Kayu Pahakung sebagai Obat alternatif Kista dan Mioma

Istri saya sudah hampir setahun ini divonis mengidap gejala tumor yang berada di ovarium atau lazim disebut sebagai kista. Vonis ini juga mengejutkan dan membuatnya shock beberapa saat. Apalagi vonis ini terjadi saat kami tengah menyelesaikan akhir dari pendidikan magister di provinsi tetangga. Bersamaan dengan kuliah dari dosen tamu, malam harinya kami mengadakan check up ke dokter ginekolog ternama di klinik terkenal di kota Banjarmasin dan dikejutkan dengan ukuran kista yang sudah mencapai diameter lebih dari 7,3 cm pada ovarium sebelah kiri dan menurut dokter ukuran ini sudah melewati batas normal dan HARUS SEGERA DIANGKAT MELALUI OPERASI BESAR KARENA SUDAH SANGAT MENGGANGGU SEL-SEL TELUR DALAM OVARIUM. Padahal normalnya adalah 5 cm atau lebih kecil dari itu asalkan menurut dokter, pertumbuhan tumor ini tidak mengganggu. Padahal secara umum semua perempuan memiliki kista dalam ovariumnya hanya saja yang membedakan ada yang berkembang dan ada yang stagnan (tidak berkembang sama sekali).

Hal ini dikarenakan kebiasaan hidup, pola makan, hormon-hormon dalam tubuh wanita yang tidak normal aktivitasnya atau tidak stabil. ketidakstabilan hormon dapat disebabkan oleh stress, beban pekerjaan, beban keluarga, beban ekonomi, dan yang paling sering dan paling berat adalah beban yang diberikan oleh sang suami yang harus ditanggung sendiri tidak bersama-sama ! (ngaco). Seringkali masalah ini disikapi dengan sering-sering berganti posisi atau kedudukan. :lol:

Awalnya diagnosa dari kondisi istri saya tersebut dimulai dengan asumsi ketidakstabilan hormon progesteron yang mengakibatkan penebalan dinding rahim (penyelaputan uterus) layaknya  gejala menstruasi. Yang kemudian diberi obat Protira untuk menyetabilkan gejala tersebut. Tetapi hanya bertahan satu minggu dan kemudian terus-menerus pendarahan berlangsung kembali yang sulit berhenti. Kemudian kami mencoba berkonsultasi ke ginekolog di provinsi tetangga dan didiagnosa ada Kista sebagaimana cerita sebelumnya. Dokter memberi resep untuk dikendalikan dengan pil kontrasepsi yang paling aman, paling bagus dan tentu saja mahal lew dalam ukuran kantong kami yang tidak seberapa!


Yang menjadi masalah lain belum lama berlangsung upaya kontrol dengan terapi obat ini yang diduga akan tetap diambil tindakan medis,  karena operasi menimbulkan pengalaman traumatik bagi istri saya yang  sudah tiga kali menjalani operasi untuk melahirkan. Itulah dilemanya. ! Istri saya tidak ingin dibedah lagi ! Puying kan ?

Hingga pada suatu ketika saat kami berobat di Palangka Raya dan istri bertemu seorang ibu yang lalu menjadi sahabatnya yang didiagnosa mengalami miom. Miom yang dikandung ibu ini sebesar 9 cm yang akhirnya menjadi berukuran 0,5 cm! Istri saya kaget dan seperti mendapat peluang untuk bebas dari operasi untuk mendapatkan mukjizat yang sama seperti ibu ini.  Ibu ini kemudian menceritakan obat alternatif yang digunakannya yakni dari serutan kayu hutan atau umbi-umbian hutan. Kami cukup kaget dan bahagia bahwa telah mendapatkan informasi berharga untuk menyelesaikan masalah kesehatan istri saya ini dengan  alternatif tersebut. Setelah kami bertamu ke rumah beliau di Kelampangan, kami melihat sendiri jenis kayu atau umbi hutan tersebut yang diyakini mampu mengerutkan, menciutkan, bahkan mengecilkan ukuran kista atau tumor ovarium ini atau gangguan-gangguan kewanitaan.  Saat itu kami mengetahui bahwa jenis umbi hutan ini hanya diperoleh di Kotawaringin Timur dari pohon-pohon hutan yang sangat tinggi tempatnya. Umumnya di kotim banyak pohon-pohon yang sudah ditebang dan masih ditumbuhi tumbuhan umbi hutan (semacam tumbuhan  parasit atau hidup bagai benalu di pohon induknya).

Dari serutan-serutan umbi benalu pohon ini yang kemudian dijemur lalu direbus hingga airnya menjadi berwarna kecoklatan yang aroma airnya mirip dengan aroma santan kelapa atau jenis sayur-sayur daunan hutan (kalo biasa ke hutan rawa di Kalimantan pasti akan bisa mencium aroma serupa yang khas dari air rawa bercampur gambur berwarna kecoklatan agak hitam dan dinginnya sama seperti air dalam kulkas).

