Faktor Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah aktivitas yang menggunakan seluruh potensi diri seseorang untuk mempengaruhi orang lain demi mencapai tujuan tertentu. Kepemimpinan secara salah menimbulkan gerakan narsistik yanga artinya orang-orang yang dipengaruhi akhirnya menerima apa saja yang diinginkan pemimpinnnya tanpa harus berpikir lagi apakah pemimpinnya itu benar atau pemimpin itu “sakit”. 

Sejarah-sejarah dunia banyak pemimpin yang sukses mempengaruhi orang dan akhirnya menjadi tirani seperti Adolf Hitler, Timurlang, Mussolini, Mao Zedong, Saddam Husein, Khadafi, Castro, dll. Faktor-faktor apa  sajakah yang membuat mereka banyak bisa mempengaruhi orang lain? 

Faktor yang utama adalah kemampuan orasi, berbicara, berkomunikasi. Kemampuan pemimpin mengomunikasikan visinya, cita-citanya, impiannya, rencananya yang dengan bantuan atau pengaruh orang lain visi, impian, keinginan itu menjadi keinginan bersama dan tujuan bersama. Pengikut yang setia dan loyal dihasilkan dari derajat kekuatan mempengaruhi (affection) dari pemimpin. 

Umumnya loyalitas terikat kuat karena keterikatan keluarga, senasib sepenanggungan (seperti merasa tertindas dan terjajah, terpinggirkan, termarginalisasi), sejenis atau satu ras (isu yang digunakan Hitler untuk menggayang salah satu etnis di Jerman 1930-an), isu-isu yang melekat kuat dalam akar budaya masyarakat dapat menjadi pengikat terhadap pengaruh kepada para calon pengikut. 

Faktor lain adalah kehebatan mistis atau kehebatan supranatural yang tidak dapat dijelaskan secara logis tapi nyata mampu “menyihir” orang lain seperti kerbau dicucuk hidungnya. Kekuatan supranatural ini biasanya diperoleh selama masa menempa diri atau bergelut dengan latihan-latihan kekuatan diri agar tanggon dan trengginas. Kita tidak pernah melihat seorang pemimpin hebat lahir dari orang yang lemah fisik atau lemah badannya. Pastilah pemimpin hebat lahir karena kekuatan fisiknya walaupun pendek seperti Napoleon.

Faktor ketiga adalah visioner, intelejensia. Visioner berarti pemimpin memiliki pandangan jauh ke depan melebihi para pengikutnya atau orang lain yang dipengaruhinya. Pemimpin memiliki kemampuan berpikir melebihi para anggota yang dipengaruhinya sehingga Pemimpin menjadi memiliki “kekuatan lebih” untuk terus memberi energi, pesan-pesan, kesan yang mendalam sehingga keterikatan atau affection terhadap pengikut tetap melekat. 

Tarzan selaku pemimpin mahluk-mahluk hutan memiliki kekuatan mempengaruhi karena hidup senasib dan sepenanggungan dengan orang hutan, konon ia dihidupkan oleh seekor monyet dan berteman dengan harimau serta serigala dan binatang lainnya. Dengan senasib dan sepenanggungan, Tarzan bisa mengomunikasikan apa yang ada di dalam pikirannya dengan bahasa yang sama dan bisa diterima mahluk lain untuk dipengaruhi. Tarzan memiliki pemikiran yang visioner dan intelejensinya melebihi kemampuan pikiran dan intelektual mahluk hutan lainnya sehingga tarzan akhirnya menjadi pemimpin raja Hutan. (itu kilasan pemikiran tentang film anak-anak yang melegenda dan meledek :D )

Menurut saya itulah faktor-faktor yang membuat seseorang dapat mempengaruhi orang lain dan menjadi pemimpin atas mereka. Ambil contoh masalah persepakbolaan di lapangan hijau, di mana seorang pemimpin atau playmaker sangat diperlukan demi keberhasilan tim ber-11. Saya yakin jika ada pemimpin yang tepat di lapangan hijau, kemampuan tim sepakbola Indonesia tidak akan jauh berbeda dengan tim-tim papan atas di sektor asia tenggara. 

Perihal fisikarudy
better unleashed words than silence or never at all

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.479 pengikut lainnya.