PKLH – muatan lokal

Dengan berkembangnya keinginan pemerintah menyinergikan antara akhlak dan psikomotorik siswa melalui berbagai macam pendekatan pendidikan, hingga akhirnya diluncurkan keinginan pemerintah menggiatkan kembali pendidikan lingkungan hidup yang diimplementasikan melalui muatan lokal. Dalam struktur pengembangan kurikulum berbasis kompetensi menurut satuan pendidikan atau yang dikenal dengan KTSP, setiap sekolah yang notabene menyepakati dilaksanakannya KTSP di sekolah masing-masing sudah harus menyiapkan perangkat maupun tenaga guru pengelola muatan lokal ini.

Adapun muatan lokal pendidikan lingkungan hidup yang dulunya include dengan pelajaran biologi, pelajaran keterampilan (pertamanan) atau dalam program life skill (KBK) tahun 2003 sepertinya lebih mengena saat ini, dimana isu lingkungan hidup sudah menjadi isu global. Bahwa negara-negara yang masih memiliki kekayaan alam dan hutan dituntut untuk menjaga dan memelihara habitatnya tersebut dan negara-negara lain menyiapkan dana bantuan atau dana hibah. Apakah ini bukan kebetulan melalui pendorongan adanya pendidikan KLH dan pemerintah RI mendapat dana hibah dari luar negeri. Wow benar-benar kebetulan yang indah.

Kurikulum tingkat satuan pendidikan yang komprehensif memiliki konten muatan lokal sebagai bagian yang diajarkan integratif di dalamnya, terutama untuk Kalimantan Tengah yang mengalami penyusutan hutan setiap tahun akibat pembalakan liar (illegal logging), selain itu ada pembalakan ikan (illegal fishing), dan pembalakan pertambahan (illegal mining) — dunia pertambangan bertautan dengan mineral (sumber daya yang tidak bisa diperbaharui tetapi terus dicari sebagai sumber energi maupun dasar metalurgi untuk mendukung sarana prasarana dasar pembangunan –> dengan produk logam maupun dengan dalih industri hulu ke hilir.

Upaya konkrit perlindungan terhadap lingkungan yang saat ini hot adalah penghentian pembakaran lahan sebagai antisipasi produksi asap (smoke) bukan kabut (haze) karena selama ini diyakini hasil land clearing (apakah oleh pengusaha besar-masyarakat umum-pengusaha kecil) yang bergerak di bidang perkebunan-pertanian-kehutanan telah membawa dampak buruk bagi hubungan regional Indonesa-Malaysia-Singapura.. dengan adanya eksport asap tahun 2000-an hingga 2006 kemarin.

Sampai untuk membuktikan keseriusan itu, Presiden SBY sampai diundang terus ke berbagai pertemuan dunia yang selalu ada isu-isu dan agenda tentang lingkungan hidup ini.

Secara turun menurun dalam lembaga organisasi tata kenegaraan, instruksi presiden tersebut diteruskan kepada para gubernur terus kepada bupati/walikota, camat, lurah, ketua RW/RT hingga kepada masyarakat luas.

Tanpa terpeliharanya lingkungan ini, hidup dimanakah lagi anak cucu kita. Kita yang sekarang rajin menulis blog ini paling banter hanya bertahan hidup 20-30 tahun lagi, syukur-syukur hingga 40-50 tahun lagi. Belum lagi akibat global yang kita rasakan dengan dampak musim tidak menentu, pemanasan global, etc-nya.

Barangkali ini sebagian mindset yang harus dipupuk dan ditumbuh kembangkan sebagimana P4 zaman Bapak Soeharto dulu.

Tumbuhkan semangat pemeliharaan lingkungan hidup sebagaimana motto nenek moyang …

Di Langit dijunjung, disanalah bumi itu dipijak ! (terbalik … maaf deh)

PKLH – muatan lokal

12 pemikiran pada “PKLH – muatan lokal

  1. Sekolah ampir out, kepsek ampir ganti…. :)

    Mudah-mudahan semakin lebih adil :p

    Kalo tidak dekati pake tangan dingin pake tangan panas …
    gampang :shock:
    :cry: :devil: :angry:

  2. bukan, kali ini memang ada pelajarannya cuma khusus kelas X. Dikasi tataran tentang pelestarian lingkungan hidup, membiasakan cinta lingkungan dengan buang sampah sembarangan, penghematan energi, cinta lingkungan dengan penanaman tanaman ciri khas.

    Malah sekarang, kami (pa Nyoman, Pa Kadar, saya) berencana bikin bilik percobaan untuk menanam tanaman ciri khas yaitu kantong semar, aloe vera, anggrek, sama kaktus.
    Sekalian menggiat KIR yang bertahun-tahun tidak pernah digarap, juga menjalankan dengan modal sendiri pelajaran cinta lingkungan terutama untuk bertanam-tanaman produktif.

    Sekolah nggak mau ngasi biaya, ya pake biaya sendiri.

  3. Muatan lokal semacam pendidikan lingkungan hidup hanya sempat saya alami 1 tahun, saat tahun terakhir di eSeMPe. Di eSeMA ternyata tidak ada lagi…

    Eh, di kurikulum-kulum sekarang ada ya? :D

  4. Ahmad Ridwan berkata:

    Eh, sorry bin maaf, ternyata saya di atas komentarnya hattrick. :mrgreen: Sama-sama deh, saya taut juga blog K’Rudy.

  5. Ahmad Ridwan berkata:

    Waduh… susah jelasinnya nih… setiap kali saya nulis kode \LaTeX selalu saja diubah langsung oleh server wordpress ke image yang sesungguhnya, padahal sudah dikasih blok “code” atau “blockquote”…

    Jadi kira-kira begini, tulis kode \LaTeX yang Anda inginkan di dalam blok yang diawali dengan tanda dolar ($), kemudian tulis “latex”:

    $latex

    Nah, setelah tulisan latex di atas, beri spasi 1 buah, kemudian tuliskan kode \LaTeX yang diinginkan dan akhiri lagi dengan tanda dolar ($).
    Contohnya: E = m c^2

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s