Hoax Kenaikan Gaji Guru 2015

Isu itu bermula dari sms rekan-rekan di pelosok daerah hingga jejaring sosial yang kemudian dituliskan di posting ini,
setelah dikaji-kaji dan mendengarkan pendapat orang-orang lain setelah mendapatkan sms tersebut dan pengakuan dari utusan-utusan yang telah bertemu dengan staf Men-PAN RB serta staf Menkeu, bahkan staf Menbudikdasmen bahwa tidak ada berita kenaikan gaji PNS Guru sebagaimana SKB No. 251/2014 tersebut alias bohong, hoax.

Angan-angan pun terjerembab sesaat dan tidak bangkit lagi, pasrah merenungi – dan terus berharap bahwa Tunjangan Profesi tetap dibayarkan seperti biasa terbebas dari silang sengketa antara pendapat yang setuju dan berseberangan bahwa Tunjangan Profesi Guru sebaiknya dihapus saja karena tidak meningkatkan kualitas guru.

Huh !

Hoax Kenaikan Gaji Guru 2015

Antara RON 88 dan RON 92

Kerumunan setiap hari di SPBU tidak pernah berhenti dan berlalu, berbagai kendaraan pelat hitam dan kuning selalu menyemut dan berderet menunggu diisi dengan BBM, Blackberry Messenger (BBM) hanya mampu menampung sekitar 150 member, harganya bergantung kuota yang terus meningkat apalagi Telkomsel sudah menerapkan sistem region saat pembelian paket seluler. Jadi perlu mikir lagi jika bilang BBM ngga bakalan naik lagi.
Nah, dikatakan di koran-koran bahwa Indonesia adalah negara satu-satunya di Asia yang masih menjual dan mengonsumsi bensin premium alias bensin yang beroktan 88 – satu-satunya lagi! dengan ketiadaan kuasa menurunkan harga karena harus mengimpor dari negara lain.
Kasihan rakyat Indonesia, yang merasa tidak perlu dikasihani!
Yang merasa perlu subsidi tapi diumbar-umbar dihabis-habiskan untuk bertranportasi dengan kerentanan rusak pada mesin kendaraan. Konvoi-konvoi mudik, merayakan tahun baru, merayakan kelulusan, merayakan kemenangan dengan arak-arakan kendaraan bermotor adalah hal yang lumrah sebagai pelampiasan. Namun kendaran itu menghabiskan “minuman” dengan RON 88 !

Akhirnya Pemerintah melalui tim yang mana lagi itu, mengatakan mulai 2015 pemilik kendaraan bermotor didorong (bukan jatuh ke jurang) untuk mulai menggunakan bensin dengan RON 92 alias Pertamax.

Jika di pulau seberang, pertamax masih dijual dengan harga Rp 9.999/ liter karena ongkos angkutnya murah dan tidak seberapa terhadap stasiun pengisian bahan bakar umum. Tetapi untuk daerah-daerah di tempat saya, harga pertamax yang konon turun hanya mengalami “penurunan” Rp 150 saja! Tetap seliternya Rp 12.150 dengan alasan ongkos angkut Rp 100/kilometer.

Tetapi orang-orang di penjuru, pelosok hingga pedalaman Kalimantan Tengah mengatakan sanggup membeli bensin seperti itu sekalipun harganya Rp 20 ribu per liter. Hayo kam! Jadi tidak alasan untuk tidak menaikkan harga pertamax setinggi-tingginya dengan alasan ongkos angkut karena harga pertamax sangat mengikuti pergerakan harga minyak dunia yang saat ini terus merosot hingga 60 USD per barrel-nya.

Apakah anda penurunan harga BBM setelah kenaikan kemarin? Jangan tanya, tunggu saja hasil penjualan di SPBU yang ada. Antre kendaraan akan semakin berkurang karena banyak yang tidak mampu membeli bensin lagi di atas harga Rp 8500/liter lagi!