Istri saya mulai melakukan terapi meminumnya 2 x sehari, pagi dan senja menjelang malam tidak putus selama sebulan untuk membuktikan khasiatnya. Sebulan kemudian kami memeriksakan kista ini lagi dengan dokter yang sama dan diperoleh diagnosa bahwa ukuran kistanya menjadi mengecil yaitu berdiameter 6,6 cm. Melihat hasil tersebut, istri saya semakin rajin meminum obat alternatif ini dan kami mendapatkannya semakin pekat karena semakin lihay dan mantap dengan obat umbi hutan ini.

Sebulan kemudian menjelang, istri saya kembali memeriksakan kista yang dideritanya pada dokter ginekolog lokal dan diperoleh hasil diagnosa bahwa ukuran kista semakin mengecil mendekati 5,3 cm diameternya. Kemudian pada bulan Juni diperiksa menggunakan USG diperoleh ukuran kistanya menjadi 4,4 cm. Melihat hal ini dokter mengatakan tidak perlu dilakukan operasi pengangkatan karena ukurannya sudah berada di bawah normal (di bawah 5 cm).

Selain menciutkan ukuran kista, manfaat lain dengan mengonsumsi secara rajin dan teratur  air umbi benalu pohon hutan ini adalah bersihnya organ kewanitaan dan mestruasi menjadi lancar setiap 28-31 hari secara teratur. Jika semula istri saya mengalami ketidakteraturan menstruasi dan setelah haid kadang-kadang keset atau bisa lecet bahkan sebelum mengonsumsi obat alternatif ini, ia sering mengalami keputihan yang sangat mengganggu aktivitasnya tetapi setelah mengonsumsi obat alternatif  ini  hal-hal tersebut sudah tidak lagi ditemui.

Yang penting adalah istri saya berkeyakinan mengurangi obat-obatan kimia sintetis tetapi menggunakan ramuan yang sudah ada sejak zaman leluhur. Mengenai umbi hutan ini, kayu ini tumbuh di pohon-pohon yang sangat tinggi dan merupakan akar atau tunas tambahan (suluh) dari tumbuhan pakis seperti pakis sarang burung termasuk keluarga tumbuhan paku-pakuan yang bersifat parasit (benalu). Dalam bahasa Dayak Ngaju kami menamakannya “KAYU PAHAKUNG”.  Artinya umbi ini disebut sebagai akar tumbuhan benalu di pohon hutan. Benalu yang saya maksudkan di sini bukan benalu kayu ulin atau benalu kayu besi yang lazim disebut sarang semut, tapi kayu benalu yang tumbuh menjulur panjang mengelilingi batang pohon induk dari tanaman bakung. Umumnya tumbuh di pohon karet atau bersamaan dengan jalinan tumbuhan rotan.  

Saudara-saudara ipar kami juga ada yang didagnosa memiliki kista, namun saat mencoba mengonsumsi air dari akar benalu ini menjadi sering buang air, mengalami mencret bahkan muntah tidak tahan meminum air umbi benalu ini yang agak pekat. Artinya obat alternatif ini memang harus berjodoh dan harus dijalani dengan niat sembuh bagi penderitanya. Pantangan lain yaitu kurangi minuman bergula atau makan yang manis-manis selama melakukan terapi alternatif. Juga harus berpantang tidak makan makanan yang dingin atau dibekukan termasuk minum-minuman es. Karena dengan melanggar aturan ini, hasil terapinya menjadi sia-sia.

Semoga informasi ini berkenan dan berkesan. Nama obatnya adalah umbi benalu atau disebut Kayu Pahakung, kayu yang tumbuh dari akar tumbuhan bakung yang ada di pucuk pohon tinggi dengan sifat tumbuhnya seperti parasit atau benalu. (Bukan tanaman benalu yang disebut sarang semut). Untuk mencari gambarnya anda bisa search dengan istilah Benalu bambu (saya menemukannya sama seperti pohon itu di sebuah alamat di Samarinda, Kalimantan Timur).  

Sekarang kami menemukan pasokan baru dari kayu pahakung ini di daerah kabupaten Kapuas dan kabupaten Pulang Pisau. Semoga di daerah lain yang masih banyak hutannya juga masih bisa ditemukan dengan mudah.

Kata akhirnya cintailah hutan karena dari hutan tersedia berbagai plasma nutfah obat-obat alternatif yang dapat menyembuhkan dan menjaga umat manusia dari penyakit-penyakit dengan alternatif yang dapat dijangkau. Hentikan upaya membuat hutan heterogen menjadi hutan monokultur menjadi sawit, sisakan hutan bagi generasi kita yang akan datang karena dari hutan pulalah kita akan mendapatkan alternatif penyembuh demi menjaga kesehatan masyarakat dan warga dunia.

Lestarikan Hutan ! Salam damai dari Kalimantan – Lung of The World !

bagi yang ingin mendapatkan informasi mengenai Kayu Pahakung ini bisa berkirim  e-mail menggunakan nama asli dan alamat asli. Silakan hubungi rudy.hilkya@gmail.com. 

Saya hanya melayani teman-teman dan rekan-rekan yang bersedia mengirim email dengan nama asli, alamat asli, bahkan nomor telepon yang resmi dan bukan diganti-ganti. Karena ini menyangkut kemaslahatan dan kepentingan orang banyak.

Perihal fisikarudy
better unleashed words than silence or never at all

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.480 pengikut lainnya.