidikan, karena ada yang memang karena swadaya sendiri untuk mengadakan peralatan sekolahnya tanpa sepeser bantuan pemerintah.

    pemerintah sebagaimana tugasnya “memerintahkan” peningkatan mutu saja, dan sepertinya hanya bisa meng-“order” kepada pemangku-pemangku kepentingan .. yaitu akhirnya jatuh ke masyarakat.

    kalo mau dibuka, apa tidak seperti di Finlandia sajalah, apakah kepentingan dengan melanjutkan ke perguruan tinggi ataw hanya sekedar menambah daftar ijazah yang sudah diterima πŸ™‚

  20. bicara soal fasilitas.. itu sudah jd PR pemerintah yg memang harus diselesaikan termasuk perbaikan sistem, sarana prasarana sampai di pelosok2.

    kalo soal ujian.. akhirnya dengan fasilitas yg ada kita harus pandai memanfaatkan sebaik mungkin. saya pernah ngerasain karena memang dulu berasal dari daerah yg pendidikannya bisa dikatakan “tertinggal” kalo dibanding ma yg ada di Jawa ini. but kembali lagi apa yg ada dimanfaatin.. yg penting asar2 setiap pelajaran dipahami maka semuanya akan bisa diatasi. itu kuncinya kalau belajar buat saya. memahami di seluruh mata pelajarn. mengerti apa dan mengapa dari setiap hal yg dipelajari akhirnya itu akan memberi kita wawasan berpikir dan pemahaman akan apa yg kita pelajari. ini bisa diterapkan dalam hal yg terkait dengan fisika, matematika maupun hal2 seperti sejarah, ekonomo, akuntansi dll.

  21. hendrikus berkata:

    eh salah ….maksudnya sejahteraaa lahir batin. Dari segi materi juga pelatihan – pelatihan. Guru Swasta perlu ditambah wawasan gitu.

  22. hendrikus berkata:

    Setuju dengan bu Irma

    Saatnya pemerintah menambah fasilitas untuk alat peraga dan perpustakaan dan Kesehjeraan untuk guru swasta.

  23. irma berkata:

    em????siap aja sih………….

    cuman seharusnya klo pemerintah menaikan standard kelu2san mjuga menambah jumlah mata pelajaran yang kan di UN kan berarti fasilitas juga harus bagus dunk….

  24. WADUHHHHHHHHHHH,GMN NE,PEMERINTAHHHHH,SEHARUSNYA KALAU ADA PERUBAHAN TENTANG UAN(JUMLAH PELAJARAN YG AKAN DI UJI,STANDAR NILAI)SEBAIKNYA DIBERI TAHU JAUH JAUH HARI DONG,KALAU UDAH KAYA GINI KAN KAMI YG REPOTTTTT,KALAU DALAM PERANG PEMERINTAHAN KAYAK GINI,PASTI BANYAK SERDADU YG TEWASSSS,TOLONG DONG DIBAHAS LAGI,,,,

  25. dulu jaman gue sd EBTANAS 5 mata pelajaran juga ga ribut, jaman SMP EBTANAS 6 mata pelajaran juga biasa aja. SMA EBTANAS 7 mata pelajaran juga ga masalah. trus sekarang ujian 6 mata pelajaran doank dipermasalahin.

    ga usah takutlah ma ujian..kalo udah sekolah 3 tahun.. udah paham semua konsep yg diajarin selama sekolah, ujian itu udah bukan momok. tinggal review .. beres khan???

  26. zhee berkata:

    napa yach pemerintah koq gitchu amat……
    gmana coba klo anak nye yang 9 lulus,,
    pa nda malu tuch..

    aq sech setuju aja klo ada g2 tp,
    sekolah aje yg nentuin lulus tidakx..

    tapi salut de buat pemerintah nye….!!

  27. Thoms berkata:

    mbok yaa pemerintah itu, kalau memang akan menambah mata pelajaran ujian segera mengeluarkan pp atau apalah, sehingga kita-2 yang di lapangan segera dapat mensosialisasikan kepada siswa.
    dan kitapun dapat segra berbenah….
    selamat berjuang teman

  28. ahh,,
    gokill niee.

    emg pemerintah ga ngerasain apa????

    coba aja para pemerintah jd Qta” yg mw UN.

    Skolah dri TK smpe SMA.sia2 klo gag LU2s.hanya dri beberapa hari saja!!

    bagi para PEMERINTAH,kya diperiksa sama BPK.klo ktauan Korup.lsg d penjara.

    nah rasain dah tuu gmna rasanyaa.
    klo ntarnya dgan metode ini bnyk yg tida lu2s.apakah metode UN yg seperti ini masihy di terapkan??????

    tolong dipikirkann.

    tanggapan dan pengalaman,anak SMA.

  29. tsn berkata:

    wah berat nih besok. Boleh2 aja kalau mau nambah jumlah mata pelajaran UNAS dan juga nambah standar nilainya, TAPI itu bertahap dan jangan langsung seperti ini.
    Misalkan tahun ini ditambah satu mata pelajaran dulu dulu, terus tahun berikutnya baru ditambah satu/dua lagi. Jangan langsung dua kali lipat gini dong. Begitu juga dengan standar nilainya.