Antara RON 88 dan RON 92

Kerumunan Setahun Sekali

Ya, setahun sekali kita merayakannya
Ya, setahun sekali kita berpesta pora
Menghabiskan berpuluh-puluh juta rupiah
yang dikumpulkan sia-sia
untuk apa, untuk alasan menyambut kelahiran?
Kasihan !
Berulang-ulang kali kata litani di atas, diucapkan seperti sandiwara dalam gedung oleh orang-orang bersama-sama, tetapi hedonisme dan materialistis dunia tetap tidak terbendung dengan merayakan habis-habisan hingga jor-joran padahal untuk apa?
hanya demi perut kampung tengah, berpesta-pesta ditambah minuman-minuman beralkohol tanda sukaria bukan sukacita

Sama seperti kunjungan kepada penjual daging sapi, ibu-ibu rela antri hingga keringat menetesi dahi sejak pagi, berebut daging rawon, daging paha hingga tulang iga yang akan dibuat pentol, sup, hingga karih dan rendang istimewa
dicampur dengan ketupat dan lontong lonjong perkasa, untuk mengenyangkan hasrat nafsu makan yang kemudian memicu tekanan darah tinggi lalu stroke akhirnya gagal jantung

Berkilo-kilo daging dan tulang dibeli, memang menguntungkan pedagang dan sangat membantu ekonomi kerakyatan karena tidak dilakukan di pasar-pasar berdinding beton beralas ubin licin seperti di mal atau pasar modern, Itu semua terjadi di pojokan pasar tradisional yang hingar-bingar dua kali setahun karena dua perayaan agama mayoritas

Keinginan mencari kepuasan pada daerah kampung tengah tempat manusia merasa kenyang bisa berakhir pada Unit Gawat Darurat atau Unit Penanganan Intensif karena keserakahan menyebabkan kesakitan

Pembeli minta dihormati, pedagang daging sapi kewalahan bahkan hingga harus mengatakan
“itu lho bu yang membeli tulangan yang banyak ini. harganya pun sekilonya 125 rebu!”
“Saya tidak tau dan saya tidak mau tau, siapa yang beli, semampu apa dia mau beli, Bukan urusan saya!”

Kerumunan setahun sekali, sekali-sekali berkerumun untuk menikmati hari-hari akhir tahun. Akhir-akhir tahun berkerumun membeli daging sapi, bukan kambing karena jarang ada juru potong kambing dan menjual daging berbau amis tersebut

Kerumunan Setahun Sekali

Antara Perang dan Silat

Panah-panah beterbangan berseliweran kiri-kanan. Terangkat tinggi kemudian menghujam bagai hujan. Tidak perlu pemanah jitu dan pembidik tepat untuk menghasilkan hujan badai serangan panah pada era pertempuran abad menengah, di mana tidak dikenal kanon atau meriam.
Paling berat kendaraan infantri adalah penggedor benteng dan tangga yang didorong bergotong-royong beramai-ramai oleh para pasukan tamtama yang berani mati dan rela menyia-nyiakan nyawanya demi kebesaran nama kesatuan penyerbu saat itu.

Fenomena perang era Dinasti Tang, dilanjutkan Medieval Era dalam permainan elektronika EA terus menggelorakan kebanggaan bertempur secara kesatria yang cenderung kebodoh-bodohan atau memang strategi waktu itu yang masih sangat primitif dan mengandalkan jumlah prajurit.

Di antara pasukan berseragam, militer tentunya. Juga ada pendekar-pendekar silat yang bisa berjumpalitan dan melayang-layang layak burung sambil menyambar-nyambar menebarkan maut dan kematian melalui senjata yang digenggamnya.

Tergambar jelas cerita-cerita peperangan seperti ini pada cerita silat bersambung pada naga-jawa.blogspot.com – karangan Seno Aji Gumira yang ditulis bersambung di Jawa Pos.

Rugi tidak mengikuti dari awal, dan sekarang episode Panah Wangi memenuhi relung hati Pendekar Tanpa Nama. Pendekar Jawa yang tidak punya latar belakang jelas, berilmu tinggi dengan dua jurus ternama Ilmu Bayangan Cermin dan Jurus tanpa Bentuk yang menghantarkannya melanglangbuana ke mancanegara hingga negeri Cina.

