Berita Kapos – 5 Oktober 2007

Selamat berulang tahun ke-62 untuk Tentara Nasional Indonesia yang memasuki usia cukup mumpuni dan mudahan masih disegani, setidak-tidaknya oleh warga negara sendiri dan cukup mewarisi kedigjayaan satria-satria masa lalu.

Ada beberapa berita yang lumayan untuk disimak dalam pemberitaan Kalteng Pos terbitan kali ini …..

  1. Akhirnya para pemimpin-pemimpin daerah kaya (yang dulu berlatar belakang pengusaha) salah satunya, Vonnie Anneke sekarang menjabat sebagai Bupati Minahasa Utara dijadikan tersangka kasus Korupsi bersama-sama Syaukani Hassan Rais (mantan Bupati Kutai Kartanegara) dalam proyek uji kelayakan Bandara Sultan Kutai Berjaya, Kutai, Kalimantan Timur. Kesalahan Ibu ini dalam mengalihkan pekerjaan studi kelayakan senilai Rp 7,318 M ke pihak ketiga (PT Encona Engineering dan PT Partono Tondas) dengan nilai “hanya” Rp 2,222 M (berarti sisanya adalah uang negara yang dikorupsi — dari APBD Kutai Kartanegara) … bagus kan ?
  2. Sehubungan dengan Hak seseorang bisa menjadi Calon Independen dalam Pemilihan Kepala Daerah ditetapkan oleh Panja Badan Legislatif DPR bersyarat berikut :
  • Di tingkat provinsi dengan jumlah penduduk sampai 1 juta orang harus mendapat dukungan sekurang-kurangnya 15%, dengan jumlah penduduk 1 – 3 juta orang minimal mendapat dukungan sebesar 13%, metode klasifikasi dengan nilai rentang setiap kenaikan penduduk 2 juta orang prosentase dukungan pemilih minimal turun 2 % dari satuan semula. Jadi bagi provinsi yang memiliki penduduk lebih dari 12 juta jiwa, maka calon independen dari daerah itu minimal harus mengantongi 3% jumlah penduduknya.
  • Syarat berikutnya calon independen harus menempatkan uang jaminan dalam bentuk rekening khusus dengan klasifikasi … untuk provinsi dengan jumlah penduduk terkecil jumlah uang jaminan Rp 200 juta, besaran uang jaminan naik Rp 200 juita setiap jumlah penduduk provinsi naik 2 juta orang. Hingga provinsi dengan penduduk 12 juta jiwa maka uang jaminan si calon independen mestilah Rp 1,4 M.
  • Untuk tingkat kabupaten/kota … dengan penduduk yang sedikit (jumlahnya sekitar 1 juta jiwa) dana jaminan calon “cukup” Rp 50 juta, hingga pada jumlah penduduk tertinggi (tidak disebutkan angkanya) si calon perlu menyiapkan uang jaminan Rp 350 juta “saja”
  • Dana jaminan ini tidak dapat digunakan pasangan calon sampai penetapan kepala daerah/ wakil kepala daerah dilakukan dan otomatis dana jaminan ini menjadi uang pemerintah kalo calon independen mengundurkan diri.

3. Kehamilan tertua di dunia pada tahun ini terjadi pada seorang nenek berusia 60 tahun
dari Jepang setelah nenek menjalani perjalanan ke AS untuk mencari sel pembuahan …
gila si tambi ini maunya hamil di usia “menjelang ajal” tapi untuk orang jepang ada
pepatah Life begin at sixties …. saat ini usia kehamilan si tambi mencapai 15 minggu…
dan tambi ini tidak pernah menikah (alias bujang) tapi belum tentu tidurnya tidak
pernah sendirian … ya kalo ? Kasus ini bukan pertama di dunia, pada bulan Desember
2006 seorang tambi dari Spanyol juga berusia 67 tahun melahirkan bayi kembar,
kemudian di Inggris seorang nenek melahirkan secara caesar pada usia 63 tahun, dan
tahun 2005 seorang nenek Rumania melahirkan bayi perempuan pada umur 66 tahun.
Siapa tambi berikutnya yang mau menyusul ?

4. Angkatan bersenjata Iraq ternyata tidak sepenuhnya bisa minta tolong dengan
pabrikan senjata di AS, karena kemampuan memenuhi pesanan pabrik senjata di
Amrik hanya cukup untuk mempersenjatai serdadunya saja. Akhirnya Iraq
memberikan uang bantuan AS sejumlah 110 juta dollar AS (sekitar Rp 910 M) ke China
untuk memenuhi persenjataan ringan dan berat antara lain 110 ribu pucuk AK-47
senjata murah meriah (di pasar gelap harganya cumah Rp 3 juta saja). Tentu saja ini
menyalahi aturan bisnis … tapi mau dibilang gimana yang AS saja nggak kuat
menyiapkan permintaan. Jadi tentara As saja yang punya senjata canggih dan bagus,
sementara orang lain hanya punya-punyaan tapi biar begitu tidak menutup malunya
Amerika karena kekalahannya dalam Perang Vietnam yang digambarkan seolah-olah
mereka super hero.

5. Safety Riding … program yang dipakai Polda Kalteng untuk menekan angka
keselamatan pengendara kendaraan bermotor, tapi yang namanya pengendara hanya
takut karena ditilang, tapi kalo udah nggak ada Polantas mulai bertingkah yang
macam-macam … buktinya sering terjadi laka lalulintas, maka nggak sedikit-sedikit
kalo dari berita di media cetak saja bisa sehari rata-rata 5 korban tewas, berarti sebulan
bisa 150 orang yang kehilangan nyawa sia-sia, belum lagi yang luka-luka (ringan
maupun berat). Yang terutama banyak generasi muda yang menjadi korban, wah wah
wah mau kemana pemuda di Kalteng ini besok, kalo habis semua celaka karena
lalulintas. Padahal lalulintas untuk mempercepat transportasi dan mempermudah
pergerakan manusia lo….

5. Berdasarkan rapat AM-GMTPS (Angkatan Muda – Gerakan Mandau Telawang Pancasila) di Kuala Kapuas, seorang Kepala Daerah adalah putra daerah atau orang yang bisa menguasai bahasa dayak secara pasif … syukur kalo aktif mang . Supaya mempermudah komunikasi dengan masyarakat yang dipimpinnya jika komunikasinya nyambung. Bisa anda bayangkan kalo bahasa yang dipakai pemimpin tidak dimengerti oleh masyarakat yang dipimpinnya.

Ada satu catatan kalo anda rajin membaca komentar Pak Dahlan Iskan (CEO Jawa Pos), saat mengomentari mengapa penyakit hepatitis sampai sekarang tidak ada obatnya? jawabnya : Penyakit hepatitis umumnya adalah penyakit orang Asia, dunia kedokteran Barat yang maju rupanya tidak memprioritaskan riset untuk penyakit ini karena tidak bagus untuk bisnis sebab dompet orang asia umumnya tipis-tipis. Hal ini seragam dengan pertanyaan konsultasi penyakit pake sms (khan cumah Rp 350/sms kalo simpati entah yang lain) … eh jawaban Pak Dahlan nggak kalah nyeleneh …. memang bertanya di sini gratis, tapi tidak jua bisa menjawabnya, mestinya dunia ini harus diberontaki. Mengapa yang bisa jawab harus yang pakai membayar dan yang gratis tidak mendapat jawaban memuaskan (kalo tidak bayar ) hehehehe😉

Berita Kapos – 5 Oktober 2007

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s