    Bakalnya, kebijakan unas besok juga turut berperan penting jika sampai ada ketidak lulusan.

  30. raito berkata:

    weh…. apa2an ini?!!!
    sangat berat dan menambah beban pikiran. hidup di indonesia ini sudah susah, janganlah dibuat susah lagi dengan masalah uan! ditambah 3 mapel lagi!!!
    ntar kalo masuk PT masih pake test lagi?! lha gunanya uan apa???? buang2 biaya! apakah cuma sebagai ladang uang bagi para petinggi???
    benar2 tak arif bijaksana!!!!

  31. susut berkata:

    (Ditha n Yuli) menurut kami UN sekarang memang sangat sulit dan menegangkan. karena kita tidak tahu siapa yang akan tidak lulus

  32. Some_1 berkata:

    Pak, coba Bapak liat Kapos hr ini berita tentang UN, kayaknya mereka salah tulis. Kami yg di daerah minta tolong bapak konfirmasikan dg red. Kapos, tolong ralatnya Senin depan (Kontrol Media itu perlu, ya kan Pak?). Untuk Media Massa Jangan memuat berita yang membingungkan tentang UN, terutama berita mata pelajaran UN SMA IPS! Kan udah jelas: ditambah Geografi, Sosiologi & Matematika.

  33. UN sudah diamanatkan dalam UUD dan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pengajuan bahwa UN bukan salah satu indikator penentu bisa dilakukan dengan meng-amandemen UU tersebut melalui perwakilan rakyat yang terhormat …
    Apakah mereka sudah sangat aspiratif dalam menyerap aspirasi konstituen yang diwakilinya ? 😦

  34. @bayu : bukan saya lo :), ini ide BSNP… kita tunggu peraturan menteri lah. Saya hanya menyampaikan berita supaya kita tidak ketinggalan kereta bukan berarti menakut-nakuti atawa bikin stress … saya yakin kalo berusaha pasti ada jalan keluarnya …

  35. farel berkata:

    duh berat banget nich ujian kali ne,
    kok bisa sh prmerintah mengambil suatu keputusan yang mungkin akan membuat pelajar di seantero indonesia ni semakin tertekan,
    coba dech pikir dua kali dech untuk mengambil kbijakan tsb,
    coba tanya donk tanggapan pelajar sendiri, jangan hanya pake ego sendiri donk,
    masak pmrintah nggak nyadar sh klo UN tuh dah nggak efektif lagi buwat di jadikan tolak ukur kelulusan siswa.

  36. @Pak Rudy

    Kayaknya SKL-nya bakal keluar pada bulan Desember nanti ya Pak? Soalnya saya lihat SKL tahun lalu yang ada di Puspendik, filenya diupload pada Bulan Desember 2006. Jika bapak sudah punya file SKL-nya, saya minta ya Pak, kirimkan aja (URL/File-nya) ke smadav@gmail.com. Lebih cepat lebih baik karena dengan adanya SKL itu, saya dan teman2 kelas 12 lainnya bisa belajar lebih terarah dan dapat menghemat waktu.

    Untuk sementara saya hanya mempelajari SKL tahun lalu, download disini : SKL 2007

    Terima Kasih Pak. πŸ˜€

  37. validasi SKL sepertinya para guru dikumpulkan untuk mengetahui indikator apa yang akan diujikan dalam UN. Sebenarnya ini biasa saja, wong sebelum ujian sekolah pihak dinas pendidikan setempat juga selalu memberikan ini ke guru kelas 3 (or Kelas 12) untuk memberikan “drill” kepada siswa kelas XII biar siap UN … katanya lo.

    Dan guru pun harus pandai-pandai memprediksi soalan -soalan yang mungkin berhubungan dengan SKL tersebut.

    SKL info bisa dipandang di : http://puspendik.com/ver2/

  38. RiLya berkata:

    [quote]Pelaksanaan validasi SKL ini juga dilakukan di wilayah lain, yaitu di Padang untuk wilayah Sumatera dan salah satu daerah di Indonesia bagian timur selain di Palangka Raya untuk wilayah Kalimantan. Validasi SKL ini merupakan indikator atau ukuran materi soal yang akan digunakan dalam menyusun soal-soal UN.[/quote]

    maksudnya nie apa, Pak?? :huh:
    ngga semua wilayah pake validasi SKL??
    thanks ya

  39. @ sawali : iya ni pak, mumpung berita hangat segera di-share

    @ The Hacker : memang kelihatannya berat sebelah, tapi ini saatnya yang diujikan oleh sekolah sepertinya sulit dijadikan indikator, ya dijadikan ujian nasional, mudah-mudahan tidak dijadikan ujian internasional. :p

    @ benbego : terima kasih atas dukungannya. maju terus bisnis indonesia

  40. waduh berat bgt yach ujian Nasional untuk SMA/MA!Klo pendapatku matpel Matematika utuk jurusan IPS seharusnya tidak perlu diujikan krn IPS sudah ada matpel pengganti yaitu Ekonomi.Ekonomi az udah sulit apa lg Ditambah Matematika!Apa gak tambah banyak yg g lulus…..!Diknas n Depag memang g mengukur kualitas masyarakat Indonesia…!Maunya disamakan seperti orang mancanegara….!Ya g bsa lah…!Klo se banding mungkin yach kli….!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s