Antara Perang dan Silat

Idealistis Spontanis

Tipe Idealis Spontan adalah orang-orang kreatif, periang, dan berpikiran terbuka. Mereka penuh humor dan menularkan semangat menikmati hidup. Antusiasme dan semangat mereka yang menyala-nyala menginspirasi orang lain dan menghanyutkan mereka. Mereka menikmati kebersamaan dengan orang lain dan sering memiliki intuisi yang jitu mengenai motivasi dan potensi orang lain. Tipe Idealis Spontan adalah pakar komunikasi dan penghibur berbakat yang sangat menyenangkan. Keriaan dan keragaman dijamin saat ada mereka. Namun demikian, kadang-kadang mereka terlalu impulsif saat berhubungan dengan orang lain dan dapat menyakiti orang tanpa bermaksud demikian, karena sifat mereka yang blak-blakan dan terkadang kritis.

Tipe kepribadian ini adalah pengamat yang tajam dan awas; mereka tidak akan ketinggalan satu kejadian pun di sekitar mereka. Dalam kasus ekstrem, mereka cenderung terlalu sensitif serta waspada berlebihan dan dalam hati siap melompat. Kehidupan bagi mereka adalah drama yang menggairahkan penuh keragaman emosi. Namun demikian, mereka cepat menjadi bosan ketika hal-hal terjadi berulang dan dibutuhkan terlalu banyak detail serta ketelitian. Kreativitas, daya khayal, dan orisinalitas mereka paling mudah dikenali ketika mengembangkan proyek atau ide baru – kemudian mereka menyerahkan seluruh pelaksanaan rincinya kepada orang lain. Secara singkat, tipe Idealis Spontan sangat bangga akan kemandiriannya, baik di dalam diri maupun yang tampak dari luar, dan tidak suka menerima peran bawahan. Oleh karena itu mereka memiliki masalah dengan hirarki dan otoritas.

Jika Anda memiliki tipe Idealis Spontan sebagai teman, Anda tidak akan pernah bosan; bersama mereka, Anda dapat menikmati kehidupan sebaik-baiknya dan merayakannya dengan pesta-pesta terbaik. Di saat bersamaan, mereka hangat, peka, penuh perhatian, dan selalu bersedia membantu. Jika seorang Idealis Spontan baru jatuh cinta, langit dipenuhi biola dan pasangan mereka akan dihujani perhatian dan kasih sayang. Tipe ini kemudian berlimpah dengan pesona, kelembutan, dan imajinasi. Namun, sayangnya, begitu kebaruan itu luntur dengan cepat akan membosankan bagi mereka. Kehidupan berpasangan sehari-hari yang membosankan tidak cocok untuk mereka sehingga banyak tipe Idealis Spontan keluar-masuk percintaan sesaat. Namun demikian, jika pasangannya bisa membuat rasa ingin tahu mereka tetap hidup dan tidak membiarkan rutinitas dan keakraban melanda, tipe Idealis Spontan dalam menjadi pasangan yang menginspirasi dan penuh kasih sayang.

Sifat-sifat yang menggambarkan tipe ini: spontan, antusias, idealis, ekstrovert, teoritis, emosional, santai, ramah, optimis, memesona, suka membantu, mandiri, individualis, kreatif, dinamis, periang, humoris, penuh semangat hidup, imajinatif, mudah berubah, mudah menyesuaikan diri, setia, peka, menginspirasi, mudah bergaul, komunikatif, sulit ditebak, ingin tahu, terbuka, mudah tersinggung.

Sumber : http://www.ipersonic.net/id/5.html

Suka dengan tes ini?

Idealistis Spontanis

Delapan Jurus Mengarang Dashyat

  1. Sebelum menentukan judul, buat kerangka tulisan seperi gambar sketsa. Dapatkan tubuh tulisan terlebih dahulu minimal 100 kata.
  2. Ide yang disimpulkan dari sketsa dapat dibuat sebagai Judul, beri penamaan judul yang mengejutkan, heboh, bombastis, eye catching
  3. Sketsa dibaca ulang untuk ditambah atau dikurangi, bisa juga berkembang atau malah menyusut tergantung keinginan penulis
  4. Perhatikan sasaran penulisan, segmentasi untuk pentingnya pengembangan
  5. Dahulukan ide moral keingintahuan, karena penulis menyebarkan agar pembaca menjadi “tahu” melalui pemberitahuan dan memantik rasa ingin tahu dengan membaca dari judulnya
  6. Kembangkan pemasaran tulisan melalui twitter, facebook, atau media sosial lainnya agar dikunjungi pembaca
  7. Berdoa dan berharap ada yang membaca tulisan anda
  8. Amin
Delapan Jurus Mengarang Dashyat