Ngorek Telinga Bikin Candu
Saat telinga gatal, berasa berisi air atau ada hal-hal yang menganggu lubang kuping. Tanpa sadar kita berusaha meraih benda apapun yang bentuknya panjang dan bisa dimasukkan ke dalam liang itu untuk mengilangkan gangguan. Tak peduli benda apapun asalkan dalam telinga sudah dikorek, urusan beres. Efek samping yang terasa bagi yang sudah sering justru hal ini menimbulkan sensasi lain yang lama kelamaan tidak bisa dihilangkan walaupun diniati kecuali kalau lagi lupa
![]()
Karena ada gejala adiksi, Menurut dr. Nyilo Purnami, SpTHT-KL RSU dr. Soetomo/FK Unair Surabaya, karena kegiatan yang mengulang-ulang mengorek kuping bahkan memasukkan alat korekan lebih dalam ke liang telinga bisa menimbulkan masalah baru.
Kondisi liang telinga manusia sendiri panjang rata-ratanya 2,5 cm dengan diameter 0,7 cm dan lubang telinga tidak lurus benar tetapi agak berbelok ke arah belakang kepala terus berbelok ke depan bawah ke sekitar daerah leher dan kerongkongan. Makanya jika dikorek dengan “agak keras” pada liang ini seringkali bisa lecet dan luka. Luka yang lebar dan menganga jika tidak segera dirawat dapat menimbulkan infeksi bahkan jika dijorokkan lebih dalam dapat merobek gendang telinga yang berimplikasi pada gangguan pendengaran (bisa tuli ato ora mudheng) … ora krungu .. loh !
Untuk mengorek yang gatal pada lubang telinga sebaiknya hingga bagian telinga luar saja asalkan rasa sensasi gatalnya sampai hilang, nah kalo lecet, maka pakai kapas yang digulung di ujung batang lidi yang tidak tajam sisinya, pokoknya gimana sesuai kepentingan si pengorek kupingnya agar tidak lecet ataw luka.
Agar air yang berisi sabun atau sampo tidak masuk ke liang telinga saat mandi, sebaiknya lubang telinga ditutup dengan sumbat kapas atau ear plug (sumbat telinga).
Kotoran telinga (serumen) merupakan produk alami kelenjar minyak dalam telinga yang bertekstur cairan atau bisa mengental (lengket) warna kuning kecokelatan
(mirip campuran jus melon cokelat atau nangka cokelat loh
Serumen ini yang bisa menghalangi masuknya kotoran dari luar lubang telinga seperti debu, kotoran serangga (termasuk tinja lalat) maupun bakteria. Bersamaan dengan kelupasan kulit atau kotoran yang lain dari dalam telinga serumen biasanya rontok secara alamiah. Gerakan mengunyah, berbicara, menguap, tertawa mempermudah kotoran bergerak ke luar menuju liang telinga bagian luar. Kondisi telinga yang menghasilkan bau yang tak sedap dapat disebabkan oleh radang telinga karena produksi serumen yang berlebihan (hal ini terutama disebabkan zat yang biasa dikonsumsi penggemar seafood atau penghobi sambal belacan dengan esen udang/cumi yang berlebihan). Atau dalam liang telinga terdapat rambut yang berlebihan, sehingga lubang telinga perlu dibersihkan secara “manual”. Untuk mengeluarkan serumen yang banyak dan membatu gunakan cairan minyak carboglycerin atau yang aman datanglah ke dokter THT di tempat lingkungan sekitar anda. Infeksi jamur juga dapat terjadi dalam liang telinga yang lembab, karena itu biasakan liang telinga tetap kering dengan mengelapnya menggunakan cotton bud yang kecil. Penyakit congek dapat juga diakibatkan radang pernafasan akibat influensa, karena salurang telinga tersambung dengan saluran eustachius. Muara tub yang terdapat di tenggorokan berhubungan melalui saluran kecil menuju ruang telinga tengah yang steril.































hihihi
Wah, saya sih nyandunya ngorek info seputar dunia blog sama ngupil pak.